Sang Flexing, Asisten I Setda Gayo Resmi Mengundurkan Diri

KUDUS — Keputusan mengejutkan datang dari jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gayo Lues, Provinsi Aceh. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Gayo Lues, dr. H. Nevirizal, resmi mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya setelah sang putri menjadi sasaran kritik publik akibat unggahan pamer gaya hidup mewah (flexing) di berbagai platform media sosial.

Polemik yang bermula dari ruang digital tersebut dengan cepat membesar hingga memicu dinamika di tengah masyarakat. Tak ingin persoalan pribadi keluarganya berdampak pada stabilitas roda pemerintahan daerah, Nevirizal memilih mengambil langkah retret dari posisinya sebagai pejabat eselon II.

Melalui surat resmi yang dilayangkan kepada Penjabat (Pj) Bupati Gayo Lues, Nevirizal menegaskan bahwa keputusan mundur ini murni didasari atas pertimbangan etika kepemimpinan dan tanggung jawab moral sebagai seorang kepala keluarga sekaligus pejabat publik.

Baca Juga :  Pemkab Teken MoU dengan Sejumlah Rumah Sakit di Kota Jayapura

“Saya mengundurkan diri demi menjaga nama baik dan kredibilitas institusi Pemkab Gayo Lues yang selama ini saya wakili, serta memberikan ruang bagi proses evaluasi berjalan secara objektif tanpa membebani jalannya roda pemerintahan,” ungkap Nevirizal dalam keterangan tertulisnya.

Ia berharap keputusannya dapat meredam kegaduhan publik dan menjadi pengingat bagi seluruh pimpinan aparatur sipil negara (ASN) akan pentingnya menjaga pembinaan etika serta sensitivitas di lingkungan keluarga pejabat. Sorotan tajam warganet berawal dari beredarnya potongan gambar dan video milik putri Nevirizal di media sosial.

KUDUS — Keputusan mengejutkan datang dari jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gayo Lues, Provinsi Aceh. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Gayo Lues, dr. H. Nevirizal, resmi mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya setelah sang putri menjadi sasaran kritik publik akibat unggahan pamer gaya hidup mewah (flexing) di berbagai platform media sosial.

Polemik yang bermula dari ruang digital tersebut dengan cepat membesar hingga memicu dinamika di tengah masyarakat. Tak ingin persoalan pribadi keluarganya berdampak pada stabilitas roda pemerintahan daerah, Nevirizal memilih mengambil langkah retret dari posisinya sebagai pejabat eselon II.

Melalui surat resmi yang dilayangkan kepada Penjabat (Pj) Bupati Gayo Lues, Nevirizal menegaskan bahwa keputusan mundur ini murni didasari atas pertimbangan etika kepemimpinan dan tanggung jawab moral sebagai seorang kepala keluarga sekaligus pejabat publik.

Baca Juga :  Kinerja 6 Bulan Prabowo Capai 74,6 Persen

“Saya mengundurkan diri demi menjaga nama baik dan kredibilitas institusi Pemkab Gayo Lues yang selama ini saya wakili, serta memberikan ruang bagi proses evaluasi berjalan secara objektif tanpa membebani jalannya roda pemerintahan,” ungkap Nevirizal dalam keterangan tertulisnya.

Ia berharap keputusannya dapat meredam kegaduhan publik dan menjadi pengingat bagi seluruh pimpinan aparatur sipil negara (ASN) akan pentingnya menjaga pembinaan etika serta sensitivitas di lingkungan keluarga pejabat. Sorotan tajam warganet berawal dari beredarnya potongan gambar dan video milik putri Nevirizal di media sosial.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya