"Memang benar, saat kontak tembak pada Jumat (20/10), seorang KKB di wilayah kepala air yang diduga merupakan kelompok Titus Murib tewas," kata Letkol Inf Arif Ritongan dalam keterangan tertulisnya kepada Antara, Sabtu (21/10).
Para penambang yang kabur ini sempat bersembunyi hingga akhirnya diketahui oleh Satgas Operasi Damai Cartenz. Tanpa menunggu lama tim langsung bergerak menuju lokasi dan berhasil melakukan penyelamatan dan mengevakuasi 9 penambang tersebut.
“Jadi pernyataan Juru Bicara (Jubir) TPN-OPM, Sebby Sambom dan kekerasan yang dilakukan TPN-OPM terhadap warga sipil di Tanah Papua kian meresahkan dan mengaburkan perjuangan,” ucap Yuranus Jikwa melalui rilis yang diterima Ceposonline.com, Kamis (19/10/2023).
Ka Ops Damai Cartenz Kombes Pol Faizal Ramadhani dalam siaran pers yang diterima Antara di Jayapura, Kamis, mengatakan penyerangan tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua orang mengalami luka terkena anak panah sementara 19 orang lainnya berhasil selamat.
Kepala Operasi Damai Cartenz Kombespol Faizal Ramadhani menerangkan, jumlah 30 orang KST itu berdasar keterangan para saksi. Para pelaku terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama bertugas menyerang pekerja tambang dengan menggunakan senjata api, tombak, parang, dan panah.
Tercatat ada tujuh pendulang yang tewas dengan luka mengenaskan. Sedangkan 11 lainnya berhasil diselamatkan. Tujuh korban tewas yaitu Udin, Maun, Ardi, Hendra, Anju, Appe dan Siger. Sedangkan 11 korban yang selamat yakni Amiman, Abdul Azis, Erwin, Rahmansyah alias Rahsya, Renaldi, Hermudin, Bebeng, Markus Tumpia, Ahmad Saleh, Ohe dan Holden.
Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri mengatakan, penyerangan tersebut menewaskan lima orang pekerja tambang. Petugas telah bekerja sama dengan tokoh masyarakat dan pihak-pihak terkait untuk membantu dalam pengambilan keputusan tegas melalui proses penegakan hukum.
Ini berkaitan dengan penyanderaan Pilot Susi Air, Philips Mark Mehrtens yang sudah 8 bulan disandera. Permintaan KKB yang pernah dilontarkan adalah meminta merdeka serta senjata dan amunisi. Dua permintaan yang dipastikan tidak akan dikabulkan oleh pihak manapun.
“Semuanya sudah disiapkan, termasuk masalah teknisnya, keamanan, penyelenggaraan, pembiayaan dan semuanya. Mungkin Ibu Ribka bisa menambahkan,” kata Wapres usai Rakor dengan para Gubernur se-tanah Papua, di kantor Gubernur Papua, Selasa (10/10/2023).
Disini pihak kepolisian juga memastikan akan memperbaiki koordinasi jika akan melakukan penggeledaan di lokasi rumah ibadah. Hanya saja ini juga bisa menjadi sorotan public mengingat satu pelaku seorang motoris di Asmat berinisial YT yang juga simpatisan KKB namun tetap berproses hukum sedangkan yang di Nduga bisa diselesaikan dengan surat pernyataan.