Antisipasi Penyebaran HIV/AIDS Perlu Edukasi Masif

JAYAPURA-Setelah sempat tenggelam saat adanya pandemi Covid-19, kini isu penyebaran HIV-AIDS di Provinsi Papua kembali mencuat. Beberapa daerah seperti Kabupaten Jayapura dan Merauke telah merilis terkait kasus tersebut, sementara Kota Jayapura belum.

Tak sedikit yang menilai penyumbang terbesar kasus tersebut berasal dari Komunitas Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, Deli Lusyana Watak mengatakan bahwa diperlukan pendekatan yang rutin berupa edukasi, sosialisasi kepada masyarakat, terutama kaum LGBT.

Menurut Deli, komunitas LGBT di Kota Jayapura sama seperti di banyak daerah lain. Sama-sama menghadapi tantangan terkait kesehatan, termasuk risiko penularan HIV-AIDS kepada masyarakat umum. Terkait dengan ini, DPR Kota Jayapura menegaskan bahwa tidak berarti mengjudge atau menghakimi komunitas tersebut.

Baca Juga :  Tahun ini, Target PAD Kota Jayapura Rp 243 Miliar

“Hanya saja yang perlu dipahami adalah semakin kurangnya pengetahuan tentang HIV/AIDS dan cara pencegahannya dapat meningkatkan risiko penularan di komunitas LGBT,” kata Deli dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/7).

Ia menyebut, kurangnya akses ke layanan kesehatan, membuat Komunitas LGBT menghadapi hambatan dalam mendapatkan layanan yang ramah dan mendukung. Hal ini mengakibatkan komunitas tersebut tidak mendapatkan informasi dan perawatan yang memadai tentang HIV/AIDS.

Selain itu, stigma dan diskriminasi terhadap yang kerap terjadi pada komunitas LGBT membuatnya enggan mencari bantuan kesehatan. Akibatnya risiko penularan HIV-AIDS dapat meningkat.
Oleh karena itu, kata Deli, untuk mengantisipasi penyebaran penularan HIV-AIDS di Kota Jayapura diperlukan pendekatan yang masif terhadap komunitas tersebut. “Menurut saya ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, diantaranya, edukasi dan penyuluhan tentang HIV-AIDS. Serta peningkatan akses ke layanan kesehatan yang ramah dan mendukung,” jelasnya. (jim/tri)

Baca Juga :  Jadi Irup Hari Kartini, Ketua Pokja Perempuan Beri Pesan Inspiratif

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

JAYAPURA-Setelah sempat tenggelam saat adanya pandemi Covid-19, kini isu penyebaran HIV-AIDS di Provinsi Papua kembali mencuat. Beberapa daerah seperti Kabupaten Jayapura dan Merauke telah merilis terkait kasus tersebut, sementara Kota Jayapura belum.

Tak sedikit yang menilai penyumbang terbesar kasus tersebut berasal dari Komunitas Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT).

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, Deli Lusyana Watak mengatakan bahwa diperlukan pendekatan yang rutin berupa edukasi, sosialisasi kepada masyarakat, terutama kaum LGBT.

Menurut Deli, komunitas LGBT di Kota Jayapura sama seperti di banyak daerah lain. Sama-sama menghadapi tantangan terkait kesehatan, termasuk risiko penularan HIV-AIDS kepada masyarakat umum. Terkait dengan ini, DPR Kota Jayapura menegaskan bahwa tidak berarti mengjudge atau menghakimi komunitas tersebut.

Baca Juga :  Dua Warga Tertangkap Basah Buang Sampah Siang Hari

“Hanya saja yang perlu dipahami adalah semakin kurangnya pengetahuan tentang HIV/AIDS dan cara pencegahannya dapat meningkatkan risiko penularan di komunitas LGBT,” kata Deli dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/7).

Ia menyebut, kurangnya akses ke layanan kesehatan, membuat Komunitas LGBT menghadapi hambatan dalam mendapatkan layanan yang ramah dan mendukung. Hal ini mengakibatkan komunitas tersebut tidak mendapatkan informasi dan perawatan yang memadai tentang HIV/AIDS.

Selain itu, stigma dan diskriminasi terhadap yang kerap terjadi pada komunitas LGBT membuatnya enggan mencari bantuan kesehatan. Akibatnya risiko penularan HIV-AIDS dapat meningkat.
Oleh karena itu, kata Deli, untuk mengantisipasi penyebaran penularan HIV-AIDS di Kota Jayapura diperlukan pendekatan yang masif terhadap komunitas tersebut. “Menurut saya ada beberapa langkah yang dapat dilakukan, diantaranya, edukasi dan penyuluhan tentang HIV-AIDS. Serta peningkatan akses ke layanan kesehatan yang ramah dan mendukung,” jelasnya. (jim/tri)

Baca Juga :  Wali Kota Rencana Buka Transmigrasi Lokal di Moso

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Berita Terbaru

Artikel Lainnya