Sementara itu, Kepala BBRMP Papua, Aser Rouw mengapresiasi sinergi yang dibangun Pemerintah Kota Jayapura bersama Kementerian Pertanian dalam mendukung program cetak sawah rakyat.
“Kami mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Jayapura yang cukup baik bersinergi dengan Kementerian Pertanian. Saat ini ada 100 hektare lahan cetak sawah yang sedang didorong pengembangannya,” ungkapnya.
Aser optimistis seluruh lahan tersebut dapat segera ditanami secara bertahap. Ia menilai pengembangan lahan sawah hingga 1.000 hektare akan memberi dampak besar terhadap pengurangan ketergantungan pasokan beras dari luar Papua.
“Kalau pengembangan sampai 1.000 hektare dapat terealisasi, maka sekitar 10 persen ketergantungan pasokan beras dari luar daerah dapat dikurangi,” jelasnya.
Pemerintah pusat, lanjut Aser, juga akan memberikan dukungan bertahap berupa alat dan mesin pertanian, termasuk pembangunan infrastruktur jalan pertanian melalui Kementerian Pertanian.
“Kami akan mendukung data dan perencanaan program ini agar produksi pangan di wilayah ini dapat meningkat secara bertahap,” tambahnya.
Di kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kota Jayapura, Gerardus Ikanubun menjelaskan bahwa total luas program cetak sawah rakyat di Kota Jayapura mencapai 100 hektare. Namun, lahan yang telah siap tanam saat ini baru sekitar 25 hektare, dengan 18,5 hektare di antaranya sudah ditanami padi secara bertahap.