Jadi Momen Tanamkan Nilai-nilai Perjuangan dan Semangat Kesetaraan Sejak Dini

Melihat Semangat Merefleksikan Perjuangan Kartini di Kota Jayapura

Peringatan Hari Kartini menjadi momentum refleksi mendalam bagi kaum perempuan, termasuk di Tanah Papua. Mengusung tema Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi Menuju Indonesia Emas 2045 peringatan ini menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan sebagai kunci kemajuan bangsa sekaligus perlindungan generasi penerus.

Laporan: Jimianus Karlodi & Karolus Daot_Jayapura

Suasana berbeda terlihat di sejumlah sekolah di Kota Jayapura, Selasa (21/4), dalam rangka memperingati Hari Kartini, para siswa perempuan tampak anggun dengan menggunakan kebaya, sementara siswa laki-laki menggunakan pakaian batik nusantara. Seperti yang terlihat di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhamadiyah Abepura, sejak pagi, para siswa tampak antusias untuk melaksanakan berbagai kegiatan di sekolah. Dikenakannya pakaian kebaya ini, dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini, dalam memperjuangkan emansipasi perempuan indonesia.

Baca Juga :  Kasus Bullying di Sekolah Kalam Kudus Berakhir Damai

“Memang untuk hari ini para siswa perempuan kami imbau menggunakan kebaya, sementara laki-laki menggunakan batik. Ini dalam rangka memperingati Hari Kartini,” kata Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Abepura, Yuli Sulistiyowati kepada Cenderawasih Pos, Selasa (21/4).

Acara dibuka dengan upacara bendera yang khidmat, diikuti oleh seluruh siswa dan guru. Pidato singkat dari Yuli Sulistiyowati selaku pembina upacara menjadi momen reflektif bagi para guru terutama siswa untuk mengenang semangat juang R.A. Kartini.

Selain memperjuangkan pendidikan bagi kaum perempuan, sosok Kartini menurut Sulistiyowati adalah seorang yang berakhlak mulia yang berjuang mengatasi kemiskinan. Ia (RA Kartini) juga dikenal memiliki perilaku yang baik dan patuh pada kedua orang tuanya serta aturan adat istiadatnya.

Baca Juga :  Pernah Terjadi Pada  Tahun 1996 Silam, Ada Kemungkinan Bisa Terulang

Melihat Semangat Merefleksikan Perjuangan Kartini di Kota Jayapura

Peringatan Hari Kartini menjadi momentum refleksi mendalam bagi kaum perempuan, termasuk di Tanah Papua. Mengusung tema Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi Menuju Indonesia Emas 2045 peringatan ini menekankan pentingnya pemberdayaan perempuan sebagai kunci kemajuan bangsa sekaligus perlindungan generasi penerus.

Laporan: Jimianus Karlodi & Karolus Daot_Jayapura

Suasana berbeda terlihat di sejumlah sekolah di Kota Jayapura, Selasa (21/4), dalam rangka memperingati Hari Kartini, para siswa perempuan tampak anggun dengan menggunakan kebaya, sementara siswa laki-laki menggunakan pakaian batik nusantara. Seperti yang terlihat di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Muhamadiyah Abepura, sejak pagi, para siswa tampak antusias untuk melaksanakan berbagai kegiatan di sekolah. Dikenakannya pakaian kebaya ini, dilakukan sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini, dalam memperjuangkan emansipasi perempuan indonesia.

Baca Juga :  Puluhan Pemain SSB Asyik Nonton Film Garuda di Dadaku

“Memang untuk hari ini para siswa perempuan kami imbau menggunakan kebaya, sementara laki-laki menggunakan batik. Ini dalam rangka memperingati Hari Kartini,” kata Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah Abepura, Yuli Sulistiyowati kepada Cenderawasih Pos, Selasa (21/4).

Acara dibuka dengan upacara bendera yang khidmat, diikuti oleh seluruh siswa dan guru. Pidato singkat dari Yuli Sulistiyowati selaku pembina upacara menjadi momen reflektif bagi para guru terutama siswa untuk mengenang semangat juang R.A. Kartini.

Selain memperjuangkan pendidikan bagi kaum perempuan, sosok Kartini menurut Sulistiyowati adalah seorang yang berakhlak mulia yang berjuang mengatasi kemiskinan. Ia (RA Kartini) juga dikenal memiliki perilaku yang baik dan patuh pada kedua orang tuanya serta aturan adat istiadatnya.

Baca Juga :  Satu Bulan Lebih Usai Diresmikan, Masih 1 OPD Belum Tempati 

Berita Terbaru

Artikel Lainnya