Deforestasi Indonesia Melonjak Tajam di Tengah Tarik-ulur Data

Pemerintah cenderung menggunakan definisi hutan yang lebih spesifik, sementara lembaga swadaya masyarakat (LSM) seperti Auriga menyertakan seluruh tutupan pohon hutan alam yang hilang. Meski terdapat perdebatan angka, esensinya tetap sama: tren kehilangan hutan tetap menunjukkan arah yang negatif. Wilayah Kalimantan dan Papua masih memegang predikat sebagai daerah dengan tingkat deforestasi tertinggi.

Papua, yang selama ini dianggap sebagai benteng terakhir hutan tropis Indonesia, kini menghadapi ancaman serius seiring dengan pembukaan akses jalan dan konsesi lahan. Secara global, posisi Indonesia pun tidak membaik. Menurut data dari World Resources Institute (WRI), Indonesia tetap konsisten menduduki peringkat lima besar negara dengan tingkat deforestasi tertinggi di dunia. Hal ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah untuk menyelaraskan antara ambisi pertumbuhan ekonomi dengan janji pelestarian lingkungan dalam kerangka Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

Baca Juga :  Port FC Taklukkan Oxford United di Final Piala Presiden 2025

Jika langkah mitigasi yang konkret tidak segera diambil, hilangnya ratusan ribu hektare hutan ini bukan hanya sekadar angka statistik, melainkan ancaman nyata bagi keanekaragaman hayati dan mempercepat dampak krisis iklim yang kini sudah mulai terasa di seluruh penjuru negeri. (*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Pemerintah cenderung menggunakan definisi hutan yang lebih spesifik, sementara lembaga swadaya masyarakat (LSM) seperti Auriga menyertakan seluruh tutupan pohon hutan alam yang hilang. Meski terdapat perdebatan angka, esensinya tetap sama: tren kehilangan hutan tetap menunjukkan arah yang negatif. Wilayah Kalimantan dan Papua masih memegang predikat sebagai daerah dengan tingkat deforestasi tertinggi.

Papua, yang selama ini dianggap sebagai benteng terakhir hutan tropis Indonesia, kini menghadapi ancaman serius seiring dengan pembukaan akses jalan dan konsesi lahan. Secara global, posisi Indonesia pun tidak membaik. Menurut data dari World Resources Institute (WRI), Indonesia tetap konsisten menduduki peringkat lima besar negara dengan tingkat deforestasi tertinggi di dunia. Hal ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah untuk menyelaraskan antara ambisi pertumbuhan ekonomi dengan janji pelestarian lingkungan dalam kerangka Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

Baca Juga :  Papua Tengah, Daerah Terbanyak Daftarkan PHPU

Jika langkah mitigasi yang konkret tidak segera diambil, hilangnya ratusan ribu hektare hutan ini bukan hanya sekadar angka statistik, melainkan ancaman nyata bagi keanekaragaman hayati dan mempercepat dampak krisis iklim yang kini sudah mulai terasa di seluruh penjuru negeri. (*)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya