Sejumlah konten yang diunggah dinilai memperlihatkan kepemilikan barang bernilai fantastis dan gaya hidup di luar batas kewajaran. Rangkaian konten yang memicu gelombang kritik publik tersebut antara lain momen liburan mewah, dokumentasi perjalanan wisata ke sejumlah destinasi mancanegara yang dikemas secara mencolok.
Lalu hadiah kendaraan. Unggahan yang memperlihatkan penerimaan hadiah unit kendaraan bernilai tinggi. Lainnya adalah sisi kontroversial jeriken BBM. Foto yang menampilkan tumpukan jeriken berisi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang lantas memicu dugaan kepemilikan atau aktivitas tertentu di luar kepatutan. Seiring derasnya sorotan, putri sang pejabat akhirnya menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik.
Ia mengakui kekhilafannya dan menyadari bahwa konten-konten yang diunggahnya dibuat tanpa mempertimbangkan dampak sosial, etika, serta beban moral yang harus ditanggung oleh sang ayah sebagai abdi negara. Kasus yang menimpa Nevirizal ini menambah deretan panjang pejabat publik yang harus melepaskan jabatannya akibat aktivitas anggota keluarga di media sosial.
Peristiwa di Kabupaten Gayo Lues ini kembali mempertegas instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan KemenPAN-RB agar seluruh ASN beserta keluarganya menerapkan pola hidup sederhana, bijak memanfaatkan media sosial, serta senantiasa menjaga kepatutan di tengah masyarakat. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Sejumlah konten yang diunggah dinilai memperlihatkan kepemilikan barang bernilai fantastis dan gaya hidup di luar batas kewajaran. Rangkaian konten yang memicu gelombang kritik publik tersebut antara lain momen liburan mewah, dokumentasi perjalanan wisata ke sejumlah destinasi mancanegara yang dikemas secara mencolok.
Lalu hadiah kendaraan. Unggahan yang memperlihatkan penerimaan hadiah unit kendaraan bernilai tinggi. Lainnya adalah sisi kontroversial jeriken BBM. Foto yang menampilkan tumpukan jeriken berisi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang lantas memicu dugaan kepemilikan atau aktivitas tertentu di luar kepatutan. Seiring derasnya sorotan, putri sang pejabat akhirnya menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik.
Ia mengakui kekhilafannya dan menyadari bahwa konten-konten yang diunggahnya dibuat tanpa mempertimbangkan dampak sosial, etika, serta beban moral yang harus ditanggung oleh sang ayah sebagai abdi negara. Kasus yang menimpa Nevirizal ini menambah deretan panjang pejabat publik yang harus melepaskan jabatannya akibat aktivitas anggota keluarga di media sosial.
Peristiwa di Kabupaten Gayo Lues ini kembali mempertegas instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan KemenPAN-RB agar seluruh ASN beserta keluarganya menerapkan pola hidup sederhana, bijak memanfaatkan media sosial, serta senantiasa menjaga kepatutan di tengah masyarakat. (*)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q