Meski dari Oksibil menuju kantor Distrik Serambakon memakan waktu tak lebih setengah jam namun kehati-hatian tetap perlu dilakukan. Pasalnya jika salah perhitungan maka bisa saja tim Damai Cartenz yang akan jadi bulan-bulanan dari KKB yang lebih paham medan di Distrik Serambakon. Kelima jenazah KKB ini akhirnya pada Selasa (3/10) tiba di Oksibil dan langsung dibawa ke RSUD Oksibil.
Ia adalah Otobius Mimin yang dalam tubuh KKB mendapat jabatan Komandan Batalyon 1 Pemerasta dan diberi pangkat Letkol oleh KKB. Lalu lainnya adalah Komandan Wakil Intel Kodap atas nama Neas Ati Mimin dan tiga lainnya tak memiliki jabatan strategis di tubuh KKB. Hanya anggota biasa.
"Masyarakat dan Pemda Pegunungan Bintang mendukung penegakan hukum yang dilakukan TNI-Polri terhadap KKB yang seringkali melakukan aksi kekerasan," kata dia, dalam siaran pers yang diterima ANTARA, di Jayapura, Papua, Senin.
Tentara Pembebasan Nasional (TPN) Papua Barat (PB) akhirnya merilis dan membenarkan lima anggotanya yang tewas saat disergap tim Satgas Damai Cartenz di Kampung Modusit Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang.
Ka Ops Damai Cartenz 2023 Kombes Pol Dr. Faizal Ramadhani dalam kunjungan kerjanya ke Oksibil Pegunungan Bintang mengatakan semua telah kondusif dan aktifitas sudah seperti sedia kala.
Ka Ops Damai Cartenz 2023 Kombes Pol Dr. Faizal Ramadhani mengatakan, dari penyergapan Sabtu (30/9) ini ada 5 orang KKB yang dilumpuhkan dan 3 Senpi berhasil diamankan.
Satgas yang dinahkodai Kombes Dr Faizal Ramadhani menyatakan tidak ada ampun bagi pengacau keamanan. Satu persatu akan diberi tindakan tegas. Empat orang ini tewas pada Sabtu (30/9) dini hari. Keempatnya yang kerap melakukan kerusuhan di Pegubin.
"Satu bulan terakhir ini tim kami berhasil amankan 3 anggota KKB dan 1 lainnya," kata Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Dr. Faizal Ramadhani, dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Selasa (25/9).
“Itu tidak benar, tidak ada penyiksaan. Jika dilihat dari lukanya, itu bukan bentuk penyiksaan,” tegas Kapolres saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui sambungan telfonnya, Selasa (26/9).
Direktur Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (Pembela Ham) Theo Hesegem menyatakan, sekalipun mereka sudah ditangan aparat Kepolisian, namun tidak memberikan rasa aman bagi masyarakat yang ditangkap.