Dia menuturkan akan gencar memerangi miras dan ganja yang masih menjadi sumber masalah di Kabupaten Keerom.“Untuk itu tolong masyarakat jauhi hal tersebut, karena tidak ada gunanya. Entah itu miras dan ganja, tidak ada b
“Setelah menerima laporan, kami langsung menuju lokasi dan melakukan pencarian bersama warga. Pencarian diperkuat oleh Tim SAR gabungan dari Polres Keerom, Ba- sarnas, BPBD, dan TNI. Korban ditemukan sejauh tiga kilomete
Kapolres Keerom, AKBP Astoto Budi melalui Kapolsek Arso Timur, Ipda Yohanis Yeremias Saumen, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat mengenai sebuah kendaraan pickup yang dicu- rigai me
Dalam kunjungan itu hadir diantaranya Pdt. Yusak Hamadi, perwakilan umat Hindu Kabupaten Keerom Ketut Wiranata, Ondo Afi wilayah Seven 42 dan Elseng Enos Waskai, Jhon Yeos, serta perwakilan paguyuban Ikawangi Keerom, Rud
Kejadian penangkapan tersebut bermula dari laporan warga Kampung Sanggaria Arso 1 yang kehilangan 3 ekor ternak sapinya yang diikat di wilayah kebun sawit dan melaporkan kejadian tersebut pada tanggal 3 April 2025 lalu
Musrenbang dibuka secara resmi oleh Bupati Keerom, Piter Gusbager yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam menyusun perencanaan pembangunan yang responsi
Sejak pertama dilantik, Christian Aer telah menghadapi berbagai dinamika keamanan di wilayah hukum Polres Keerom, mulai dari penanganan pandemi Covid-19, pengamanan pemilu, hingga pemberantasan narkoba jenis ganja, min
Empat tersangka, RO, Y, I dan K telah diamankan di Mapolres Keerom. Sementara dua tersangka lainnya, H dan E masih dalam proses pencarian. Keenam tersangka merupakan satu keluarga yang terdiri dari sepasang suami-istri,
“Ada rangkain lomba-lomba dalam rangka HUT Keerom, ada kebersihan lingkungan sekolah dan kantor. Inilah yang kita harapkan dari hal-hal kecil kita dapat membawa perubahan besar,” ujarnya.
Kata Bupati Gusbager, dirinya bersama Wakil Daud akan melakukan rekonsiliasi pasca Pilkada serta konsolidasi birokrasi. “Termasuk pembenahan terhadap pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan dan infrastruktur. Ini ya
Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu menuturkan bahwa Pemerintah Kabupaten Keerom sangat melarang keras peredaran miras di Negeri Tapal Batas, Keerom. Sehingga ASN diminta menjadi pelopor dalam memerangi miras dan ganja.
Meski hanya di tiga titik, namun seluruh pengurus-pengurus masjid dan musolah dikumpulkan di tiga masjid tersebut. Disini masjid-masjid dan musholla menerima bantuan berupa dana tunai dengan besaran bervariasi antara Rp 20 - Rp 50 juta.
Dimana diketahui, Polres Keerom bersama Bupati Keerom, Piter Gusbager baru saja memusnahkan barang bukti 608 botol miras dan 7 kg ganja pada Rabu (19/3) di halaman Mako Polres Keerom.“Semua yang terlibat dalam mengungkap kasus ini saya akan memberikan penghargaan,” ungkap Bupati Gusbager.
Barang bukti tersebut merupakan hasil pengungkapan maupun hasil sita dari berbagai kasus yang ada di Kabupaten Keerom sejak tahapan Pilkada, Natal, Tahun Baru hingga awal Maret 2025.
Apalagi jelas-jelas dalam pembuktian yang menghadirkan saksi ahli dan dokter sudah jelas menyebut jika terjadi tindakan asusila. Anehnya keterangan ini dianggap tidak menjadi bahan pertimbangan sehingga AF yang merupakan anggota Polisi dari Polres Keerom dinyatakan bebas dari tuntutan 12 tahun penjara.
Pihaknya mengaku, dari penyelidikan, penyidikan hingga naik ke meja pengadilan, kasus ini seperti diupayakan untuk ditutup-tutupi. Bahkan dengan dalil menjaga privasi korban yang masih di bawah umur itu kasus itu bahkan tidak dibuka kepublik termasuk selama persidangan berlangsung.
“Hari ini kami dari Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Papua ada di Keerom. Kami melakukan beberapa kegiatan salah satunya membagi bibit gratis yang jumlahnya 800 tanaman yang terdiri dari pinang, durian, rambutan dan beberapa jenis tanaman lainnya,” ungkap Plt Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Papua, Aries Toteles Ap.
“Pembagian takjil ini kami lakukan setiap hari, kami ingin berbagi keberkahan dengan masyarakat yang sedang berpuasaa. Terutama mereka yang masih dalam perjalanan agar tetap bisa berbuka dengan nyaman meskipun belum sampai di tujuan,” ungkap Kompol Agus
Keterlambatan pendistribusian yang berdampak pada terlambatnya penyampaian ke pemilih, tidak tepat sasaran, diserahkan bukan kepada pemilik langsung, serta penyampaian secara kolektif bukan oleh KPPS.
"Bantuan masyarakat sangat diharapkan guna meminimalisir masuk dan beredarnya ganja asal PNG dengan melaporkannya," kata Kapolres Keerom seraya mengakui, selain melalui penyuluhan ke masyarakat pihaknya juga bersinergi dengan satuan tugas pengamanan perbatasan yang bertugas di wilayah Keerom.
Dalam keterangannya, Kuasa Hukum Paslon 1, Doris Manggalang Raja Sagala mengecam keras praktik-praktik tidak sehat yang menurutnya sangat mencederai demokrasi di negeri tapal batas itu.Menurutnya salah satu bentuk kecurangan yang paling mencolok adalah terkait pelanggaran Pasal 71 ayat (2) Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 yang diduga dilakukan oleh Pasangan Calon 02, Piter Gusbager yaitu dengan melakukan penggantian pejabat 6 bulan sebelum tanggal penetapan pasangan calon tanpa mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
Sebelumnya Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Keerom, Angelo Frank menegaskan bahwa SK CPNS formasi 3000 Kabupaten Keerom yang diterbitkan oleh oknum-oknum terkait tidak ada kaiatannya dengan Pemerintah Kabupaten Keerom.
Angka tersebut terbilang rendah bila dibandingkan tahun lalu (2023) dengan 25 kasus. Artinya di tahun 2024 mengalami penurunan 12 kasus jika dibandingkan tahun 2023.
Meski secara jumlah kasus menurun, tapi di tahun 2024 barang bukti yang berhasil diungkap jauh lebih besar. Dimana di tahun 2023 Polres Keerom sukses mengamankan 6,2 kg ganja. Sementara di tahun 2024 berhasil mengamankan 18,5 kg ganja.
"Saya mengucapkan selamat menyongsong Natal 2024 dan tahun baru 2025, semoga pada momen perayaan natal tahun 2024 dan menyambut tahun baru 2025 kita dapat membawa harapan baru, kebahagiaan, dan cinta kasih serta senantiasa kita dalam lindungan tuhan," ungkap Kapolres Keerom.
Anggota Pansel DPRP Provinsi Papua Kordinator Wilayah Penggangkatan Keerom, Emma I Warpur menyampaikan bahwa dari hasil rapat pleno verifikasi dan validasi berkas peserta, untuk Kabupaten Keerom sebanyak 15 orang yang mendaftar dan 7 yang dinyatakan lolos pada tahap berikutnya.
Setelah melalui berbagai tahapan seleksi, Pansel akhirnya menemukan 5 nama calon tetap dan calon terpilih DRPK Keerom. Untuk pengangkatan Distrik Skanto dan Distrik Arso suku Abrab, anggota tetap Ana Maria Borotian (98), sementara dua anggota terpilih Yosep Wabiager (96) dan Febrianus Tafor (94).
PJ Bupati Jayawijaya Thony M Mayor, S.Pd, MM menyatakan selaku pemerintah Daerah Kabupaten Kabupaten Jayawijaya pihaknya telah menjemput mengantar dan menjemput sendiri kontingen pesparawi dari Kabupaten Jayawijaya yang telah mengikuti perlombaan tersebut di Kabupaten Keerom kemarin.
Pembangunan sarana irigasi tersebut merupakan realisasi dari Program Percepatan Peningkatan Tataguna Air Irigasi (P3-TGAI) Kementerian Pekerjaan Umum. Dari jumlah yang ada total anggaran yang dihabiskan sebesar Rp 16 miliar dengan total tenaga kerja sekira 1.050 orang.
Kemudian Provinsi Papua Tengah, juara umum diraih oleh kontingen Kabupaten Puncak. Sementara juara umum Provinsi Papua Pegunungan dimenangkan oleh kontingen Kabupaten Jayawijaya. Gubernur Papua yang diwakili oleh Pj Sekda Papua, Yohanes Walilo saat menutup iven akbar itu menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang sudah menunjukkan prestasi sepanjang lomba.
Peserta dan panitia kontingen Tolikara menyambut baik atas kunjungan Sekda Kabupaten Tolikara selaku ketua umum LPDP Tolikara. “Saya berharap Tim Pesparawi Kabupaten Keerom ini bisa menampilkan yang terbaik dalam ajang Pesparawi ini, sehingga bisa membawa nama baik Kabupaten Tolikara,”ungkap Sekda Yosua Noak Douw.
Mengenai hal itu dirinya juga sudah mengecek langsung ke Bawaslu Kerom, untuk memastikan ada tidaknya pengaduan dari masyarakat terkait hal itu. Ditingkat Bawaslu Kerom sudah ditindaklanjuti, misalnya adanya pembahasan dengan pihak Gakumdu. Ditingkat Bawaslu Kerom juga sejak ini sudah ada yang melapor kasus tersebut.
Terkait ini, akademisi Program Studi Ilmu Pemerintahan Fisip Uncen, Yakobus Richard menilai fenomena ini menjadi kemunduran dalam hal berdemokrasi. Pasalnya Parcok hanyalah penyebutan oleh pihak lain yang sebenarnya merasa adanya campur tangan polisi mendukung salah satu kandidat di Pilkada.
Kedatangan mereka ada yang langsung namun ada juga yang diwakili. Tiga Paslon tersebut adalah Boy Markus Dawir dan Dipo Wibowo untuk Pilkada Kota Jayapura, Kenius Kogoya-Nursalim Ar-Rozy serta Petrus Solossa dan Mustakim di Pilkada Keerom. Sebelum ditemui anggota Bawaslu, tim dari Paslon BMD-Dipo menyampaikan orasinya di depan Kantor Bawaslu terkait adanya politik uang dan kejanggalan di Pilkada Kota Jayapura.
Kabupaten Puncak yang menargetkan juara umum pada Pesparawi ke-14, pada hari kedua kemarin tampil memukau. Bahkan mereka berhasil meraih nilai rata-rata di atas 80 untuk lima kategori.
Chriatian Aer membantah tudingan terhadap dirinya yang dianggap mengarahkan para personilnya untuk memenangkan paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nomor urut 2 dan paslon Bupati dan Wakil Bupati Keerom nomor urut 2 pada Pilkada 2024.
Salam perpisahan disampaikan oleh Bupati Piter Gusbager, karena Pesparawi ke-XIV tahun 2024 ini, merupakan Pesparawi terakhir yang melibatkan seluruh provinsi di Tanah Papua. Pasalnya, setelah Pesparawi di Kabupaten Keerom, setiap provinsi akan menggelar Pesparawi untuk tingkat provinsi di daerah mereka masing-masing.
Rombongan Kontigen Pesparawi Yalimo ini tiba di SD Inpres 1 Arso 1 Kampung Sanggaria Distrik Arso Barat Kabupaten Keerom Propinsi Papua. Begitu tiba, rombongan disambut dengan tarian anak-anak SD Inpres 1 Arso dan Pemkab Keerom yang diwakili oleh Kepala Bappeda Keerom Julito Pereira para kepala Kampung, ketua RT, para Dewan Guru SD Inpres 1 Arso, serta warga di kampung Sanggaria Distrik Arso Barat Kabupaten Keerom.
Dalam razia ini dipimpin oleh perwira pengawas Ipda Ponidi, dengan melibatkan personel gabungan piket fungsi Polres Keerom. Ponidi mengatakan, razia dilaksanakan meliputi pemeriksaan surat-surat kendaraan, kelengkapan kendaraan, barang bawaan.
Dia juga berharap masyarakat yang menemukan pelanggaran Pemilu agar segera membuat laporan ke Bawaslu Keerom. “Harapan kami setiap masyarakat kalau menemukan pelanggaran Pemilu datang dan laporkan ke Bawaslu,” ujarnya.
Para anggota DPR Keerom telah mengambil sumpah jabatan di gedung pramuka Keerom, Selasa (5/11) siang kemarin. Adapun 6 kader Golkar yang ikut dilantik diantaranya Kanisus Kango, Yahya Sauri, Antonius Psebo, Munaji, Dominika Tafor dan Nathan Bonay. Bahkan Kanisus Kango yang meraih suara terbanyak didapuk sebagai Ketua DPR sementara.
Selain fokus pada pertanian dan perkebunan BTM juga akan fokus pada pengelolahan peternakan. Sebagaimana dirinya saat menjabat sebagai Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Rehabilitasi dia cukup aktif memberikan bantuan ternak ke masyarakat setempat.
Selain fokus pada pertanian dan perkebunan BTM juga akan fokus pada pengelolahan peternakan. Sebagaimana dirinya saat menjabat sebagai Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Rehabilitasi dia cukup aktif memberikan bantuan ternak ke masyarakat setempat.
“Kabupaten Keerom dan Waropen ini menjadi atensi kita terkait penakanan stunting,” ungkap Pj Ramses Limbong kepada Cenderawasih Pos di Keerom pekan lalu. Kata Ramses Limbong, Pemprov Papua dan Pemkab Kabupaten Keerom serta Waropen harus lebih serius menekan angka stunting di dua kabupaten itu dengan berbagai program dan intervensi.
DW kini telah diamankan oleh pihak Polres Keerom untuk mengikuti pemeriksaan lanjutan. Sementara tiga lainnya masih buron. Artinya Polres Keerom telah menetapkan 5 tersangka atas kasus penipuan SK CPNS tersebut.
Pada mulanya, Neisel mengabdikan diri sebagai tenaga kesehatan di Puskesmas Pembantu Kampung Semografi, kampung tertua dan terjauh di Keerom yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini. Bukan pekerjaan mudah bagi para nakes yang mendapatkan tugas di daerah pedalaman Keerom.
Selain bertatap muka dengan masyarakat, Ramses Limbong juga melihat langsung pelayanan di Puskesmas Ywan, melihat program pasar murah serta ikut melakukan panen jagung. Serta meninjau proses peningkatan produksi dan mutu genetik sapi melalui pelayanan inseminasi buatan.
"Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman dan edukasi kepada pemilih pemula dengan harapan dapat meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilkada Kabupaten Keerom,"ucap Ketua KPU Keerom, Merlianus Gobai.
Kaur Ident Sat Reskrim Polres Keerom, Aiptu Arianto, beserta Personil didampinggi Bhabinkamtibmas Kampung Wulukubun Brigpol Muh. Soheh, langsung melakukan identifikasi dan olah TKP untuk mengetahui penyebab kebakaran yang menghanguskan rumah milik Yosep K. Pangu.
Adapun saksi yang dihadirkan oleh JPU ini bernama Yakonias Patrik Arin. Yakonias sendiri mantan Ketua Tim Verifikasi dana Bansos tahun anggaran 2018. Sekaligus ketika itu dia menjabat sebagai Kasubag BKAD Kabupaten Keerom. Yakonias Patrik Arin menjelaskan proses pencairan dana Bansos, Kabupaten Kerom untuk Tahun Anggaran 2018 sepenuhnya tanggungjawab bupati.
Aspidsus Kajati Papua Nixon Mahuse mengatakan perkembangan kasus Sekda Keerom hingga saat ini telah mencapai ditahap pemeriksaan saksi. Seperti diketahui saksi dalam kasus tersebut sebanyak 36 saksi salah seorang saksi yang merupakan keluarga dari tersangka.
Dari pembacokan ini sang ibu meninggal dunia (MD) usai menjalani perawatan medis selama beberapa hari dirumah sakit namun tak dapat diselamatkan sebab luka yang dialami cukup serius. Sedangkan sang anak berhasil selamat.
Kapolres Keerom, AKBP Christian Aer, didampinggi Kasat Reskrim Polres Keerom AKP Jetny L. Sohilait, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Keerom bersama Timsus Polres Keerom sudah menetapkan dua orang sebagai tersangka. Yakni MKP dan DVW,
"Pelaku mendatangi rumah korban, yang mana saat itu pelaku telah mengetahui bahwa korban akan ingin turun ke Arso, kemudian melakukan pembacokan kepada korban dengan menggunakan parang yang telah dibawanya,” ungkap Kapolres Keerom, AKP Jetny L. Sohilait dalam pers rilisnya.
Christian mengungkapkan tersangka AW (48) menghabiskan nyawa korban dengan mengunakan senapan angin jenis PCP. Adapun motif pelaku dalam melakukan aksinya itu disebabkan sakit hati terhadap korban karena cintanya ditolak.
AKBP Christian, mengatakan saat ini kondisi di kabupaten Kerom cukup kondusif dimana, setiap pasangan calon (Paslon) selalu memberitahu kepada pihak kepolisian sebelum melakukan kampanye.
Pj. Bupati Jayapura Semuel di depan tim penguji Uncen berhasil mempertahankan disertasi yang mengambil bidang kajian ilmu pemerintahan, dan judul “Model Kebijakan Untuk Kesejahteraan Masyarakat Adat di Wilayah Perkebunan Kelapa Sawit Kabupaten Keerom”
Dikatakan dari hasil analisis, nantinya penerima kartu tani tersebut akan menerima bantuan berupa uang dengan nominal sekitar Rp 300 ribu. "Jadi dengan kartu ini, meski tanaman gagal panen, para petani tetap bisa membeli beras, ataupun kebutuhan lain dengan uang bantuan," jelasnya.
Petani di Keerom ini mengeluh soal jalan, dimana menurut mereka kendala utama bagi mereka selama ini, jalan yang tidak memadai sehingga kadang hasil panen mereka tidak dapat dijual kepada distributor di Kota Jayapura.
Deklarasi kampanye damai ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama oleh ketiga paslon. Serta KPU, Bawaslu, Perwakilan Pemkab Keerom, TNI-Polri, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan dan pihak-pihak terkait lainnya.
Komposisi ketiga Paslon ini cukup menarik, dimana Paslon Piter Gusbager - Daud sebagai petahana, yang akan bertarung dengan kedua Paslon pendatang baru yakni pasangan Petrus Solossa - Mustakim dan Paslon Kenius Kogoya - Nursalim.
Kejadian ini sempat menghebohkan warga sekitar dimana korban, Marselina Warombri (17), Pelajar kelas II SMA Tegasa Kabupaten Keerom tewas saat hendak mencari kayu bakar di kebun milik pamannya SG. Pihak sekolah juga merasakan kehilangan satu muridnya. Pasalnya Marselina dikenal sebagai anak yang baik dan penuh semangat.
Kapolres Keerom AKBP Christian Aer melalui Kasat Reskrim Polres Keerom, Iptu Jetny L Sohilait mengatakan penemuan jenazah korban berawal dari informasi dua orang saksi berinisial LY (32) dan CW (41) dimana saksi pertama pada pukul 08.00 WIT sedang mencuci perabotan dapur bersama saksi kedua dan melihat korban melintas menuju lokasi kejadian.
“Intinya akan tetap diselesaikan khusunya untuk NPHD masalah keamanan,” tegas Ramses. Namun dari 8 kabupaten dan 1 kota sebelumnya diberitakan jika Kabupaten Mamberamo Raya, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom yang masih "nunggak".
"Untuk terlaksananya kegiatan ini, saya telah memerintahkan Sekda Keerom untuk melakukan kordinasi lanjutan bersama. Kegiatan ini akan dihadiri oleh senator dari DPD RI, perbendaharaan negara dan lainnya sebagai narasumber," ungkap Bupati Gusbager.
Berdasarkan rekapitulasi hibah pemilihan kepala daerah per 22 Agustus tahun 2024, tiga daerah yang belum menyelesaikan NPHDnya yakni Kabupaten Keerom, Kabupaten Jayapura dan Mamberamo Raya.
Kasat Samapta Polres Keerom IPTU Samuel Yunus membenarkan bahwa tim unit patroli yang dipimpin Kanit Turjawali Sat Samapta Bripka Ibnu Khaldun berhasil mengamankan minuman keras berbagai merek sebanyak 5 karton dengan rincian 2 karton jenis Vodka, 3 karton jenis Robinson dan 2 botol jenis iceland, dengan total sebanyak 170 botol.
Kasat Reskrim Polres Keerom AKP Jetny L. Sohilait, menjelaskan, pelaku ditangkap setelah polisi mendapatkan informasi keberadaan pelaku di sekitaran Kampung Asyaman Arso Swakarsa.
Tahapan Pilkada sendiri sudah berjalan namun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Papua menyebut masih ada sejumlah kepala daerah yang hingga saat ini belum melunasi Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Salah satu yang paling besar angkanya adalah Kabupaten Keerom.
Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Papua, Elia Loupatty menilai persiapan panitia Pesparawi XIV Kabupaten Keerom masih on the track.
Menurut Loupatty, Bupati Keerom, Piter Gusbager bersama dengan panitia terus melakukan persiapan di setiap bidang
Bupati Kabupaten Keerom, Piter Gusbager turut hadir dalam undangan orang nomor satu di Indonesia tersebut, bersama sejumlah kepala daerah yang lainnya di Papua dan seluruh Indonesia.
Kegiatan diawali dengan karnaval budaya bagi peserta. Kemudian dilanjutkan dengan lomba memasukkan bola dalam keranjang, lomba memindahkan Bendera Merah Putih dan diakhiri dengan penyerahan berbagai bantuan seperti sepeda dan perlengkapan permainan anak-anak lainnya.
Program ini merupakan turunan dari program Polda Papua dalam menyampaikan pesan-pesan kamtibmas menjelang Pilkada 2024 di Kabupaten Keerom. Dengan harapan Pilkada di Keerom yang akan berlangsung dapat berjalan aman dan lancar.
Dia berharap, calon-calon yang sudah ditetapkan partai golkar plus B1KWK langsung melakukan sosialisasi di daerah pemilihan masing-masing. Kata Yopi, Kabupaten Keerom hanya mengusung Piter Gusbager sebagai kader tunggal. Piter Gusbager dinilai sukses membawa golkar sebagai partai pemenang dalam Pileg di Kabupaten Keerom.
Selain melaksanakan pengamanan Polisi juga memberi imbauan pesan pesan Kamtibmas kepada warga agar selalu menjaga keamanan dan kerukunan sesama warga di lingkungan kampung, juga jauhi miras dan Narkoba, juga selalu berkordinasi dengan polisi selaku mitra masyarakat.
"Penyerahan surat dukungan model B. Persetujuan Parpol KWK ini kepada seluruh kepala daerah di Indonesia baik Gubernur, Bupati dan Walikota," ungkap Ketua DPC PBB Kabupaten Keerom, Eko Ardiansyah.
“DPO ini kami terbitkan, karena saudara WY kami sudah panggil sebagai tersangka sebanyak 2 kali dan kami juga sudah melakukan pencarian ke rumah dan bersangkutan tidak kami temukan,” ujarnya.
Kapolres Keerom AKBP Christian Aer, S.H.,S.IK mengatakan Pemberian Reward merupakan Penghargaan dari pimpinan yang diberikan kepada personil berdasarkan prestasi kerja dan kedisplinan personil yang bersangkutan dengan kriteria yang telah di tentukan sesuai dengan kinerjanya.
Pada Kegiatan yang dilaksanakan turut dihadiri oleh BSIP Papua Ibu Siti Raodah Garudah, Sp, Babinsa Pertanian Koptu Purwanto, Ketua Kelompok Tani Karya Makmur Suratno, PPL Distrik Skanto ibu Salomina Koibur, serta Para petani Sawah Kampung Intaimelyan
Kapolres Keerom AKBP Christian Aer, S.H., S.I.K. melalui Kasat Reskrim AKP Jetny L. Sohilait, S.H., M.H. menyampaikan, bahwa kegiatan penyarahan tersangka dan barang bukti tahap II ini merupakan tindak lanjut dari penyidikan yang dilakukan Sat Reskrim Polres Keerom setelah berkas perkara tahap I sudah dinyatakan lengkap oleh kejaksaan.
Pelaksanaan KKN Uncen berlangsung di 3 Kabupaten (Kabupaten Sarmi, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom). Para mahasiswa KKN di Kabupaten Keerom akan ditempatkan di 4 distrik 16 Kampung yang AKAN berlangsung dari tanggal 23 Juli – 30 Agustus 2024.
Kasat Reskrim Polres Keerom, AKP Jetni L. Sohilait, mengatakan, WY telah 4 kali mangkir dari pemanggilan. Baik sifatnya klarifikasi dan sebagai saksi. Sehingga dari proses penyelidikan, WY pun dinaikan statusnya sebagai saksi menjadi tersangka dan sedang dalam pencarian
“Kami dalam rangka menyerap informasi, pikiran, pendapat dan pandangan langsung dari lapangan tentang apa masalah yang dihadapi tim eliminasi malaria. Karena dalam RPJMN itu, target bangsa ini 2030 eliminasi malaria sudah selesai,” ungkap Prof Ganjar Razuni.
Tak hanya memberikan apresiasi, dan semangat bagi para pelaku UMKM di Tanah Papua, tetapi juga memberikan sertifikat dan piagam kepada UMKM yang mendapat juara dalam event tersebut.
"Tapi yang bersangkutan juga tidak memenuhi kewajibannya datang memberikan keterangan. Setelah kami melakukan penyelidikan, kami sudah menerbitkan surat penangkapan saudara WY dan saat ini anggota sedang mencari yang bersangkutan," ujarnya.
Kasat Lantas Polres Keerom Iptu Zeth Paondanan sebagai koordinator pelatih Pocil Polres Keerom mengatakan, latihan sudah dilaksanakan sejak 2 minggu lalu di Polres Keerom dengan melibatkan 61 Pocil.
Dalam survei ini, LSI memilih beberapa nama tokoh yang dinilai memiliki pengaruh seperti, Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Anggota DPRD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Ketua Partai, Ketua FKUB, serta mantan Wakil Bupati.
Konvoi itu dimulai sekira pukul 15.00 WIT dengan rute, Stadion utama Lukas Enembe (Sule) sebagai titik kumpul, kemudian lanjut ke Abepura, Skyland - Entrop, Polimak - Jayapura, Dok II atas - Yapis, Mandala - SPN (Putar balik) - Dok IX - Kupang, Pelabuhan - Argapura, Hamadi - Jembatan Merah (Selesai).
Dalam rilis hasil Survei Timur Barat Research Center (TBRC) Pemilihan Bupati (Pilbup) Kabupaten Keerom. Hasilnya, nama Kenius Kogoya mengungguli petahana Bupati Keerom, Provinsi Papua, Piter Gusberger dan calon calon Bupati Keerom lainnya.
Ketua Purna Paskibraka Indonesia, Provinsi Papua, Yopi Amos Bonay, mengatakan kedua pelajar itu lolos seleksi setelah mengikuti berbagai tahap ujian, meliputi keterampilan fisik, akademis, pengetahuan seputar Pancasila dan intelegiensia umum, psikotes, wawancara dan juga tes kesehatan.
“Kegiatan Gatiplin di Polsek Arso Kota dimana kami memeriksa identitas diri masing-masing personil, sikap tampang, dan senjata yang ada di mako Polres, ini untuk meningkatkan kedisiplinan anggota agar selalu tertib administrasi apa lagi sebagai anggota polri,” kata Ipda Ponidi.
Bripka Agus Supriyo beserta anggota menyambangi masyarakat yang sedang beraktivitas di Kampung Pitewi, kemudian personel berbincang-bincang dan menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada masyarakat.
Kabid Keuangan Polda Papua menyampaikan bahwa supervisi dan asistensi yang dilaksanakan ini merupakan salah satu kegiatan yang telah direncanakan dan dijadwalkan sesuai dengan aturan yang ada, dalam mengawasi anggaran yang ada pada Polres jajaran Polda Papua.
Bripka Agus Supriyo beserta anggota menyambangi masyarakat yang sedang beraktivitas di Kampung Pitewi, kemudian personil berbincang-bincang serta menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.
Kapolres Keerom AKBP Christian Aer diwakili Wakapolres Keerom Kompol D. Pieter Kalahatu, secara langsung membagikan bibit cabai kepada petani. Pembagian bibit cabai merupakan bagian dari program pemberdayaan ketahanan pangan masyarakat, guna memaksimalkan hasil pertanian mereka.
Kegiatan penyuluhan diisi dengan workhop kelas inovasi, edukasi bahaya narkoba, membuat pojok impian, penandatanganan komitmen dan diakhiri dengan pawai membagikan stiker anti Narkoba.
Rapat dihadiri Kepala Badan Kesbangpol Keerom Rully Ririmase, Dinas Pendidikan, Duta Pancasila Paskibraka Indonesia Provinsi Papua, Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Keerom serta TNI/Polri.
Dalam sambutan Polda Papua yang dibacakan Karo Ops Polda Papua, Kombes Pol I Ketut Gede menjelaskan, dalam rangka Pilkada tahun 2024 Polda Papua mengajak semua pihak untuk sama-sama memohon do,a kepada Allah SWT agar pelaksanaan pesta demokrasi ini nanti bisa berjalan aman, lancar dan damai.
Bantuan disalurkan langsung oleh Kapolres Keerom AKBP Christian Aer, didampingi Kabag SDM Polres Keerom AKP I Ketut Aryana, Kasi Humas Polres Keerom AKP Katman, Kapolsek Arso AKP Sunardi dan Kasat Lantas Polres Keerom Iptu Zeth Paondanan S.H, serta dihadiri Kepala Kampung Sawiyatami, Manfret Bagiasi dan seluruh Warga, tokoh masyarakat dan Adat Sawiyatami.
Diketahui, selama 3 tahun kepemimpinan Bupati Gusbager, secara terbuka dirinya menyalurkan anggaran Otsus bagi masyarakat OAP, diantaranya kepada lembaga agama, lembaga adat, bantuan UMKM, pendidikan, infrastruktur, jalan dan lain sebagainya.
Ferry Amo mengatakan, hingga 16 Juni kemarin, progres pembangunan GOR Keerom sudah mencapai 84 persen. Menurutnya, prosentase tersebut masih sesuai dengan jadwal pekerjaan.