Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Edward Sihotang mengatakan, melalui Data pelayanan kesehatan sampai dengan awal Desember 2024 menunjukkan bahwa, jumlah penemuan terduga TBC di Kabupaten Jayapura mencapai 11.040 orang. Namun dari jumlah tersebut, warga yang dinyatakan positif TBC sebanyak 1.630 orang termasuk didalamnya 75 orang pasien TBC yang resistensi obat.
Menurut dia, kurang disiplinnya warga dalam mengkonsumsi obat dapat berbahaya terhadap penderita yang mengalami penyakit kaki gajah tersebut. Kemudian bagi masyarakat yang sudah mengkonsumsi obat pencegahan diharapkan semestinya tidak terserang penyakit tersebut.
PJ Bupati Jayawijaya Thony M Mayor, S.Pd, MM menyatakan mulai hari ini warga Distrik Koragi dan sekitar sudah bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat dan lebih baik dari sebelumnya, karena fasilitas yang ada saat ini lebih baik dari sebelumnya.
Diakui, jika Puskemas SE Kabupaten Jayapura sudah menjadi BLUD tentu bisa lebih maksimal dalam menjalankan program kegiatan karena diberikan kewenangan dalam mengelola keuangannya sendiri. Sehingga diharapkan, dari 22 Puskesmas ini bisa berubah menjadi BLUD.
Pj Bupati Jayapura Semuel Siriwa dalam mengikuti kegiatan tersebut, berharap, melalui momen HKN Ke-60 tahun 2024, masyarakat Diminta bisa terus mendorong masyarakat untuk terus menjaga kesehatan.
"Target Desember yang di Skouw, optimis selesai, sudah bisa digunakan. Tetapi lantai duanya bisa dibangun tahun depan. Karena itu anggaran dana otonomi khusus kita dapat spesifik grandnya sebanyak dua tahap," jelasnya.
dr. Willy memastikan usai dilakukan peresmian maka setelah itu sudah melakukan aktivitas pelayanan kesehatan seperti biasa disana sebab untuk peralatan alat kesehatan, serta obat -obatan sudah lengkap tinggal bagaimana melakukan penataan dan mulai beraktifitas
Dia menyebutkan Adapun penyakit yang rentan terjadi pada saat musim hujan tinggi misalnya penyebaran nyamuk Malaria. Karena ketika intensitas hujan tinggi Pasti air akan tergenang di mana-mana, sehingga proses pengembangbiakan perindukan nyamuk itu juga cukup tinggi.
Dikatakan bahwa pada 2024 pihaknya menargetkan dapat menemukan penyakit TBC sebanyak 4.000 kasus. “Sehat itu penting, karena jika sakit maka tidak bisa beraktivitas jadi mari melakukan pemeriksaan mandiri dengan dapat diobati," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamberamo Tengah, Dotius Doga mengatakan kembali beroperasinya rumah sakit setelah pihaknya melakukan rapat secara virtual bersama Kementerian Kesehatan Indonesia, pihak Pemprov Papua Pegunungan, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), direktur rumah sakit, Polres Mamteng
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Papua, Dr. dr. Arry Pongtiku, MHM, MBA menerangkan ada beberapa faktor penyebab cakupan imunisasi nOPV2 masih rendah di lima daerah tersebut, di antaranya penginputan data, faktor geografis, ada juga yang sudah diberikan tetesan vaksin polio, namun belum dilaporkan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura di Nyoman Sri Antari mengatakan, secara ketersediaan anggaran dalam DPA Dinas Kesehatan Kota Jayapura untuk membiayai program Jayapura Sehat itu sebenarnya sudah selesai.
Asisten II Setda Jayawijaya, Lekius Yikwa mengatakan pihaknya memberi apresiasi kepada tim koordinasi percepatan penurunan stunting Kabupaten Jayawijaya beserta para Kepala Distrik dan kepala kampung, serta kepala puskemas bersama yang turut mendukung program penurunan stunting di kampung kosiafe distrik Musafak.
“Ini memang fenomenanya seperti itu, turun! Biasanya di awal tahun itu kasus DBD naik jadi masyarakat sudah harus waspada di awal tahun karena di awal tahun itu DBD sudah mulai naik,” ungkap Kamaludin saat ditemui,
Asisten II Setda Jayawijaya Lekius Yikwa menyampaikan selamat dan sukses kepada seluruh warga masyarakat Distrik Pisugi, karena mulai hari ini masyarakat sudah tidak perlu pergi jauh-jauh ke kota untuk berobat.
Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Mamberamo Raya dan Dinas Kesehatan Provinsi Papua, bertujuan untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan dalam pemantauan status gizi masyarakat melalui platform digital.
Pasalnya, tim surveyor Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), Kementrian Kesehatan RI sudah berada di Ilaga ibukota Kabupaten Puncak untuk melakukan akreditasi terhadap RSUD Ilaga untuk menjadi tipe D Pratama.
“Saya rasa dalam konteks saat ini untuk menghilangkan stunting hingga angka nol belum bisa, namun bisa menekan khususnya pada usia ibu hamil dan saat anak-anak usia 1 hingga 5 tahun,” sambungnya.
Peraturan ini berlaku untuk seluruh fasilitas penyedia kesehatan mulai dari rumah sakit, puskesmas, klinik, laboratorium, penyedia layanan telemedis, hingga apotek dan industri kesehatan lain. Dan Kabupaten Jayapura secara cepat melakukan upaya percepatan dengan beberapa inovasi pengembangan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura melalui Sekretaris Dinkes Kabupaten Jayapura Edward Sihotang mengatakan, kegiatan ini sangat penting karena jika suatu perencanaan dilakukan dengan tidak baik, maka pembangunan juga tidak baik dan tidak bisa berjalan dengan lancar.
Mirisnya jika dipresentase maka ada 13.3 persen dari sekira 20 ribu anak di Kabupaten Jayapura yang terkena stunting. Meski demikian dikatakan bahwa presentase tersebut dalam angka dari WHO dikategorikan masih terkendali.
‘’Untuk pasien yang sudah resisten terhadap obat, ditangani langsung oleh RSUD Merauke. Karena di RSUD Merauke, ada dokter spesialis paru hakni dr. Hendra Sihombing yang menangani langsung pasien-pasien yang sudah resisten obat tersebut,’’ kata Nevile Muskita.
Launching dilakukan langsung oleh Pj Bupati Jayapura Semuel Siriwa didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Khoirul Lie,. narasumber expert dan Staff Teknis Komunikasi dan Transformasi Menteri Kesehatan Republik Indonesia yang didatangkan dari jakarta dan Direktur RSUD Yowari Petronela Risamasu serta disaksikan jajaran pegawai Dinkes Kabupaten Jayapura maupun kepala Puskesmas se-Kabupaten Jayapura termasuk Penanggung jawab Rekam Medis Elektronik di Puskesmas acara berlangsung di Hotel Horex Sentani.
Rizal Tandi Limbong menjelaskan bahwa penderita TB yang resisten terhadap obat tersebut disebabkan beberapa faktor. Pertama, karena kurang disiplin dalam meminum obat paket yang diberikan. Kedua, terkadang merasa sudah sehat sehingga berhenti meminum obat paket tersebut. Padahal obat trersebut harus diminum penuh selama 6 bulan.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Edward Sihotang mengatakan, kasus stunting hingga semester pertama (I) tahun 2024 mencapai 13,3 persen atau 1006 kasus yang ditemukan di Kabupaten Jayapura. Menurut Edwar, kasus stunting tersebut ditemukan berdasarkan dari proses analisis dan pengukuran pada aksi konvergensi Ke -7 yang ditemukan kasus stunting baru karena terdapat balita gizi buruk dan berat bayi rendah sejak lahir.
Pj Bupati Jayapura Semuel Siriwa mengatakan, kegiatan ini sangat strategis dan penting dalam rangka bagaimana Pemkab Jayapura meningkatkan pelayanan kesehatan baik secara individu maupun keluarga di masyarakat Kabupaten Jayapura.
Dalam spanduk tersebut, Ketua Pengadilan Negeri Merauke dijatuhkan hukuman disiplin berupa sanksi berat berupa hakim non Palu selama 2 tahun di Pengadilan Tinggi Jayapura dengan tunjangan jabatan hakim tidak dibayarkan selama menjalankan hakim non Palu.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke drg Florida Ohoiwutun ditemui media ini dalam rapat koordinasi bidang pencegahan dan pengendalian penyakit tersebut mengaku sulit untuk mencapai zero di tahun 2030.
Untuk distrik dengan kasus tertinggi malaria masih terjadi pada Distrik Yapsi/ Taja dengan API 418,8/1000 Penduduk, diikuti Distrik Namblong, dan Distrik Sentani Barat. Malaria pada ibu hamil juga menjadi salah satu prioritas penanganan karena dapat mengakibatkan anemia berat pada ibu dan mengakibatkan kematian pada ibu dan anak.
Temuan penyakit malaria di Kota Jayapura belakangan ini memang cukup tinggi. Hal itu sejalan dengan upaya yang dilakukan oleh para kader untuk melakukan penemuan malaria di lapangan guna mencegah dampak buruk dari gigitan nyamuk Malaria.
Menurutnya faktor utama tingginya angka stunting di dua wilayah tersebut, disebabkan karena memang jumlah penduduk yang ada di dua distrik itu memang yang terbanyak dari beberapa distrik lainnya yang ada di wilayah Kota Jayapura.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Khoirul Lie melalui Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Edward Sihotang mengakui, untuk distrik dengan kasus tertinggi malaria masih terjadi di Distrik Yapsi/ Taja dengan API 418,8/1000 penduduk, diikuti Distrik Namblong dan Distrik Sentani Barat.
Wakil Ketua IDI Kabupaten Mimika dr. Firdy Permana menyebutkan bahwa ada beberapa faktor utama mengapa malaria di Mimika cukup tinggi.
Yang pertama, terkait dengan kesadaran masyarakat dimana diagnosa dan pengobatan terhadap orang yang sakit tidak dilakukan dengan cepat dan tidak dilakukan hingga tuntas.
Dalam pelayanan Posyandu khusus remaja ini, selain suntikan imunisasi dan pemeriksaan kesehatan, juga ada program yang berfokus pada pendidikan tentang kesehatan reproduksi. Sehingga remaja yang datang diberikan permainan, ataupun dibekali dengan edukasi tentang reproduksi.
Rencana tersebut memerlukan dukungan multi pihak, termasuk masyarakat dengan seluruh perangkat di kampung. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 41 Tahun 2018 tentang pelaksanaan deteksi dini dan pemberian obat anti malaria oleh kader malaria pada daerah dengan situasi khusus, memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjadi kader malaria, guna melaksanakan fungsi-fungsi deteksi dini dan pemberian obat anti malaria.
Diakui, pelayanan pendidikan dan kesehatan itu sangat penting sebagai modal peningkatan SDM maupun menentukan mau dibawa kemana bangsa ini. Jika SDM di Kabupaten Jayapura semua sehat jasmani dan rohani serta cerdas, tentu SDM Kabupaten Jayapura bisa diandalkan.
Beberapa fasilitas kesehatan yang dibangun itu menggunakan alokasi dana DAK, otonomi khusus dan dana alokasi umum. Hingga saat ini berdasarkan progres pembangunannya rata-rata pekerjaannya belum mencapai 50%.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura Ni Nyoman Sri Antari mengatakan pengadaan mobil penunjang pelayanan tenaga medis di fasilitas-fasilitas dianggarkan tahun ini senilai Rp 2,9 miliar lebih, melalui anggaran dana alokasi khusus 2024.
Dalam sebulan itu ditemukan sekitar seratusan, bahkan lebih. Setelah ditemukan mereka langsung diberi penanganan berupa obat anti malaria. Bahkan kegiatan surveilans itu dilakukan setiap minggu dan kemudian dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kota Jayapura.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Johnson Ubra mengatakan, sistem yang dibuat ini terintegrasi dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika, otoritas keamanan bandara dan pelabuhan.
Oleh karena itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Edward Sihotang mengimbau, kepada masyarakat Kabupaten Jayapura dalam menghadapi perubahan cuaca tetap menjaga kesehatan dengan cara berperilaku hidup bersih dan sehat, menjaga pola makan yang bergizi dan tetap rajin berolahraga.
Nevile menjelaskan, sepanjang izin operasional belum ada maka rumah sakit yang sudah dibangun tersebut belum bisa digunakan. ‘’Kemarin kita memang tunggu dulu strukturnya untuk bisa mengajukan izin opoerasional, dan struktur dan pejabatnya sudah ada sehingga kita baru mengajukan izin operasionalnya,’’ jelasnya.
Kerjasama itu terkait upaya Pemerintah Kota Jayapura untuk menemukan kasus-kasus atau penyakit-penyakit menular di Kota Jayapura. Seperti HIV AIDS, Tuberculosis dan beberapa penyakit menular lainnya
Menurut Sri, mekanisme sebenarnya untuk memastikan pasien mengidap penyakit tersebut harusnya dari rumah sakit mengirim hasil pemeriksaan ke Labkesmas dan dilakukan pengujian, baru bisa dipastikan positif atau tidak.
Terkait hal ini Kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Khoirul Lie melalui Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Edward Sihotang mengatakan, kasus cacar monyet memang terjadi Indonesia, namun tidak ditemukan di masyarakat Kabupaten Jayapura. Meski demikian tetap harus dilakukan antisipasi namun tidak perlu panik.
Sekretaris Dinkes Kabupaten Jayapura Edward Sihotang mengatakan, target Dinas Kesehatan dalam pemberian vaksin imunisasi polio kepada balita, bayi dan anak usia dini di Kabupaten Jayapura sebanyak 22.904 kategori bayi, balita dan anak usia dini di Kabupaten Jayapura.
Dijelaskan, pemberian vaksin PIN Polio lengkap diwajibkan dari target 22.904 kategori bayi, balita dan anak usia dini di Kabupaten Jayapura, sudah bisa mendapatkan vaksin PIN Polio putaran satu dan putaran dua minimal 90 persen lebih dari sasaran target sasaran di atas. Jika tidak maka, untuk pemberian vaksin PIN Polio putaran tiga dua putaran empat tidak bisa diberikan.
Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya dokter Willy Mambieuw, S.pB menyatakan berdasarkan komitmen telah disepakati, maka 4 September akan melaunching gerakan bapak asuh anak stunting (BAAS) yang dilakukan di distrik Asologaima.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari mengatakan, sejauh ini baru ada satu orang yang terindikasi dan kemudian lakukan pemeriksaan, namun hasilnya negatif.
Monkeypox ditandai dengan gejala berupa pembengkakan kelenjar getah bening, yang biasanya terjadi di rahang bawah, leher, dan selangkangan. Mpox juga disertai gejala yang mirip dengan cacar air, terutama ruam atau bintil berair di dada, wajah, hingga bagian dalam mulut dan hidung.
Kepala Disnakkeswan Kabupaten Mimika drh Sabelina Fitriani mengatakan, total populasi ternak babi di Mimika yang awalnya berjumlah 12.000 ekor kini tersisa 3.000-an ekor. Oleh karena itu, Sabelina meminta kepada peternak yang masih memiliki ternak babi agar tetap berhati-hati dan waspada menjaga ternaknya terhindar dari virus ASF.
Reynold mengatakan, saat ini pelayanan kesehatan di Distrik Alama pasca kejadian itu menjadi terhambat bahkan tidak berjalan. Oleh karena itu, Dinkes juga akan menggelar rapat bersama lintas sektor serta tokoh-tokoh masyarakat dari wilayah pegunungan Mimika untuk mengatasi pelayanan kesehatan di wilayah pegunungan yang saat ini terganggu.
Diakui, kegunaan sistem RME secara umum yaitu sebagai pemeliharaan kesehatan dan pengobatan pasien, alat bukti dalam proses penegakan hukum, penegakan etika kedokteran, sebagai dasar pembiayaan kesehatan dan data statistic kesehatan, menghemat waktu layanan pada saat pendaftaran, menghemat penggunaan kertas (paperless).
Menurut Robby, pihaknya akan memanfaatkan yang lokal. Sebab banyak tenaga kesehatan (Nakes) di Papua. “Kita punya tenaga dokter banyak di Papua, ada dari Uncen juga kabupaten. Hanya saja belum ada petunjuk dari kementerian. Namun keinginan kami memprioritaskan anak anak Papua,” kata Robby.
Sekretaris Dinkes Jayawijaya, Monika Mallisa, S.KM, M.KM menyatakan pihaknya dari dinas kesehatan Kabupaten Jayawijaya melaksanakan kegiatan pertemuan Kolaborasi TB-HIV bersama Komisi Penanggulangan AIDS untuk mencari kesepakatan antara dinas kesehatan dan KPA guna menurunkan infeksi TB dan HIV.
Dikatakan, besar kemungkinan warga yang mengaku belum memiliki jamban sehat itu merupakan keluarga baru yang baru Mandiri dari orang tuanya. Karena itu sekali lagi untuk persoalan pemenuhan kebutuhan jamban ini semestinya perlu dikoordinasi atau dikomunikasikan kepada pemerintah kampung masing-masing.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari mengatakan, dari data jumlah tersebut, yang paling banyak itu berada di Kelurahan Gurabesi, hanya saja dia tidak merincikan berapa banyak anak-anak stunting di wilayah tersebut.
Menurut Benedicta nantinya aka nada hari minum tablet tambah darah setelah bersepakat dengan kabupaten dan sekolah-sekolah khusus remaja-remaja putri yang ada di SMP dan SMA-SMK.
Kabid Sumber Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, Eduardus P. Tumanggor mengatakan penyuluhan keamanan pangan bagi pelaku usaha industri rumah tangga khususnya pangan ini dilakukan bagi para pelaku usaha yang telah memproduksi dan mengedarkan produk rumah tangga (PRT) namun belum memiliki sertifi- kasi keamanan pangan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura melalui Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Edward Sihotang mengatakan, kehadiran Presiden RI Joko Widodo di Posyandu Rajawali III Perumahan Graha Nendali memberikan motivasi kepada ibu yang memiliki anak untuk dilakukan imunisasi PIN Polio, dimana ada 120 anak hadir menerima imunisasi volio diliat dari ekspektasi.
Kedua, DAMIU wajib memiliki Surat Jaminan Pasok Air Baku dari PDAM atau perusahaan yang memiliki Izin Pengambilan Air dari Instansi yang berwenang. Ketiga, DAMIU wajib memiliki laporan hasil uji air minum yang dihasilkan dari laboratorium pemeriksaan kualitas air yang ditunjuk pemerintah kabupaten/kota atau yang terakreditasi.
Berdasarkan data capaian pekan imunisasi nasional (PIN) polio Kabupaten Mamberamo Raya dengan total sasaran 7,654. Dari jumlah tersebut, cakupan dosis I baru 30 persen dan cakupan dosis 10.8 persen.
Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura terus berupaya meningkatkan percepatan pemberian vaksinasi PIN Polio kepada peserta didik di setiap sekolah.
Pasalnya dari hasil uji laboratorium yang dilakukan pihaknya bersama dengan lapkesda provinsi papua, ada sekitar 28 tempat usaha air minum isi ulang, di Kota Jayapura yang terkontaminasi Bakteri E.Coli.
Dinkes Kota Jayapura diberikan target oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi (PUSDATIN) Kemendikbudristek, sebanyak 66 ribu anak yang harus diberikan imunisasi polio pada tahun 2024.
Untuk memastikan peserta didik saat tampil dalam acara puncak tersebut, ia meminta kerjasama orang tua untuk memastikan anak- anaknya tetap dalam kondisi fit tidak ada sakit bawaan. Sehingga selama acara berlangsung kondisi tubuh tetap kuat dan sehat.
Sekretaris Dinas Kesehatan Papua Aaron Rumainum menjelaskan dana sebesar itu dialokasikan untuk memberikan makanan tambahan kepada balita yang mengalami masalah gizi.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Khairul Lie melalui Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Edward Sihotang mengatakan, Pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Wilayah Kabupaten Jayapura, ditargetkan bisa capai 95 persen dari target sasaran yang ada.
"Saya telah konfirmasi petugas medis di lapangan bahwa kasus DBD di Kabupaten Jayapura sampai ada yang meninggal dunia tidak ada, jikapun ada yang terkena DBD tidak sampai meninggal dunia dan kita langsung lakukan fogging untuk memutus nyamuk yang menyebabkan DBD,"ujarnya
Kedua Puskesmas ini dibangun dengan menggunakan dana Otsus dan dana alokasi khusus (DAK). Khusus Skouw, saat ini hanya dibangun satu lantai saja. Sementara Elly Uyo akan direhab bangunan bagian depan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura dr Ni Nyoman Sri Antari mengatakan Puskemas tersebut masih baru, hanya saja kondisinya rusak parah akibat gempa bumi yang terjadi tahun 2023 lalu.
Dia mengakui, pengusaha air galon atau air isi ulang di kota Jayapura sejauh ini sangat banyak. Pemerintah kota Jayapura melalui Dinas Kesehatan terus melakukan pengawasan di lapangan sesuai dengan prosedur yang berlaku di mana pemeriksaan itu dilakukan sebanyak dua kali dalam satu tahun.
Tingginya angka left out BCG dan DPT sehingga dari laporan hanya terdapat tiga kabupaten yang melaporkan data PWS di bulan Maret 2024 diantaranya Kabupaten Kepulauan Yapen, Kota Jayapura, dan Keerom.
Maria Endang Sumiwi yang lahir dan besar di Merauke itu saat tiba di Merauke telah mengunjungi posyandu sejahtera, puskesmas Mopah, lalu pustu dan puskesmas Sota. Maria melihat ada banyak layanan yang harus diperkuat di dalam layanan primer. Dalam memperkuat layanan primer ini, lanjut Maria Endang Sumiwi, ada beberapa usaha yang dilakukan pemerintah pusat.
Untuk tahun 2024 ini sudah ada 2 item (AMIU) yang dilakukan sampling oleh BBPOM Jayapura. Dari hasil sampling parameter kimia dan mikro biologi semuanya memenuhi syarat dengan begitu, maka kedua item Amiu ini layak dikonsumsi oleh masyarakat.
Mengingat hal ini juga mempengaruhi pelayanan tenaga kesehatan kepada masyarakat di masing-masing wilayah Puskesmas tersebut. Selain itu faktor kerusakan akibat bencana alam juga menyebabkan pemerintah memprogramkan untuk perbaikan dan membangun baru hasil tes Puskesmas tersebut.
Dia mengatakan yang paling diantisipasi pada saat pelaksanaan kegiatan itu adalah kelelahan dan dehidrasi yang bisa saja dialami oleh anak-anak ataupun orang dewasa. Apalagi kegiatan serupa dan pengalaman serupa juga pernah terjadi pada pelaksanaan kegiatan Pon 20 di Papua beberapa waktu lalu. Di mana saat itu lebih dari 20 anak harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit akibat kelelahan dan dehidrasi .
PJ Bupati Jayawijaya Thony M Mayor, S.Pd, MM menyatakanimunisasi polio yang dilakukan dipasar ini agar bsa menjangkau masyarakat dan anak -anak lebih banyak, selain itu informasi kesehatan yang disampaikan petugas bisa diketahui masyarakat, karena diketahui pasar ini merupakan tempat berkumpul orang melakukan transaksi jual beli pasti banyak pengunjung kesini membawa anak mereka.
Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura melalui Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura Edward Sihotang menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga pasien dan masyarakat di Distrik Yokari.
Dari 898 kasus yang terjadi selama kurun waktu lima thaun terakhir ini, kata Kadinkes Daud Duwiri, tiap tahun laporan kasus ini terus mengalami peningkatan. Seperti pada tahun 2020 baru terdeteksi 124 kasus, tahun 2021 meningkat ke 126 kasus, tahun 2022 turun ke 92 kasus, tahun 2023 naik ke 344 kasus, dan hingga Mei 2024 sudah terlapor 68 kasus. Rata-rata kasus baru pertahun disebutkan mencapai 179,6 kasus pertahun.
Darwin Tobing menyebutkan, digelarnya PIN Polio di Kabupaten Puncak sebagai upaya pencegahan setelah adanya informasi bahwa tiga kasus virus polio varian baru sudah ditemukan di Papua. Dimana satu kasus di Mimika, Papua Tengah, satu kasus di Nduga, Papua Pegunungan,dan satu kasus di Asmat, Papua Selatan.
Dia mengatakan, penyakit-penyakit yang biasanya muncul pada saat peralihan musim seperti malaria demam berdarah infeksi pernapasan atas atau ISPA juga diare. Penyakit-penyakit ini yang seringkali dianggap perawan dan sering dialami oleh masyarakat.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Provisi Papua pegunungan dr. Ronny Situmorang, M. Kes menyatakanpemberian imunisasi Polio ini karena untuk memberikan perlindungan kepada anak -anak yang akan menjadi generasi penerus di Papua pegunungan sebab kasus ini sudah masuk ke wilayah Papua pegunungan seperti di Kabupaten Nduga, dan juga di Provinsi Papua tengah Kabupaten Mimika dan Provinsi Papua selatan kabuaten Merauke.
Dikatakan, Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor telah menorong seluruh Puskesmas di Pulau Karang ini untuk terakreditasi. Melihat betapa pentingnya layanan kesehatan di masyarakat, dalam membantu kebutuhan dan program strategis pemerintah yang telah disusun dengan baik.
Dijelaskan, upaya yang dilakukan dalam meminimalisir malaria yakni meningkatkan petugas mikroskopis malaria di Puskesmas dan Rumah Sakit (RS), dengan memberikan pelatihan mikroskopis malaria yang merupakan petugas laboratorium Puskesmas dan Rumah Sakit di Kabupaten Jayapura.
Turut hadir, perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Papua, serta Penjabat Eslon III, dan IV, Kepala-Kepala ruangan, serta Dokter dan jajaran RS BLUD Abepura, Direktur RS BLUD Abepura, dr. Daisy C. Urbinas, mengatakan penerapan SIMR ini di RS BLUD Abepura sudah sejak lama, hanya saja belum diterapkan secara maksimal.
Edward menerangkan, untuk imunisasi putaran ke dua telah mencapai 6.363 anak atau 29,1 persen, yakni anak usia 0-59 bln 3.629, anak usia 5-<7 tahun sebanyak 2.006 anak dan anak usia 7 tahun sebanyak 728.
Kepala PKR Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Inge Silvia ditemui media di PKR Merauke mengungkapkan bahwa dari 7.352 orang yang menjalani VCT sejak Januari-Mei 2024, tercatat 42 orang ditemukan terpapar atau positif terinveksi HIV. Dari 42 orang yang positif HIV ini, dengan pintu masuk yakni lewat ibu hamil 2 orang, hubungan seks 27 orang, TBC 4 orang, PITC 8 orang. Dan WBP 1 orang.
Karena itu, kata dia, pihaknya terus melakukan upaya untuk mengoptimalkan capaian pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di daerah ini dengan menyisir anak usia 0-8 tahun atau hingga kelas dua SD.
Pelaksanaan PIN Polio sendiri sudah dilakukan pada 7 Mei 2024. Pelaksanaan PIN membutuhkan strategi lain untuk Kabupaten Jayapura, mengingat banyak aktivitas libur dan mengejar cakupan vaksin polio (tetes manis) ada beberapa upaya yang dilakukan Dinkes Kab. Jayapura. Salah satunya dengan mempercepat pelaksanaan PIN 2 yang seharusnya dimulai pada awal bulan Juli, ini sudah digenjot pada akhir bulan Juni.
Hanya saja kata Ridwan, cakupan imunisasi masih sangat rendah. “Seharusnya, dalam dua pekan sejak 27 Mei 2024, kita sudah mencapai target putaran pertama 95% dan lanjut ke putaran berikutnya. Tapi, hingga kini hampir satu bulan berlalu, kita belum mencapainya,” kata Ridwan.
Terkait dengan upaya Dinas Kesehatan dalam penanganan IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) Bahan Berbahaya dan Beracun B3 di Lingkungan Puskesmas Kab. Jayapura, Dinkes Kab. Jayapura bersama Unicef melaksanakan program tersebut, dengan cara menyediakan pengelolaan IPAL pada beberapa Puskesmas yang ada.
Terkait dengan flu burung tersebut, Sekretaris Dinas Kesehatan Papua, dr Aaron Rumainum, mengatakan kasus ini belum masuk ke Papua bahkan Indonesia. Kendati demikian, pihaknya meminta masyarakat untuk tetap waspada.
Menurutnya, stunting disebabkan oleh banyak faktor, tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi saja, tetapi juga faktor pola asuh, faktor anemia pada remaja putri, faktor asupan gizi bagi ibu hamil hingga melahirkan dan ada juga yang disebabkan oleh kesehatan bayi dan balita pada masa pertumbuhan.
Seperti halnya yang dilakukan oleh Puskesmas Sumberker Biak, sebanyak 37 pemuda-pemudi yang tergabung dalam PAM GKI Jemaat Diaspora SPV Waropen, diperiksa secara kolektif khusus pemeriksaan darah malaria.
Adapun jenis pemeriksaan yang dilakukan oleh pihaknya, yaitu pemeriksaan HIV-AIDS, TBC dan beberapa jenis penyakit kronis lainnya termasuk malaria dan hipertensi. Selain itu para calon pasangan suami istri itu juga akan diberikan penyuluhan tentang kesehatan.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Fransiska Tekege menjelaskan, dari angka 45,6 persen tersebut, jumlah anak yang telah diimunisasi per Minggu, 9 Juni 2024 sebanyak 25.601 anak dari target 55.570 anak, sejak pelaksanaanya pada 27 Mei 2024 lalu.
Ia menyebut percepatan PIN Polio di daerah ini terjadi atas kerja sama dan kerja keras semua elemen, di antaranya melibatkan 11 puskesmas, tenaga kesehatan, kepala kelurahan, dan orang tua dari anak-anak penerima imunisasi polio.
Pemeriksaan dilakukan secara makroskopis oleh petugas kesehatan hewan Disnakkeswan yang hadir dengan memeriksa mata, hidung, mulut hingga telinga sapi untuk memenuhi persyaratan kelayakan hewan kurban.
Kegiatan ini dihadiri oleh, pihak Kementerian Agama Kota Jayapura, forum kerukunan antar umat beragama kota Jayapura, Badan Kesbangpol, pihak Polresta Jayapura, paguyuban se-kota Jayapura, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh adat, organisasi kepemudaan seperti Gamki, PMK RI dan organisasi lainnya serta para lurah dan kepala-kepala kampung di kota Jayapura.