Dari Jantung Papua: Perempuan Tolikara Menyalakan Terang Kartini

KARUBAGA -Dari jantung Pegunungan Papua Kabupaten Tolikara di tanah yang jauh dari hiruk pikuk kota. semangat seorang perempuan bernama Raden Ajeng Kartini tetap hidup, menyala, dan bertumbuh. Di sebuah wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal,yang justru menyimpan kekuatan besar,ratusan perempuan berkumpul dalam satu semangat: bangkit, dan melangkah maju. Tim Penggerak-Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Tolikara mengelar Peringatan Hari Ulang Tahun HUT Kartini tingkat Kabupaten Tolikara di Aula GIDI Karubaga selasa, 21 April 2026.

Peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni,melainkan perayaan keberanian perempuan Tolikara,yang setiap hari berjuang dalam diam. Mereka adalah mama-mama, yang bangun sebelum matahari terbit,menggendong noken,menjaga keluarga, dan menanam harapan bagi generasi masa depan. Kegiatan lomba menghias wajah menjadi simbol yang lebih dalam,bahwa kecantikan perempuan Tolikara bukan hanya pada rupa,tetapi pada keberanian, keteguhan, dan jati diri. Setiap sentuhan kuas di wajah,adalah cerita tentang percaya diri,tentang bangkit dari keterbatasan,dan tentang keinginan untuk terus bersinar.

Baca Juga :  Pemkab Jayapura dan KPKNL Jayapura Lakukan MoU

Bupati Tolikara, Willem Wandik, menegaskan perempuan adalah pilar utama pembangunan daerah. Ia mengajak seluruh perempuan Tolikara untuk tidak ragu melangkah maju,meningkatkan kapasitas diri,dan mengambil peran dalam setiap lini kehidupan. Baginya kemajuan Tolikara tidak akan pernah terwujud,tanpa kekuatan perempuan di dalamnya.

“Saya mengajak seluruh perempuan di Tolikara untuk tidak ragu melangkah maju, meningkatkan kapasitas diri, serta berani mengambil peran dalam berbagai bidang, baik di pemerintahan, pendidikan, kesehatan, maupun sektor sosial dan ekonomi,” Pesan Bupati Willem wandik.

Sementara itu Ketua TP-PKK Kabupaten Tolikara, Elisabet Y. F. Wandik, mengingatkan,bahwa semangat Kartini hidup dalam keseharian mama-mama Tolikara. Dalam kerja keras,dalam kasih, dan dalam pengorbanan tanpa lelah.

Baca Juga :  Pemkot Belum Pikirkan Tempat Isolasi Terpusat

KARUBAGA -Dari jantung Pegunungan Papua Kabupaten Tolikara di tanah yang jauh dari hiruk pikuk kota. semangat seorang perempuan bernama Raden Ajeng Kartini tetap hidup, menyala, dan bertumbuh. Di sebuah wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal,yang justru menyimpan kekuatan besar,ratusan perempuan berkumpul dalam satu semangat: bangkit, dan melangkah maju. Tim Penggerak-Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Tolikara mengelar Peringatan Hari Ulang Tahun HUT Kartini tingkat Kabupaten Tolikara di Aula GIDI Karubaga selasa, 21 April 2026.

Peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni,melainkan perayaan keberanian perempuan Tolikara,yang setiap hari berjuang dalam diam. Mereka adalah mama-mama, yang bangun sebelum matahari terbit,menggendong noken,menjaga keluarga, dan menanam harapan bagi generasi masa depan. Kegiatan lomba menghias wajah menjadi simbol yang lebih dalam,bahwa kecantikan perempuan Tolikara bukan hanya pada rupa,tetapi pada keberanian, keteguhan, dan jati diri. Setiap sentuhan kuas di wajah,adalah cerita tentang percaya diri,tentang bangkit dari keterbatasan,dan tentang keinginan untuk terus bersinar.

Baca Juga :  Marthen Kogoya : Indonesia Emas 2024 Patut Diwujudkan Bersama

Bupati Tolikara, Willem Wandik, menegaskan perempuan adalah pilar utama pembangunan daerah. Ia mengajak seluruh perempuan Tolikara untuk tidak ragu melangkah maju,meningkatkan kapasitas diri,dan mengambil peran dalam setiap lini kehidupan. Baginya kemajuan Tolikara tidak akan pernah terwujud,tanpa kekuatan perempuan di dalamnya.

“Saya mengajak seluruh perempuan di Tolikara untuk tidak ragu melangkah maju, meningkatkan kapasitas diri, serta berani mengambil peran dalam berbagai bidang, baik di pemerintahan, pendidikan, kesehatan, maupun sektor sosial dan ekonomi,” Pesan Bupati Willem wandik.

Sementara itu Ketua TP-PKK Kabupaten Tolikara, Elisabet Y. F. Wandik, mengingatkan,bahwa semangat Kartini hidup dalam keseharian mama-mama Tolikara. Dalam kerja keras,dalam kasih, dan dalam pengorbanan tanpa lelah.

Baca Juga :  Bupati Minta Seluruh OPD Lakukan Perencanaan, Tahun Depan Fokus Pekerjaan

Berita Terbaru

Artikel Lainnya