SENTANI – Peringatan Hari Kartini di Kabupaten Jayapura berlangsung penuh semangat dengan mengusung tema “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045. Momentum ini dimanfaatkan untuk mendorong peran perempuan dalam keluarga maupun pembangunan daerah. Ketua TP-PKK Kabupaten Jayapura, Sartika S. Wonda, menyampaikan apresiasi kepada perempuan-perempuan di Kabupaten Jayapura yang dinilai mampu menjalankan peran ganda, baik dalam keluarga maupun sebagai pencari nafkah.
“Kami sangat mengapresiasi ibu-ibu hebat, baik yang masih muda maupun yang sudah berkeluarga, yang mampu berdiri kuat dalam keluarga dan berkontribusi bagi kehidupan,” ujarnya.
Menurutnya, emansipasi perempuan bukanlah soal kompetisi, melainkan bagaimana perempuan dapat mengoptimalkan potensi untuk membantu keluarga dan lingkungan. Ia juga mengajak perempuan Papua, khususnya di Kabupaten Jayapura, untuk menjadi pribadi yang kuat dan tidak mudah terintimidasi.
“Tidak boleh ada lagi intimidasi, baik kekerasan dalam rumah tangga maupun bullying. Kami sudah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memberikan perlindungan bagi perempuan dan anak,” tegasnya.
Ia menjelaskan, TP-PKK telah menjalin kerja sama dengan dinas terkait serta lembaga advokasi, termasuk membentuk perwakilan hingga tingkat kampung untuk memudahkan pelaporan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Selain itu, TP-PKK juga mendorong peningkatan kualitas generasi melalui program “Peduli Generasi Emas Papua” yang berfokus pada kesehatan dan pendidikan anak. Salah satu upayanya adalah membuka rumah baca di kampung-kampung serta menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat.
Di era digital saat ini, ia juga mengajak perempuan untuk lebih kreatif dan bijak dalam memanfaatkan teknologi. Pihaknya berencana menggelar berbagai seminar digitalisasi hingga ke kampung-kampung guna meningkatkan literasi digital perempuan.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Sentani, Murni mengaku bersyukur atas perjuangan Raden Ajeng Kartini yang telah membuka akses pendidikan bagi perempuan.
“Dengan semangat Kartini, perempuan harus menjadi lebih aktif, cerdas, dan mandiri, serta mampu menjadi teladan bagi generasi penerus,” ujarnya. Ia juga mengajak para siswa untuk menjadikan semangat Kartini sebagai inspirasi dalam menempuh pendidikan dan meraih masa depan yang lebih baik. (ana/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q