JAYAPURA- Pemerintah Kota Jayapura berencana memperluas dukungan pendidikan bagi Orang Asli Papua (OAP) melalui program beasiswa bagi calon mahasiswa pada tahun mendatang. Salah satu skema yang tengah diwacanakan adalah memprioritaskan penerima beasiswa untuk menempuh pendidikan tinggi di wilayah Papua, khususnya di Kota Jayapura.
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, mengatakan kebijakan tersebut masih akan dikaji secara lebih mendalam, baik dari sisi manfaat, efektivitas pengawasan maupun dampaknya bagi penerima beasiswa.
Di satu sisi juga, menurut Abisai kualitas universitas di Tanah Papau khususnya Kota Jayapura tidak kalah jauh dari universitas di luar Papua. Menurut Abisai, salah satu pertimbangan utama untuk memprioritaskan perguruan tinggi di Papua adalah memudahkan proses pengawasan terhadap mahasiswa selama menjalani pendidikan.
“Ini supaya lebih mudah dikontrol, baik oleh dinas maupun terutama orang tua. Orang tua juga harus ikut mengambil bagian dalam memberikan dukungan supaya anak-anak ini bisa menuntaskan studinya,” ujar Abisai.
Ia menilai, keberhasilan program beasiswa tidak hanya ditentukan oleh bantuan pembiayaan dari pemerintah. Dukungan keluarga dan pengawasan terhadap perkembangan studi mahasiswa juga menjadi bagian penting agar penerima beasiswa dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu.
Selain aspek pengawasan, Abisai menyebut pertimbangan lain adalah bagaimana anggaran pendidikan yang dialokasikan pemerintah dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar di daerah.
JAYAPURA- Pemerintah Kota Jayapura berencana memperluas dukungan pendidikan bagi Orang Asli Papua (OAP) melalui program beasiswa bagi calon mahasiswa pada tahun mendatang. Salah satu skema yang tengah diwacanakan adalah memprioritaskan penerima beasiswa untuk menempuh pendidikan tinggi di wilayah Papua, khususnya di Kota Jayapura.
Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo, mengatakan kebijakan tersebut masih akan dikaji secara lebih mendalam, baik dari sisi manfaat, efektivitas pengawasan maupun dampaknya bagi penerima beasiswa.
Di satu sisi juga, menurut Abisai kualitas universitas di Tanah Papau khususnya Kota Jayapura tidak kalah jauh dari universitas di luar Papua. Menurut Abisai, salah satu pertimbangan utama untuk memprioritaskan perguruan tinggi di Papua adalah memudahkan proses pengawasan terhadap mahasiswa selama menjalani pendidikan.
“Ini supaya lebih mudah dikontrol, baik oleh dinas maupun terutama orang tua. Orang tua juga harus ikut mengambil bagian dalam memberikan dukungan supaya anak-anak ini bisa menuntaskan studinya,” ujar Abisai.
Ia menilai, keberhasilan program beasiswa tidak hanya ditentukan oleh bantuan pembiayaan dari pemerintah. Dukungan keluarga dan pengawasan terhadap perkembangan studi mahasiswa juga menjadi bagian penting agar penerima beasiswa dapat menyelesaikan pendidikan tepat waktu.
Selain aspek pengawasan, Abisai menyebut pertimbangan lain adalah bagaimana anggaran pendidikan yang dialokasikan pemerintah dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar di daerah.