“Biasanya dipusatkan di Abepura, tetapi kita tetap menyesuaikan dengan titik aksi yang tercantum dalam surat pemberitahuan,” katanya.
Fredrickus juga mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir, karena aparat keamanan menjamin stabilitas kamtibmas tetap terjaga.
“Masyarakat tidak perlu khawatir. Kami pastikan situasi di Kota Jayapura tetap aman dan kondusif,” tegasnya.
Selain itu, ia mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama di media sosial. “Mari kita jaga kota ini agar tetap damai. Gunakan media sosial secara bijak, jangan menyebarkan informasi yang tidak valid karena dapat menimbulkan keresahan,” imbuhnya.
Sementara itu, secara terpisah, Ondoafi Orgenes Kaway yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Adat Suku Sentani, menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan persatuan masyarakat Papua menjelang 1 Mei. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya di Kabupaten Jayapura, untuk menyikapi momentum tersebut dengan kedewasaan dan tanggung jawab.
“Ini bukan sekadar seremoni tahunan. Ini adalah momentum untuk menghargai kerja keras dan kontribusi para buruh dalam kehidupan sosial dan pembangunan,” ujarnya, di Jayapura Selasa (28/4)
Orgenes juga menyoroti bahwa peringatan 1 Mei tahun ini memiliki makna khusus bagi masyarakat Sentani dan Grime Nawa, karena bertepatan dengan 100 tahun masuknya Injil di Danau Sentani. “Momentum ini memiliki nilai sakral. Seratus tahun Injil hadir sebagai fondasi moral dan kekuatan iman masyarakat. Ini harus dijaga dengan penuh hormat dan kedamaian,” katanya.