“Kita masih mengantisipasi pengamanan di Distrik Kurulu, jangan sampai ada bentrokan sesama masyarakat, artinya jangan sampai warga yang menjadi korban dari aksi penyerangan itu melakukan penyerangan kembali, ini yang perlu kita antisipasi,” ungkapnya Senin (1/5) saat ditemui di Polres Jayawijaya.
Kodim 1702/ Jayawijaya menyesalkan adanya penyerangan yang dilakukan sekelompok masyarakat dari Kampung Waga –waga ke Koramil Kurulu yang mengakibatkan kerugian material, namun dari aksi penyerangan itu dinilai telah ditunggangi oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.
Guna meningkatkan peran dan kapasitas dalam menjalankan tugas membantu pimpinan daerah, Bagian Protokoler dan Komunikasi Pimpinan Setda Jayawijaya melakukan Bimbingan Teknis Implementasi Perundang-Undangan – Peran Dan Fungsi Sespri, Walpri, Ajudan Dan Supir Pimpinan dalam Keprotokolan di Kabupaten Jayawijaya Tahun 2023.
Aksi penyerangan tersebut dilatarbelakangi oleh adanya seorang warga atas nama Amandus Logo yang diamankan Anggota TNI yang saat melintas di jalan kampung Waga -waga dari arah Kabupaten Mamberamo Tengah ke Polsek Wamena Kota lantaran menduga ia sebagai pelaku dalam aksi pelemparan kaca mobil hingga pecah.
“Bersiaplah untuk berjuang dan mengarungi masa depan yang penuh tantangan dalam mengejar impian dan cita-cita menjadi manusia yang lebih baik, berguna bagi nusa dan bangsa”Katanya
Dandim 1702/JWY Letkol Cpn Athenius Murip.S.H.,M.H., bersama Pasi Ter Kodim 1702/JWY Kapten Inf Nur Abdillah melakukan peninjauan lokasi TMMD, bertempat di Distrik Walaik, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua penggunungan, Kamis (27/04/2023)
WAMENA- Dandim 1702/JWY Letkol Cpn Athenius Murip.S.H.,M.H., didampingi Pasi Ter Kodim 1702/JWY Kapten Inf Nur Abdillah gelar karya bakti membantu membersihkan saluran pembuangan, bertempat di Distrik Wamena, Kab. Jayawijaya, Prov. Papua Pegunungan. Senin (25/04/2023)
Pilihan konflik bersenjata antara TNI dan Polri menghadapi Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) di tanah Papua adalah suatu tontonan kekerasan bersenjata yang sangat tidak memberi manfaat apapun bagi kedua belah pihak, termasuk masyarakat sipil di Papua.