Kepala Operasi Damai Cartenz-2025, Brigjen Pol. Faizal Ramadhani, menegaskan bahwa reposisi dan rekonstruksi tersebut merupakan langkah krusial dalam penegakan hukum terhadap tindak pidana kekerasan yang meresahkan masya
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK melalui Kaur Bin Ops Reskrim Ipda Sewang yang memimpin oleh TKP setelah kebakaran tersebut mengungkapkan, bahwa berdasarkan oleh TKP dan keterangan saksi yang ada di TKP, untu
"Korban ditemukan dalam kondisi tergeletak dengan luka bacok di tubuhnya. Tidak ditemukan luka tembak. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat sabetan senjata tajam," ungkap AKBP Zet Saalino
Frits pun menerangkan, tujuannya ke daerah konflik atau tergabung dalam pencarian Iptu Tomi Marbun di Sungai Rawara, Distrik Moskona, Teluk Bintuni, Papua Barat tidak lepas dari aduan yang masuk ke Komnas HAM pusat.
Kapolresta Jayapura Kota melalui Kapolsek Abepura, Kompol Komarul Huda, menjelaskan bahwa korban diketahui sedang merakit bom ikan dengan menggunakan serbuk bahan peledak yang diambil dari mortir peninggalan Perang Dunia
Untuk di Lepro, kedatangan anggota Satuan Narkoba tersebut telah tercium terlebih dahulu sehingga pelaku yang pada saat itu sedang melakukan proses produksi sopi langsung menumpahkan semua bahan fermentasi dan kemudia
Adek menyatakan, dalam proses olah TKP, tim gabungan itu membawa perlengkapan teknologi tinggi seperti Faro Tripod dan Faro Monopod. Kedua alat tersebut mampu memvisualisasikan kondisi di lokasi hilangnya Iptu Tomi dalam
Umar menyampaikan bahwa kejadian ini terjadi di Jalan BTN Grand Doyo Baru, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura pada Rabu (23 April) sekira pukul 02.00 WIT. "Saat polisi tiba di TKP, korban sudah dalam kondisi bersimbah d
KMN Sukses Selalu 1248 berada di pelabuhan tersebut karena sedang melakukan mesin. Atas temuan jenazah tersebut, Tim Identifikasi Reserse Kriminal Polres Merauke dibawah pimpinan KBO Sat Reskrim Ipda Sewang memimpin lang
Jaraknya sekitar 100-an meter dari lapak orang tuanya berjualan di Jalan Poros Koya Barat. Ia dinyatakan hilang pada Minggu (30/3) sebelum berbuka puasa. Garis polisi pun telah dipasang di lokasi dimana Alisha ditemukan
Lanjutnya menjelaskan 10 saksi yang dipanggil oleh pihaknya itu akan dilakukan pemeriksaan dengan mengunakan teknologi Lie Detector atau alat untuk mendeteksi kebohongan. "Para saksi termasuk orang tua korban akan diperi
Kapolres Jayapura AKBP Umar Nasatekay, S.I.K melalui Wakapolsek Sentani Kota AKP Heri Wicahya mengungkapkan aksi pengeroyokan yang mengakibatkan korban MD, hingga kini belum teridentifikasi (Mr. X), dikeroyok oleh lima
Adapun Personel Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz 2025 telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait penyerangan terhadap guru honorer, tenaga kesehatan, serta pembakaran fasilitas publik di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo tersebut.
Kronologis pengungkapan kasus ini bermula pada Sabtu 22 Maret 2025 sekitar pukul 11.00 WIT, aggota Polsek Heram mendapat laporan dari masyarakat adanya 2 unit kendaraan bermotor diletakkan di semak semak dan ditutupi rumput di sekitar Buper Waena. Tim kemudian bergerak menuju lokasi dan berhasil mengamankan dua barang bukti sepeda motor dan 1 barang bukti sepeda motor lainnya yang diletakkan di sekitar TKP pertama.
Dengan laju motor yang kencang dan tidak memperhatikan truk yang sedang parkir, keduanya menabrak bak truk hingga sebagian motonya masuk ke bagian bawah kolong. Diketahui Denik Wulandari meninggal dunia setelah mengalami hidung dan kaki kiri patah, kepala samping kiri pecah, kemudian dibagian hidung mengeluarkan darah.
Kapolres Merauke AKBP Leonardoi Yoga melalui Kasi Humas AKP Prih Sutejo membenarkan penemuan jenazah perempuan tersebut. Prih Sutejo menjelaskan bahwa setelah mendapat laporan, Tim identifikasi dari Satuan Reserse Polres Merauke langsung mendatangi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolres Paniai, Kompol Dedy A. Puhiri, membenarkan kejadian tragis tersebut. Ia mengungkapkan bahwa peritiswa pembunuhan tragis ini terjadi di Pelabuhan Aikai, Kampung Aikai, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah.
Okoni Siep diketahui merupakan bagian dari kelompok buron Aske Mabel, yang menembak Brigpol Iqbal Anwar Arif hingga tewas pada 17 Januari 2025. Ia ditangkap aparat Satgas Operasi Damai Cartenz di wilayah hukum Polres Yahukimo
Salah satu keluarga korban sata di TKP, menjelaskan bahwa pada pagi sekira pukul 06.00 WIT, ada keluarganya yang keluar melewati jalan itu dengan sepeda motor. Saat itu, belum ada apa-apa di tengah jalan. Tapi sekira pukul 07.00 WIT, saat pulang menemukan korban sudah terkapar di tengah jalan dalam posisi tak bernyawa.
Kapolsek Jayapura Selatan, AKP Beddu Rachman, mengungkapkan penangkapan pelaku ini dilakukan berdasarkan laporan korban pasca kejadian. Kasus ini bermula saat korban, Celvin, bersama istri dan anaknya sedang dalam perjalanan dari rumahnya di Kotaraja menuju Polimak. Saat melintas di lokasi kejadian, pelaku datang dari arah belakang dan mencoba merampas tas milik istri korban.
Hasil olah TKP menunjukkan adanya dugaan kuat bahwa ST adalah pelaku pencurian tersebut. Tim kemudian melaksanakan pengejaran dan berhasil menangkap ST di kediamannya di Polimak, Kelurahan Ardipura. Di lokasi penangkapan, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa dua karung pakaian kaos Distro yang diduga hasil curian. "Saat dibekuk, pelaku tidak bisa mengelak dan langsung dibawa ke Mapolresta Jayapura Kota untuk pemeriksaan lebih lanjut,"
Kepala kepolisian sektor (Kapolsek) Abepura Kompol Komarul Huda membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pihaknya masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sementara pelaku saat ini masih dalam pengejaran aparat. "Pelaku setelah melakukan aksinya langsung kabur. Saat ini anggota sementara olah TKP, sementara yang lainnya mencari keberadaan pelaku," jelas Kapolsek dalam keterangan tertulisnya
Berdasarkan pantauan Cenderawasih Pos, Senin (7/1) di tempat kejadian perkara (TKP), tempat pelaku tinggal tampak sepi, namun Aktivitas masyarakat disekitar komplek berjalan normal. Erik selaku pemilik kos-kosan mengatakan kedua pelaku tinggal di kos miliknya itu hampir 4 tahun namun keduanya jarang sekali berada di kos.
Kendati demikian diimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas baik di rumah maupun di gedung ataupun tempat kerja. Sehingga dapat memimimalisir terjadinya hal yang tidak diinginkan salah satunya peristiwa kebakaran seperti itu.
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Victor D. Mackbon, melalui Kasat Reskrim AKP I Dewa Gede Ditya Krishnanda menjelaskan dari hasil olah TKP Polresta Jayapura Kota bersama Bidang Laboratorium Forensik (Bidllabfor) Polda Papua menemukam adanya lubang pada atap dan plafon rumah Korban (Kadishub Kota Jayapura red) seukuran peluru.
Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Fajar Zadiq menjelaskan, kasus pembakaran terhadap helikopter ini diduga merupakan rangkaian dari kasus pembunuhan terhadap warga negara asing (WNA) atas mama Glen Malcolm Conning pada Juli 2024 lalu yang berprofesi sebagai pilot dan bekerja untuk PT Intan Angkasa Air Service.
Dan jika sebelumnya disebut OTK, setelah dilakukan olah TKP dan penyelidikan, Polisi akhirnya memastikan jika pelaku penembakan warga sipil ini adalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kelompok Lery Mayu yang dipimpin oleh Lekagak Telenggen.
Kasat Resnarkoba Polres Mimika, AKP Andi Sudirman Arif menjelaskan, pada hari Kamis sekitar pikul 16.30 WIT, tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Mimika mendapat informasi tentang adanya seseorang yang dicurigai sering memperjualbelikan obat-obatan terlarang jenis Dextromethorpan.
TKP nya sendiri berada di Kali Pagargom Distrik Waegi Kab. Puncak Jaya dan para personel Polres Puncak Jaya serta Satgas Damai Cartenz. Kapolres Puncak Jaya saat dikonfirmasi mengatakan bahwa kronologi awal kejadian bermula saat korban bersama 3 anggota lainnya hendak kembali ke Polsek Ilu dari Kota Mulia namun sesampainya di Kali Pagargom tiba-tiba korban ditembak oleh KKB dari belakang sehingga korban langsung terjatuh dari motor.
Peristiwa kebakaran di deretan Toko NIaga ini cukup menarik perhatian masyarakat tak terkecuali pihak kepolisian. Pasalnya, ruko yang terbakar itu merupakan Toko Niaga yang menjual berbagai alat tulis kantor (ATK), alat kebutuhan rumah tangga dan lain sebagainya. Harga yang relative lebih murah dan lengkap, membuat toko ini sering menjadi tujuan untuk berbelanja ATK.
Wakapolres Yapen, Kompol Marthen Luther mengatakan kedatangan pihak KNKT yang didampingi tim dari Mabes Polri itu sudah melakukan pemeriksaan kondisi Pesawat Trigana yang tergelincir.
Parang dan panah ini diduga digunakan untuk membantai korban bernama Abdul Muzakir tersebut. Kapolres Yahukimo AKBP Heru Hidayanto bersama tim melakukan patroli gabungan dan olah TKP serta menindaklanjuti kasus pembunuhan dan pembakaran terhadap 1 unit truk di Jl. Menuju Kampung Masi Distrik Dekai Kabupaten Yahukimo.
Kapolres Kepulauan Yapen, Kompol Ardyan Ukie Hercahyo, membenarkan olah TKP tersebut. Kapolres mengatakan olah TKP tersebut berawal dari laporan beberapa orang saksi yang berada di Camp pekerja proyek Pembangunan jalan.
Kronologi singkatnya kata AKP Fajar, dari tetangga korban curiga bahwa korban tidak pernah keluar dari tempat tinggalnya dalam beberapa waktu terakhir. Pada saat ditemukan, tubuh korban sudah dalam keadaan tidak utuh namun bukan karena kekerasan namun diduga digigit oleh binatang. “Untuk hasil visumnya kami belum terima namun hasil sementara yang bersangkutan diduga kuat meninggal karena sakit,” ungkap AKP Fajar.
Ketiga jenazah kini masih berada di ruang jenazah Rumah Sakit Dian Harapan Waena. Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Dr. Victor D. Mackbon melalui Kasat Lantasnya Kompol Dian Novita Pietersz saat dikonfirmasi mengatakan kecelakaan tersebut melibatkan SPM Honda Beat warna putih dengan nomor polisi PA 2462 QB dengan SPM Yamaha Jupiter-MX warna hitam nomor polisi PA 3281 AU yang dikendarai EW (22) bersama penumpangnya RW (22).
Melihat itu, kontainer yang sudah mulai mengeluarkan asap tersebut kemudian segera dipindahkan oleh alat berat dari tumpukan kontainer lainnya agar tidak menjalar ke kontainer lainnya. Tak lama kemudian, 1 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api yang masih terus membakar isi kontainer tersebut.
Adegan pertama di lobi bangunan perpustakaan itu, tersangka bersama AS datang dan naik ke lantai tiga sambil membawa minuman keras. Adegan kedua, mereka pun duduk mengkonsumsi minuman keras (miras) di lantai tiga.
Menanggapi laporan tersebut, anggota Ditsamapta Polda Papua segera merespons dan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) yang berada di seberang jalan. Dalam upaya meredakan situasi dan mengamankan pelaku maupun korban, salah satu anggota bernama Andi Zubairrahman yang saat itu sedang piket di penjagaan Polda mencoba membawa pelaku dan korban ke Polda Papua untuk menyelesaikan permasalahan.
Terlihat kepanikan sopir dan personel Damkar yang ketika itu sedang merekam proses perjalanan menuju TKP. Untungnya lemparan keras ini mengenai bagian bawah kaca sehingga tidak melukai petugas saat itu. Meski demikian dari video yang beredar justru membuat netizen mengecam aksi tindakan tak terpuji tersebut.
Olah TKP dilakukan dengan 3 adegan. Adegan pertama dilakukan pada posisi spanduk dan triplek yang dirusak, adegan kedua dilakukan dengan sasaran yang sama namun pada posisi berbeda serta adegan ketiga posisi banner yang dirusak.
Lebih lanjut dari hasil olah TKP awal, Unit Identifikasi Polresta Jayapura Kota Jayapura, pada tubuh Korban tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik. "Saat ini sedang kami tangani untuk ditindak lanjuti," ujarnya.
Pintu trali kantor pun dicoret menggunakan pilox dengan tulisan "TUTUP". Aksi ini sempat direkam oleh beberapa warga di ruko-ruko yang berada di sekitar Kantor Maxim. Namun, rekaman tersebut secara paksa diminta pihak sopir rental untuk segera dihapus.
Kronologi kejadiannya, ungkap KBO Iptu Purwantoro, kejadian bermula saat sepeda motor Yamaha M3 tanpa TNKB yang dikendarai oleh korban yang dalam pengaruh minuman beralkohol melaju dari arah Selatan ke Utara atau dari arah Blorep menuju Kelapa Lima Kondap Merauke.
Masih banyak warga yang memilih pantai ini untuk berenang dan akhirnya pada Minggu (14/4) dua bocah dilaporkan mengalami kecelakaan laut atau tenggelam. Kejadian ini terjadi di Pantai Palong Holtekamp Distrik Muara Tami dimana dua anak laki-laki berusia 10 tahun dilaporkan tenggelam saat mandi di pantai tersebut.
AT pertama kali ditemukan oleh saudaranya berinisial AP di salah satu kamar rumah sekira pukul 10.30 Wit. Korban yang tewas dengan cara mengenaskan ini sontak menghebohkan warga. Pasalnya, AP yang melihat pemandangan tersebut, langsung berteriak histeris sambil berlari keluar rumah.
Setibanya di TKP pelaku AT justru mengamuk membabi buta sambil mengayunkan dua bilah parangnya. Anggota SPKT sempat memberi tembakan peringatan namun tidak ditanggapi. Lalu AT justru melakukan penyerangan dan langsung menyabetkan parangnya ke anggota Aiptu Imam Basori hingga anggota tersebut jatuh terkena sabetan parang.
Dalam olah TKP pihak kepolisian tak menemukan adanya tanda –tanda kekerasan fisik pada tubuh korban, namun hanya mendapati dua tulisan diatas dua anak tangga yang diduga ditulis oleh korban sebelum mengakhiri hidupnya, yang bertuliskan “ selamat Tinggal I Love You Mama”
Ini juga sebagai bentuk komitmen penegakan hukum terhadap aksi kekerasan yang diduga dilakukan oleh Prajurit TNI. Tim Investigasi Kodam XVII/Cenderawasih dipimpin Dandim 1717/Puncak, Letkol Inf Jonathan Nidio Aprimanda.
Kapolsek Abepura AKP. Soeparmanto, mengatakan pasca ditemukannya tidak ada satupun anggota keluarganya datang melapor di Mapolsek Abepura. Karena itu, jenazah dari korban tersebut belum dapat disemayamkan.
Kapolresta Jayapura AKBP Fredrickus Maclarimboen melalui Kasat Reskrim AKP Sugarda A.B. Trenggoro, mengatakan, pihaknya saat ini belum mengetahui siapa yang sengaja membuang mayat bayi di bak pembuangan sampah di Jalan Tabita, Sentani.
Kapolsek menceritakan kejadian tersebut terjadi Sabtu (10/02) siang dimana korban dari arah lampu merah menuju Holtekam kemudian memarkir motornya di atas jembatan di samping trotoar dan tiba - tiba sudah ditemukan di bawah.
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ignatius Benny Adi menyampaikan bahwa pembakaran camp ini terjadi pada Selasa (6/7) yang dilakukan Orang Tak Dikenal (OTK). Benny menjelaskan bahwa kronologi kejadian dimulai saat terdengar tembakan sebanyak 4 kali disekitar lokasi Camp 81 Wilkum Pospol 99 Ndeotadi, Polres Paniai.
Kapolsek mengaku belum diketahui kerugian dan jumlah keseluruhan kios yang terbakar, sebab saat ini aparat kepolisan sedang dalam proses penyelidikan dan pendataan. "Kami saat ini masih fokus pengamanan, atas insiden perarakan jenazah," katanya.
Kapolres Mappi AKBP YS Kadang ditemui saat mengantar Kapolda Papua kembali ke Jayapura di Merauke mengungkapkan bahwa penemuan bayi perempuan yang dibuang di belakang MCK Pelabuhan Kampung Gimikya pada Jumat 6 Oktober 2023 sekitar pukul 12.00 WIT oleh seorang warga bernama Serafina Tamun.