Bahlil Lahadalia jadi Menteri Berkinerja Terburuk

JAKARTA- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menempati posisi terbawah alias paling buruk dalam penilaian kinerja menteri Kabinet Merah Putih. Berdasarkan riset terbaru Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bersama Kabinet Bayangan bertajuk Rapor 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bahlil tercatat memperoleh skor minus 159.

“Bahlil Lahadalia (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral) menempati posisi terendah dengan skor -159,” kata Direktur Utama CELIOS Bhima Yudhistira kepada wartawan, Senin (12/10).

Penilaian itu merupakan bagian dari survei yang berlangsung pada 15 September hingga 9 Oktober 2026.Dalam hasil survei tersebut, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai berada di urutan kedua terbawah dengan skor minus 158, hanya terpaut satu poin dari Bahlil.

Baca Juga :  Masyarakat Sipil Laporkan Zulhas ke Bawaslu

Bhima menjelaskan, skor negatif mencerminkan penilaian yang cenderung buruk terhadap kinerja pejabat terkait. Hasil tersebut, menurut dia, dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap jajaran kabinet. “Skor negatif ini menunjukkan bahwa kinerjanya lebih sering dinilai buruk, sehingga layak menjadi prioritas evaluasi dan reshuffle,” tegasnya.

Di sisi lain, mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru menempati peringkat pertama sebagai menteri dengan kinerja terbaik. Purbaya yang baru saja dicopot dari jabatannya itu meraih skor 291, unggul jauh dibandingkan para menteri lainnya dalam hasil riset tersebut.Menteri Pertanian Amran Sulaiman berada di posisi kedua dengan skor 140, kurang dari separuh nilai yang diperoleh Purbaya.

Baca Juga :  Kunjungi Merauke, Mentrans Tegaskan Tidak Ada Transmigrasi dari Luar Papua

JAKARTA- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menempati posisi terbawah alias paling buruk dalam penilaian kinerja menteri Kabinet Merah Putih. Berdasarkan riset terbaru Center of Economic and Law Studies (CELIOS) bersama Kabinet Bayangan bertajuk Rapor 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Bahlil tercatat memperoleh skor minus 159.

“Bahlil Lahadalia (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral) menempati posisi terendah dengan skor -159,” kata Direktur Utama CELIOS Bhima Yudhistira kepada wartawan, Senin (12/10).

Penilaian itu merupakan bagian dari survei yang berlangsung pada 15 September hingga 9 Oktober 2026.Dalam hasil survei tersebut, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai berada di urutan kedua terbawah dengan skor minus 158, hanya terpaut satu poin dari Bahlil.

Baca Juga :  Launching Wisata Honai Digital Hub Aikima Park Jadi Momentum HUT Otsus

Bhima menjelaskan, skor negatif mencerminkan penilaian yang cenderung buruk terhadap kinerja pejabat terkait. Hasil tersebut, menurut dia, dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi terhadap jajaran kabinet. “Skor negatif ini menunjukkan bahwa kinerjanya lebih sering dinilai buruk, sehingga layak menjadi prioritas evaluasi dan reshuffle,” tegasnya.

Di sisi lain, mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru menempati peringkat pertama sebagai menteri dengan kinerja terbaik. Purbaya yang baru saja dicopot dari jabatannya itu meraih skor 291, unggul jauh dibandingkan para menteri lainnya dalam hasil riset tersebut.Menteri Pertanian Amran Sulaiman berada di posisi kedua dengan skor 140, kurang dari separuh nilai yang diperoleh Purbaya.

Baca Juga :  Tak Perlu Antre Lagi, Bansos 2025 Langsung Masuk Rekening

Berita Terbaru

Artikel Lainnya