Ribuan masa yang berkumpul dari 4 wilayah yakni Sinakma, Wouma, Potikelek dan Pike dengan atribut Spanduk, dan mewarnai badan serta menggunakan kaos bercorak bintang Kejora, bahkan menggunakan pakian adat Wilayah adat Lapago untuk menghadiri aksi demo tersebut dengan cara melakukan longmars ke kantor Dewan perwakilan Rakyat Daerah.
“Harus ada saling koordinasi untuk memberantas organisasi yang menyimpang, dan memberantas kejahatan di wilayah Papua Pegunungan karena itu bertentangan dengan ajaran agama dan juga hukum dan kedaulatan dari NKRI,”ungkapnya Kamis (13/7) kemarin.
Kasatreskrim Polres Yalimo Iptu Andrian Kbarek, STr,K ketika dikonfirmasi Cenderawasih Pos membenarkan adanya penangkapan terhadap AG oleh Satgas Damai Cartenz Polda Papua di Wilayah Kabupaten Jayawijaya.
“Kami eksekutor agenda pemerintahan sementara ULMWP wilayah Lapago, kita akan gelar aksi demo damai di Kantor DPRD Jayawijaya. Kami sudah ajukan surat pemberitahuan kepada Polres Jayawijaya, namun tidak diberikan izin,”ungkapnya di Wamena, Rabu (12/7) dalam releasenya.
Kejari Jayawijaya, Salman SH, MH menyatakan, 8 Senpi dan sejumlah amunisi yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil perkara sitaan gabungan dari beberapa Polres di Provinsi Papua Pegunungan selama 2022-2023.
Dalam kunjungan tersebut, personel Satuan Binmas berkoordinasi terkait situasi Kamtibmas di Kampung Sapalek serta mengajak kepala kampung untuk bekerja sama dengan pihak kepolisan untuk mewujudkan Kamtibmas yang kondusif.
Kepala Dinas Penanaman Modal, Koperasi dan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Jayawijaya, Karel Tehupuring mengakui, sebenarnya dinas tersebut tidak pernah mengeluarkan izin untuk melakukan perjudian ataupun prostitusi dalam kota kota maupun luar kota Wamena. Perizinan yang dikeluarkan ini sesuai dengan usaha yang diajukan seperti kios, warung makan, toko kelontongan.
Dalam kunjungan tersebut, personel Satuan Binmas berkoordinasi terkait situasi Kamtibmas di Kampung Sapalek serta mengajak kepala kampung untuk bekerja sama dengan pihak kepolisan untuk mewujudkan Kamtibmas yang kondusif.
Warga yang merasa tidak puas lantaran sampai dengan saat ini lokasi pembangunan kantor Gubernur Papua Pegunungan antara distrik Wouma dan Welesi di lahan seluas 108 hektar hingga saat ini masih terjadi Pro dan Kontra dan belum di selesaikan Pemprov hingga saat ini sehingga melakukan pemalangan dengan menumpahkan material pasir dan batu menutupi jembatan Wouma yang menghubungkan wilayah Wamena dengan Distrik Kurima Kabupaten Yahukimo