Smansa Optimis Pertahankan Juara di Noken Marching Band 2026

JAYAPURA – Berhasil merebut predikat juara pertama selama dua tahun berturut-turut tidak lantas membuat tim Marching Band SMA Negeri 1 (Smansa) Jayapura berpuas diri. Berbekal rekam jejak mentereng tersebut, Smanda Jayapura kini menatap ajang bergengsi Noken Marching Band Provinsi Papua 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang dengan optimisme tinggi.

  Ajang tahunan ini bukan sekadar kompetisi musik biasa, melainkan wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, serta wadah penyaluran bakat positif bagi generasi muda di Tanah Papua. Jika berhasil merebut gelar juara pertama sekali lagi pada edisi 2026 ini, Smanda Jayapura dipastikan bakal mencetak sejarah hattrick sekaligus memboyong piala bergilir Noken Marching Band secara permanen.

Baca Juga :  Kirim Narkotika Lewat Jasa Pengiriman 3 Pelaku Dibekuk

  Guru Pembina Marching Band, Mimi Maryani, S.Pd., M.Si., mengungkapkan bahwa persiapan matang dan konsistensi latihan menjadi kunci utama dalam mempertahankan gelar juara. Meski optimisme membumbung tinggi, pihak sekolah tetap mengedepankan keikhlasan dan ketenangan mental bagi para siswa agar tidak terbebani oleh target.

  “Kami tetap optimis untuk mempertahankan posisi sebagai tim marching band terbaik di Tanah Papua,” ujar Mimi Maryani saat di konfirmasi Cenderawasih Pos, Kamis (23/7).

  Keyakinan serupa turut dipancarkan oleh jajaran pengurus siswa yang menjadi pilar kepemimpinan tim di lapangan, yakni Irene (17) selaku Ketua Marching Band dan Genesis (17) selaku Sekretaris Marching Band. Keduanya merupakan siswi kelas 12 yang telah mengawal perjalanan tim sejak awal.

Baca Juga :  Dorong SMKN 1 Jayapura Jadi Sekolah Pariwisata Unggulan

  Sebagai pimpinan tim di lapangan, Irene melihat ajang Noken Marching Band 2026 sebagai pembuktian atas hasil kerja keras dan kedisiplinan yang ditanamkan selama masa latihan. Bagi Irene, mempertahankan gelar jauh lebih sulit daripada merebutnya. (jim/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

JAYAPURA – Berhasil merebut predikat juara pertama selama dua tahun berturut-turut tidak lantas membuat tim Marching Band SMA Negeri 1 (Smansa) Jayapura berpuas diri. Berbekal rekam jejak mentereng tersebut, Smanda Jayapura kini menatap ajang bergengsi Noken Marching Band Provinsi Papua 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang dengan optimisme tinggi.

  Ajang tahunan ini bukan sekadar kompetisi musik biasa, melainkan wadah pembentukan karakter, kedisiplinan, serta wadah penyaluran bakat positif bagi generasi muda di Tanah Papua. Jika berhasil merebut gelar juara pertama sekali lagi pada edisi 2026 ini, Smanda Jayapura dipastikan bakal mencetak sejarah hattrick sekaligus memboyong piala bergilir Noken Marching Band secara permanen.

Baca Juga :  Papua Masuk 10 Besar Inflasi Terendah

  Guru Pembina Marching Band, Mimi Maryani, S.Pd., M.Si., mengungkapkan bahwa persiapan matang dan konsistensi latihan menjadi kunci utama dalam mempertahankan gelar juara. Meski optimisme membumbung tinggi, pihak sekolah tetap mengedepankan keikhlasan dan ketenangan mental bagi para siswa agar tidak terbebani oleh target.

  “Kami tetap optimis untuk mempertahankan posisi sebagai tim marching band terbaik di Tanah Papua,” ujar Mimi Maryani saat di konfirmasi Cenderawasih Pos, Kamis (23/7).

  Keyakinan serupa turut dipancarkan oleh jajaran pengurus siswa yang menjadi pilar kepemimpinan tim di lapangan, yakni Irene (17) selaku Ketua Marching Band dan Genesis (17) selaku Sekretaris Marching Band. Keduanya merupakan siswi kelas 12 yang telah mengawal perjalanan tim sejak awal.

Baca Juga :  Dorong SMKN 1 Jayapura Jadi Sekolah Pariwisata Unggulan

  Sebagai pimpinan tim di lapangan, Irene melihat ajang Noken Marching Band 2026 sebagai pembuktian atas hasil kerja keras dan kedisiplinan yang ditanamkan selama masa latihan. Bagi Irene, mempertahankan gelar jauh lebih sulit daripada merebutnya. (jim/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

 UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya