JAYAPURA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Badan Pengelola Perbatasan dan Kerjasama setempat mulai membahas peluang perdagangan beras ke Papua Nugini sebagai tindak lanjut penjajakan kerja sama bisnis untuk meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan perbatasan kedua negara.
Kepala Badan Pengelola Perbatasan dan Kerjasama Provinsi Papua Triwarno Purnomo di Jayapura, Rabu, mengatakan peluang perdagangan tersebut menjadi salah satu isu yang dibahas dalam persiapan pertemuan pejabat perbatasan atau Border Liaison Officials Meeting (BLOM) antara Indonesia dan Papua Nugini.
“Pada Selasa (27/10), kami bersama instansi terkait menggelar rapat persiapan Border Liaison Officials Meeting antara Indonesia dan Papua Nugini di mana hal ini penting dilakukan guna menyamakan persepsi dan mengidentifikasi isu-isu strategis perbatasan yang perlu dibahas bersama, terutama terkait pengawasan perlintasan orang dan barang, keamanan, serta peluang kerja sama perdagangan lintas negara,” katanya.
Menurut Triwarno, penjajakan perdagangan itu merupakan tindak lanjut dari kegiatan business matching perbatasan yang sebelumnya mempertemukan pelaku usaha untuk mengidentifikasi peluang kerja sama ekonomi lintas negara.
“Salah satu pengusaha dari Indonesia telah menjajaki pengiriman sejumlah kebutuhan pokok ke Papua Nugini, terutama beras dan minyak sehingga hal ini yang perlu di tindak lanjuti,” ujar dia.
JAYAPURA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Badan Pengelola Perbatasan dan Kerjasama setempat mulai membahas peluang perdagangan beras ke Papua Nugini sebagai tindak lanjut penjajakan kerja sama bisnis untuk meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan perbatasan kedua negara.
Kepala Badan Pengelola Perbatasan dan Kerjasama Provinsi Papua Triwarno Purnomo di Jayapura, Rabu, mengatakan peluang perdagangan tersebut menjadi salah satu isu yang dibahas dalam persiapan pertemuan pejabat perbatasan atau Border Liaison Officials Meeting (BLOM) antara Indonesia dan Papua Nugini.
“Pada Selasa (27/10), kami bersama instansi terkait menggelar rapat persiapan Border Liaison Officials Meeting antara Indonesia dan Papua Nugini di mana hal ini penting dilakukan guna menyamakan persepsi dan mengidentifikasi isu-isu strategis perbatasan yang perlu dibahas bersama, terutama terkait pengawasan perlintasan orang dan barang, keamanan, serta peluang kerja sama perdagangan lintas negara,” katanya.
Menurut Triwarno, penjajakan perdagangan itu merupakan tindak lanjut dari kegiatan business matching perbatasan yang sebelumnya mempertemukan pelaku usaha untuk mengidentifikasi peluang kerja sama ekonomi lintas negara.
“Salah satu pengusaha dari Indonesia telah menjajaki pengiriman sejumlah kebutuhan pokok ke Papua Nugini, terutama beras dan minyak sehingga hal ini yang perlu di tindak lanjuti,” ujar dia.