Papua Kurang Notaris, Berharap OAP Lihat Peluang Ini

“Jadi mungkin, Notaris masih terlalu asing bagi anak-anak Papua. Diharapkan kedepannya itu ada anak Papua yang menjadi notaris,” ungkap Samuel.

Profesi notaris kata Samuel hampir sama dengan sekolah dokter. Setelah selesai S1 Hukum, kemudian melanjutkan sekolah notaris. Tak sampai di situ saja, calon notaris kemudian mengikuti magang selama dua tahun setelah itu mengikuti ujian negara dan kemudian dilakukan pelantikan. “Kurang lebih butuh waktu 8 tahun untuk menjadi seorang notaris,” pungkasnya. (jim/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSĀ  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Baca Juga :  Badai Perbatasan Mulai Curi Start

“Jadi mungkin, Notaris masih terlalu asing bagi anak-anak Papua. Diharapkan kedepannya itu ada anak Papua yang menjadi notaris,” ungkap Samuel.

Profesi notaris kata Samuel hampir sama dengan sekolah dokter. Setelah selesai S1 Hukum, kemudian melanjutkan sekolah notaris. Tak sampai di situ saja, calon notaris kemudian mengikuti magang selama dua tahun setelah itu mengikuti ujian negara dan kemudian dilakukan pelantikan. “Kurang lebih butuh waktu 8 tahun untuk menjadi seorang notaris,” pungkasnya. (jim/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSĀ  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Baca Juga :  Ada Ritual Adat, Massa Minta Pj Walikota Mundur

Berita Terbaru

Artikel Lainnya