Saturday, March 21, 2026
26.9 C
Jayapura

Diduga Ada Target Lain Selain Andrie Yunus

Sebelumnya diberitakan bahwa Mabes TNI telah menyelesaikan penyelidikan internal atas dugaan keterlibatan prajurit dalam peristiwa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Hasilnya, 4 orang terduga pelaku teridentifikasi sebagai personel Detasemen Markas (Denma) Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

Yusri menyampaikan bahwa 4 orang terduga pelaku diserahkan oleh Denma BAIS TNI kepada Puspom TNI pada Rabu (18/3). Masing-masing pelaku berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES. ”Jadi, sekarang yang diduga keempat tersangka (terduga pelaku) itu sudah kami amankan di Puspom TNI untuk dilakukan pendalaman ke tingkat penyidikan,” terang Yusri. Dia mengakui bahwa sejak peristiwa penyiraman air keras terjadi pada Kamis malam (12/3), TNI langsung bergerak untuk melakukan pendalaman atas dugaan keterlibatan prajurit dalam peristiwa itu.

Baca Juga :  Diduga Karena Asmara, Seorang Pria Nekat Bunuh Pacar Sang Mantan

Pendalaman itu kemudian diteruskan dengan penyelidikan internal yang berujung pada identifikasi terduga pelaku. ”Jadi, Puspom TNI nanti akan melakukan kegiatan membuat laporan polisi, mungkin nanti dari saksi korban. Kemudian melakukan penahanan sementara kepada terduga empat orang tadi. Kemudian kami akan segera mengajukan permohonan visum et repertum ke RSCM,” ujarnya. Salah seorang perwakilan dari Koalisi Masyarakat Sipil sempat mengungkap dugaan target selain Andrie Yunus dalam serangan air keras.

Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI memastikan akan mengembangkan penyidikan untuk mengungkap benar atau tidaknya dugaan tersebut. Rencana pengembangan dalam penanganan kasus itu disampaikan oleh Komandan Puspom TNI Yusri Nuryanto. Dia menyampaikan bahwa dugaan target lain di luar wakil koordinator KontraS tersebut akan masuk dalam pengembangan penanganan kasus yang kini tengah dikerjakan oleh instansinya.

Baca Juga :  Istiqomah Jadi Indikator Keberhasilan Membina Spiritual di Bulan Ramadan

”Terkait tadi masalah isu ada target lain, nanti kami akan kembangkan pada saat proses penyidikan. Jadi, sekarang kami nggak berani menyimpulkan,” kata dia saat ditanyai oleh awak media dalam konferensi pers di Balai Wartawan, Puspen TNI, Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim) hari ini (18/3). Pengamat dan Akademisi Universitas Negeri Jakarta Ubedilah Badrun meminta institusi TNI untuk mengedepankan transparansi.

Sebelumnya diberitakan bahwa Mabes TNI telah menyelesaikan penyelidikan internal atas dugaan keterlibatan prajurit dalam peristiwa penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Hasilnya, 4 orang terduga pelaku teridentifikasi sebagai personel Detasemen Markas (Denma) Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

Yusri menyampaikan bahwa 4 orang terduga pelaku diserahkan oleh Denma BAIS TNI kepada Puspom TNI pada Rabu (18/3). Masing-masing pelaku berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES. ”Jadi, sekarang yang diduga keempat tersangka (terduga pelaku) itu sudah kami amankan di Puspom TNI untuk dilakukan pendalaman ke tingkat penyidikan,” terang Yusri. Dia mengakui bahwa sejak peristiwa penyiraman air keras terjadi pada Kamis malam (12/3), TNI langsung bergerak untuk melakukan pendalaman atas dugaan keterlibatan prajurit dalam peristiwa itu.

Baca Juga :  Saat Laksanakan Binter, Jangan Lengah Sedikitpun

Pendalaman itu kemudian diteruskan dengan penyelidikan internal yang berujung pada identifikasi terduga pelaku. ”Jadi, Puspom TNI nanti akan melakukan kegiatan membuat laporan polisi, mungkin nanti dari saksi korban. Kemudian melakukan penahanan sementara kepada terduga empat orang tadi. Kemudian kami akan segera mengajukan permohonan visum et repertum ke RSCM,” ujarnya. Salah seorang perwakilan dari Koalisi Masyarakat Sipil sempat mengungkap dugaan target selain Andrie Yunus dalam serangan air keras.

Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI memastikan akan mengembangkan penyidikan untuk mengungkap benar atau tidaknya dugaan tersebut. Rencana pengembangan dalam penanganan kasus itu disampaikan oleh Komandan Puspom TNI Yusri Nuryanto. Dia menyampaikan bahwa dugaan target lain di luar wakil koordinator KontraS tersebut akan masuk dalam pengembangan penanganan kasus yang kini tengah dikerjakan oleh instansinya.

Baca Juga :  Siap Beri Informasi yang Up Date dan Valid Kepada Masyarakat Pelanggan

”Terkait tadi masalah isu ada target lain, nanti kami akan kembangkan pada saat proses penyidikan. Jadi, sekarang kami nggak berani menyimpulkan,” kata dia saat ditanyai oleh awak media dalam konferensi pers di Balai Wartawan, Puspen TNI, Cilangkap, Jakarta Timur (Jaktim) hari ini (18/3). Pengamat dan Akademisi Universitas Negeri Jakarta Ubedilah Badrun meminta institusi TNI untuk mengedepankan transparansi.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya