Retribusi Terminal Hilang, Cari Sumber Pendapatan yang Lain

JAYAPURA – Pasca-diberlakukannya aturan baru yang menghapus retribusi kendaraan bermotor di area fasilitas publik, Terminal Ekspo Waena kini tidak lagi mengandalkan sektor tersebut sebagai sumber pemasukan utama. Kendati demikian, terminal yang menjadi salah satu urat nadi transportasi di Kota Jayapura ini tetap mampu mandiri secara finansial melalui optimalisasi aset dan diversifikasi unit usaha.

Untuk menyiasati hilangnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi kendaraan, pengelola Terminal Ekspo Waena kini mengandalkan sektor jasa dan sewa lahan. Berdasarkan informasi yang dihimpun Cenderawasih Pos di lapangan, terdapat beberapa sumber pendapatan baru yang kini menjadi penopang utama finansial terminal diantaranya; Pusat Jasa Pencucian Mobil (Car Wash), Bengkel dan Perawatan Kendaraan, dan Sewa Lapak UMKM dan Kuliner.

Baca Juga :  Tak Lagi Sibuk Kejar Target Retribusi, Hanya Atur Angkot Supaya Tertib dan Rapi

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Terminal Expo Waena Muhammad Tamrin, SH., M.Si, menjelaskan di Pusat Jasa Pencucian Mobil pihaknya memanfaatkan ketersediaan lahan yang luas dan pasokan air yang memadai, terminal kini menghadirkan layanan tempat pencucian mobil. Fasilitas ini tidak hanya menyasar angkutan umum yang ngetem, tetapi juga kendaraan pribadi milik warga yang melintas di kawasan Waena.

Di sektor otomotif semakin diperkuat dengan hadirnya deretan bengkel kemitraan. Keberadaan bengkel ini dinilai sangat strategis karena memberikan kemudahan bagi para sopir angkutan untuk melakukan servis berkala atau perbaikan darurat tanpa harus keluar dari area terminal.

Sementara di area koridor terminal yang dulunya sepi kini disulap menjadi deretan lapak bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mulai dari pedagang makanan, kopi, hingga kios kelontong, semuanya membayar sewa bulanan yang langsung masuk ke kas pengelolaan terminal.

Baca Juga :  Soal Minimnya PAD,  DPRP Minta Pemprov Tidak Pasrah

JAYAPURA – Pasca-diberlakukannya aturan baru yang menghapus retribusi kendaraan bermotor di area fasilitas publik, Terminal Ekspo Waena kini tidak lagi mengandalkan sektor tersebut sebagai sumber pemasukan utama. Kendati demikian, terminal yang menjadi salah satu urat nadi transportasi di Kota Jayapura ini tetap mampu mandiri secara finansial melalui optimalisasi aset dan diversifikasi unit usaha.

Untuk menyiasati hilangnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi kendaraan, pengelola Terminal Ekspo Waena kini mengandalkan sektor jasa dan sewa lahan. Berdasarkan informasi yang dihimpun Cenderawasih Pos di lapangan, terdapat beberapa sumber pendapatan baru yang kini menjadi penopang utama finansial terminal diantaranya; Pusat Jasa Pencucian Mobil (Car Wash), Bengkel dan Perawatan Kendaraan, dan Sewa Lapak UMKM dan Kuliner.

Baca Juga :  Retribusi Parkir Ruko Dok II Capai Rp 2 Miliar

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Terminal Expo Waena Muhammad Tamrin, SH., M.Si, menjelaskan di Pusat Jasa Pencucian Mobil pihaknya memanfaatkan ketersediaan lahan yang luas dan pasokan air yang memadai, terminal kini menghadirkan layanan tempat pencucian mobil. Fasilitas ini tidak hanya menyasar angkutan umum yang ngetem, tetapi juga kendaraan pribadi milik warga yang melintas di kawasan Waena.

Di sektor otomotif semakin diperkuat dengan hadirnya deretan bengkel kemitraan. Keberadaan bengkel ini dinilai sangat strategis karena memberikan kemudahan bagi para sopir angkutan untuk melakukan servis berkala atau perbaikan darurat tanpa harus keluar dari area terminal.

Sementara di area koridor terminal yang dulunya sepi kini disulap menjadi deretan lapak bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Mulai dari pedagang makanan, kopi, hingga kios kelontong, semuanya membayar sewa bulanan yang langsung masuk ke kas pengelolaan terminal.

Baca Juga :  Empat Hari Festival Kopi Tercatat Transaksi Rp 1 Miliar

Berita Terbaru

Artikel Lainnya