Monday, February 9, 2026
27.7 C
Jayapura

Jejak Panjang Santa Claus: Transformasi Tokoh Sejarah Menjadi Ikon Natal Dunia

Figur Santa Claus yang setiap tahun identik dengan perayaan Natal ternyata tidak muncul begitu saja. Di balik karakter ceria berjubah merah itu, tersimpan kisah sejarah yang bermula dari seorang tokoh nyata.

Mengutip dari History.com, Santa Claus berakar dari sosok Santo Nicholas, seorang uskup Kristen yang hidup pada abad ke-4 di wilayah Myra, yang kini berada di bagian selatan Turki. Santo Nicholas dikenal luas karena sikap dermawannya, terutama kepada anak-anak dan masyarakat kurang mampu, sehingga kisah kebaikannya terus diceritakan lintas generasi.

Cerita tentang Santo Nicholas kemudian menyebar ke berbagai wilayah Eropa seiring berkembangnya ajaran Kristen dan jalur perdagangan.

Menurut laporan National Geographic, penghormatan terhadap tokoh ini bertransformasi sesuai budaya setempat. Di Belanda, ia dikenal dengan nama Sinterklaas, figur yang dipercaya membawa hadiah bagi anak-anak setiap awal Desember. Tradisi itu kemudian ikut terbawa ke Amerika Utara ketika para imigran Belanda menetap di wilayah New Amsterdam pada abad ke-17.

Baca Juga :  Hari Ayah Nasional, Peran Kunci Ayah dalam Membentuk Generasi Unggul Bangsa

Perubahan besar terhadap sosok Santa Claus mulai terlihat pada abad ke 19. Britannica mencatat bahwa publikasi puisi berjudul A Visit from St. Nicholas pada tahun 1823 memberi warna baru pada karakter ini.

Santa mulai digambarkan sebagai sosok ceria yang berkeliling menggunakan kereta luncur yang ditarik rusa, meninggalkan kesan religius yang kental dan bergeser menjadi figur hiburan yang dekat dengan dunia anak-anak.

Penguatan citra visual Santa Claus berlanjut pada akhir abad ke-19 melalui ilustrasi kartunis Thomas Nast. Nast memperkenalkan gambaran Santa sebagai pria bertubuh besar dengan janggut putih tebal yang tinggal di Kutub Utara. Representasi ini kemudian semakin melekat di benak publik setelah dipopulerkan secara luas oleh media dan iklan komersial sepanjang abad ke-20.

Baca Juga :  Obat Covid-19 Generik Palsu dari India Beredar

Figur Santa Claus yang setiap tahun identik dengan perayaan Natal ternyata tidak muncul begitu saja. Di balik karakter ceria berjubah merah itu, tersimpan kisah sejarah yang bermula dari seorang tokoh nyata.

Mengutip dari History.com, Santa Claus berakar dari sosok Santo Nicholas, seorang uskup Kristen yang hidup pada abad ke-4 di wilayah Myra, yang kini berada di bagian selatan Turki. Santo Nicholas dikenal luas karena sikap dermawannya, terutama kepada anak-anak dan masyarakat kurang mampu, sehingga kisah kebaikannya terus diceritakan lintas generasi.

Cerita tentang Santo Nicholas kemudian menyebar ke berbagai wilayah Eropa seiring berkembangnya ajaran Kristen dan jalur perdagangan.

Menurut laporan National Geographic, penghormatan terhadap tokoh ini bertransformasi sesuai budaya setempat. Di Belanda, ia dikenal dengan nama Sinterklaas, figur yang dipercaya membawa hadiah bagi anak-anak setiap awal Desember. Tradisi itu kemudian ikut terbawa ke Amerika Utara ketika para imigran Belanda menetap di wilayah New Amsterdam pada abad ke-17.

Baca Juga :  Canangkan Bulan Natal, Menkopolkam Lepas Chrismas Parade Papua Selatan

Perubahan besar terhadap sosok Santa Claus mulai terlihat pada abad ke 19. Britannica mencatat bahwa publikasi puisi berjudul A Visit from St. Nicholas pada tahun 1823 memberi warna baru pada karakter ini.

Santa mulai digambarkan sebagai sosok ceria yang berkeliling menggunakan kereta luncur yang ditarik rusa, meninggalkan kesan religius yang kental dan bergeser menjadi figur hiburan yang dekat dengan dunia anak-anak.

Penguatan citra visual Santa Claus berlanjut pada akhir abad ke-19 melalui ilustrasi kartunis Thomas Nast. Nast memperkenalkan gambaran Santa sebagai pria bertubuh besar dengan janggut putih tebal yang tinggal di Kutub Utara. Representasi ini kemudian semakin melekat di benak publik setelah dipopulerkan secara luas oleh media dan iklan komersial sepanjang abad ke-20.

Baca Juga :  22 Daerah Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang pada 20-21

Berita Terbaru

Artikel Lainnya