Kepala Bea Cukai Jayapura, Fungki Awaludin, mengatakan pemusnahan dilakukan berdasarkan Surat Persetujuan Pemusnahan dari Menteri Keuangan Nomor S-53/MK/KNL.1702/2026 tanggal 8 Mei 2026 dan Nomor S-61/MK/KNL.1702/2026 tanggal 20 Mei 2026. I
Diketahui, Sisprian telah berstatus tersangka dalam perkara dugaan suap importasi barang dan penerimaan gratifikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Dalam proses penyidikan, KPK memerik
Kasus penyelundupan vanili dan pakaian bekas (ballpress) senilai Rp1,5 miliar yang berhasil digagalkan Kodaeral X Jayapura kini ditangani oleh petugas Bea Cukai Jayapura bersama Karantina Papua. Kepala Bea Cukai Jayapura, Fungki Awaludin,
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mengusut dugaan korupsi terkait penyalahgunaan pita cukai rokok. Penyelidikan ini merupakan pengembangan dari kasus dugaan suap impor yang terjadi di Direktorat Jenderal Bea dan
“Untuk awal 2026, kami Bea Cukai Jayapura telah melaksanakan tiga kali tindakan dengan hasil temuan rokok ilegal sebanyak 39.840 batang dengan nilai Rp59 juta," ujarnya.
Dia menjelaskan bahwa Bea Cukai Jayapura terus ber
Kepala Kantor Bea Cukai Jayapura, Fungki Awaludin mengatakan peningkatan ini didorong tingginya permintaan dari sejumlah negara tujuan ekspor seperti Papua New Guinea (PNG), Jepang, Cina, dan Amerika Serikat.
Dalam sidak tersebut, Mentan Amran menegaskan praktik ini sebagai bentuk pengkhianatan terhadap petani dan kedaulatan pangan nasional. “Ini tidak boleh dibiarkan. Kita sudah swasembada, stok beras nasional lebih dari 3 j
Fungki yang didampingi Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan (KIP) Eston Erlangga mengatakan, secara keseluruhan ekspor ke PNG yang dilakukan melalui PLBN Skouw, Kota Jayapura tercatat Rp92.931.169.629.
Botol-botol miras dipecahkan satu per satu, cairannya dibuang ke dalam tong sampah besar. Sementara rokok dimusnahkan dengan cara dibakar. Asap tebal mengepul ke udara, bercampur bau menyengat alkohol yang menusuk hidung
Menanggapi hal tersebut, Kepala LNSW Oza Olavia menegaskan bahwa penerapan teknologi, termasuk AI, harus dapat meningkatkan kepatuhan para pengguna jasa. Menurut dia, fokus pemerintah bukan sekadar mendorong penerimaan n