Asap Kathutla Ancam Kesehatan Warga

   Menurut Wisnu, dampak Karhutla juga merembet ke sektor sosial dan ekonomi. Kabut asap dapat menghambat aktivitas masyarakat serta mengganggu berbagai kegiatan yang bergantung pada kondisi lingkungan dan transportasi yang aman.

  Salah satu dampaknya terlihat pada sektor penerbangan. Aktivitas di sejumlah bandara, termasuk di Timika dan Nabire, sempat terganggu akibat kondisi kabut asap.

  “Penutupan bandara sangat berdampak sekali bagi perekonomian kita dan akan mengganggu seluruh sistem penerbangan kita,” ujarnya.

  Sementara Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura, Juztuz Rumakiek mengatakan, berdasarkan pemantauan sementara terdapat lebih dari 100 titik panas (hotspot) di Papua.

  Data tersebut masih akan diperbarui untuk mengetahui perkembangan dan akumulasi titik panas di masing-masing wilayah. “Di Papua, dengan adanya pengaruh global, regional dan lokal, khususnya di Jayapura, pengaruh lokal cukup kuat sehingga kita masih melihat adanya hujan,” jelas Juztuz, Rabu (26/8).

Baca Juga :  Dalam Empat Bulan, 2.155 Peserta BPJS Kesehatan Kabupaten Merauke Dinonaktifkan

  Ia berharap hujan yang masih turun di sejumlah wilayah Papua dapat membantu memengaruhi kondisi cuaca sekaligus menekan perkembangan titik api.

  Juztuz menegaskan, persebaran titik panas di Papua tidak merata. Berdasarkan hasil pemantauan satelit, terdapat sejumlah wilayah yang terpantau memiliki titik panas cukup banyak, sementara daerah lainnya relatif lebih rendah. “Yang banyak ada di Keerom, Biak dan Kepulauan Yapen,” pungkasnya. (fia/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

   Menurut Wisnu, dampak Karhutla juga merembet ke sektor sosial dan ekonomi. Kabut asap dapat menghambat aktivitas masyarakat serta mengganggu berbagai kegiatan yang bergantung pada kondisi lingkungan dan transportasi yang aman.

  Salah satu dampaknya terlihat pada sektor penerbangan. Aktivitas di sejumlah bandara, termasuk di Timika dan Nabire, sempat terganggu akibat kondisi kabut asap.

  “Penutupan bandara sangat berdampak sekali bagi perekonomian kita dan akan mengganggu seluruh sistem penerbangan kita,” ujarnya.

  Sementara Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah V Jayapura, Juztuz Rumakiek mengatakan, berdasarkan pemantauan sementara terdapat lebih dari 100 titik panas (hotspot) di Papua.

  Data tersebut masih akan diperbarui untuk mengetahui perkembangan dan akumulasi titik panas di masing-masing wilayah. “Di Papua, dengan adanya pengaruh global, regional dan lokal, khususnya di Jayapura, pengaruh lokal cukup kuat sehingga kita masih melihat adanya hujan,” jelas Juztuz, Rabu (26/8).

Baca Juga :  Dirjen Pemasyarakatan Upayakan WBP Miliki BPJS

  Ia berharap hujan yang masih turun di sejumlah wilayah Papua dapat membantu memengaruhi kondisi cuaca sekaligus menekan perkembangan titik api.

  Juztuz menegaskan, persebaran titik panas di Papua tidak merata. Berdasarkan hasil pemantauan satelit, terdapat sejumlah wilayah yang terpantau memiliki titik panas cukup banyak, sementara daerah lainnya relatif lebih rendah. “Yang banyak ada di Keerom, Biak dan Kepulauan Yapen,” pungkasnya. (fia/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya