POGI Papua Barat-Papua Barat Daya Dilantik

Fokus Tekan Kematian Ibu dan Cegah Stunting

SORONG – Pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Papua Barat-Papua Barat Daya periode 2026–2028 dilantik oleh Ketua Umum POGI, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG, Subsp.FER, MPH, FRANZCOG (Hons) di salah satu hotel di Kota Sorong, Kamis (18/6).
Pelantikan tersebut menjadi momentum memperkuat pelayanan kesehatan perempuan dan anak, khususnya di Provinsi Papua Barat Daya yang masih menghadapi berbagai tantangan kesehatan reproduksi.

Ketua Umum POGI, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG, Subsp.FER, MPH, FRANZCOG (Hons), FICRM, mengatakan POGI membawa program strategis bertajuk SPRINT (Selamatkan Perempuan Indonesia) yang bertujuan menurunkan angka kematian ibu dan bayi, menekan stunting, serta memperkuat pencegahan dan penanganan kanker serviks.

Baca Juga :  Pemerintah DOB Dinilai Kurang Gereget Membangun 

Menurut Budi, program tersebut mengedepankan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga media. “Persoalan kesehatan reproduksi harus menjadi tanggung jawab bersama sebagaimana saat bangsa Indonesia bergotong royong menghadapi pandemi COVID-19,” katanya.

Lanjutnya bahwa Program SPRINT dijalankan melalui lima pilar utama, yakni pencegahan dan pengobatan kanker serviks, pengawalan kehamilan dan pemenuhan nutrisi perempuan, edukasi kesehatan reproduksi lintas generasi, penguatan kader dan pelayanan kesehatan reproduksi, serta perencanaan finansial bagi ibu hamil dan ibu bersalin.

Budi juga menyoroti masih terbatasnya jumlah dokter spesialis obstetri dan ginekologi di Papua Barat Daya. Saat ini tercatat hanya 27 dokter spesialis yang melayani lima kabupaten dan satu kota. Kondisi tersebut dinilai belum ideal sehingga pemerataan distribusi tenaga medis menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan akses layanan kesehatan hingga ke daerah terpencil.

Baca Juga :  Proses Hukum Ayah Hamili Anak Kandung Tetap Lanjut

Fokus Tekan Kematian Ibu dan Cegah Stunting

SORONG – Pengurus Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Papua Barat-Papua Barat Daya periode 2026–2028 dilantik oleh Ketua Umum POGI, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG, Subsp.FER, MPH, FRANZCOG (Hons) di salah satu hotel di Kota Sorong, Kamis (18/6).
Pelantikan tersebut menjadi momentum memperkuat pelayanan kesehatan perempuan dan anak, khususnya di Provinsi Papua Barat Daya yang masih menghadapi berbagai tantangan kesehatan reproduksi.

Ketua Umum POGI, Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG, Subsp.FER, MPH, FRANZCOG (Hons), FICRM, mengatakan POGI membawa program strategis bertajuk SPRINT (Selamatkan Perempuan Indonesia) yang bertujuan menurunkan angka kematian ibu dan bayi, menekan stunting, serta memperkuat pencegahan dan penanganan kanker serviks.

Baca Juga :  Pemprov PBD Dukung Identifikasi Kerangka Prajurit Jepang di Tambrauw

Menurut Budi, program tersebut mengedepankan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, organisasi masyarakat, hingga media. “Persoalan kesehatan reproduksi harus menjadi tanggung jawab bersama sebagaimana saat bangsa Indonesia bergotong royong menghadapi pandemi COVID-19,” katanya.

Lanjutnya bahwa Program SPRINT dijalankan melalui lima pilar utama, yakni pencegahan dan pengobatan kanker serviks, pengawalan kehamilan dan pemenuhan nutrisi perempuan, edukasi kesehatan reproduksi lintas generasi, penguatan kader dan pelayanan kesehatan reproduksi, serta perencanaan finansial bagi ibu hamil dan ibu bersalin.

Budi juga menyoroti masih terbatasnya jumlah dokter spesialis obstetri dan ginekologi di Papua Barat Daya. Saat ini tercatat hanya 27 dokter spesialis yang melayani lima kabupaten dan satu kota. Kondisi tersebut dinilai belum ideal sehingga pemerataan distribusi tenaga medis menjadi kebutuhan mendesak untuk meningkatkan akses layanan kesehatan hingga ke daerah terpencil.

Baca Juga :  6 Pj Gubernur Se-Tanah Papua Deklarasikan Libur Fakultatif Papua Pegunungan

Berita Terbaru

Artikel Lainnya