Papua Kurang Notaris, Berharap OAP Lihat Peluang Ini

JAYAPURA – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Papua Anthonius M Ayorbaba melantik dan mengambil sumpah sebanyak 8 Notaris, di Aula utama Kanwil Kemenkum Papua, Senin (23/2/).

Ketua Ikatan Notaris Indonesia (INI) Wilayah Papua Samuel S.C Erari, SH., M.KN mengatakan bahwa pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Notaris itu dilakukan sebagai bentuk legalitas terhadap Notaris sebelum menjalankan tugas sebagai pejabat negara.

Untuk itu ia berharap kepada delapan orang notaris baru tersebut dapat menjalankan jabatan dengan integritas tinggi, profesionalisme, jujur, amanah, serta patuh pada Kode Etik dan Undang-Undang Jabatan Notaris.

“Jadi diharapkan dengan penambahan notaris maka pelayanan bagi masyarakat dapat terakomodir. Serta menjunjung tinggi kehormatan, martabat, dan etika profesi, serta tidak menyalahgunakan wewenang untuk keuntungan pribadi,” kata Samuel kepada Cenderawasih Pos, Senin (23/2).

Baca Juga :  Animo BTF Tinggi, Evaluasi Program yang Lebih Menyentuh

Lebih dari itu kata Samuel ke depan ia berharap lulusan sarjana hukum terutama anak-anak asli Papua dapat melihat peluang itu. Ini ia sampaikan mengingat di beberapa wilayah di Papua tidak memiliki banyak notaris.

Sebagai contoh di Papua Pegunungan hanya empat (4) notaris, tiga (3) diantaranya di Wamena dan satu (1) di Yahukimo sementara di wilayah lainnya tidak ada. Menurutnya, notaris tidak ada hubungan dengan pemerintah daerah dan tugasnya adalah menjamin pembuatan akta autentik dan lainnya bagi masyarakat yang dibutuhkan.

Dengan penambahan delapan notaris tersebut, secara keseluruhan total notaris di wilayah Provinsi Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan telah mencapai sebanyak 98 notaris. Dari jumlah tersebut sebanyak dua (2) orang saja putra asli Papua yang menjadi notaris.

Baca Juga :  Gubernur Papua: ASN yang Maju Pilkada Wajib Mundur

JAYAPURA – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Papua Anthonius M Ayorbaba melantik dan mengambil sumpah sebanyak 8 Notaris, di Aula utama Kanwil Kemenkum Papua, Senin (23/2/).

Ketua Ikatan Notaris Indonesia (INI) Wilayah Papua Samuel S.C Erari, SH., M.KN mengatakan bahwa pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Notaris itu dilakukan sebagai bentuk legalitas terhadap Notaris sebelum menjalankan tugas sebagai pejabat negara.

Untuk itu ia berharap kepada delapan orang notaris baru tersebut dapat menjalankan jabatan dengan integritas tinggi, profesionalisme, jujur, amanah, serta patuh pada Kode Etik dan Undang-Undang Jabatan Notaris.

“Jadi diharapkan dengan penambahan notaris maka pelayanan bagi masyarakat dapat terakomodir. Serta menjunjung tinggi kehormatan, martabat, dan etika profesi, serta tidak menyalahgunakan wewenang untuk keuntungan pribadi,” kata Samuel kepada Cenderawasih Pos, Senin (23/2).

Baca Juga :  Terlambat Bayar Tunggakan, 17 Mahasiswa Papua Dipulangkan

Lebih dari itu kata Samuel ke depan ia berharap lulusan sarjana hukum terutama anak-anak asli Papua dapat melihat peluang itu. Ini ia sampaikan mengingat di beberapa wilayah di Papua tidak memiliki banyak notaris.

Sebagai contoh di Papua Pegunungan hanya empat (4) notaris, tiga (3) diantaranya di Wamena dan satu (1) di Yahukimo sementara di wilayah lainnya tidak ada. Menurutnya, notaris tidak ada hubungan dengan pemerintah daerah dan tugasnya adalah menjamin pembuatan akta autentik dan lainnya bagi masyarakat yang dibutuhkan.

Dengan penambahan delapan notaris tersebut, secara keseluruhan total notaris di wilayah Provinsi Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua Selatan telah mencapai sebanyak 98 notaris. Dari jumlah tersebut sebanyak dua (2) orang saja putra asli Papua yang menjadi notaris.

Baca Juga :  Inspektorat Papua Tarik Kendaraan Dinas Pejabat yang Pindah

Berita Terbaru

Artikel Lainnya