JAYAPURA- Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pariwisata (Dispar) mulai membangun sejumlah infrastruktur di berbagai destinasi wisata pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya pengembangan sektor pariwisata berbasis masyarakat. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard J. Nahumury, menjelaskan bahwa pembangunan tahap awal telah difokuskan di sejumlah titik strategis, salah satunya di kawasan Pantai Holtekamp, khususnya Pantai 2 Holtekamp.
Di lokasi tersebut, kata Richard, akan dibangun berbagai fasilitas penunjang wisata, seperti Gasebo, wahana flying fox, tugu pintu masuk pantai, pos jaga, beberapa unit homestay, area parkir, serta fasilitas pendukung lainnya.
“Di Pantai 2 Holtekamp saat ini sudah ada beberapa aset yang dibangun untuk menunjang kenyamanan pengunjung sekaligus menarik minat wisatawan,” ujarnya ke Cepos, Kamis (23/4).
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa konsep besar pengembangan pariwisata di bawah kepemimpinan Wali Kota Abisai Rollo dan Wakil Wali Kota Rustan Saru adalah membangun sektor wisata berbasis pemberdayaan masyarakat lokal. Pengembangan tersebut direncanakan dilakukan secara bertahap, mulai dari kawasan Pantai Skow, Hamadi, Holtekamp, beberapa kampung hingga Pasir 2 Base G, dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai pelaku utama dalam pengelolaan destinasi wisata.
“Konsepnya adalah bagaimana masyarakat lokal bisa menjadi bagian utama dari pengembangan pariwisata, sehingga manfaat ekonominya langsung dirasakan oleh warga,” jelasnya.
JAYAPURA- Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pariwisata (Dispar) mulai membangun sejumlah infrastruktur di berbagai destinasi wisata pada tahun 2026 sebagai bagian dari upaya pengembangan sektor pariwisata berbasis masyarakat. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard J. Nahumury, menjelaskan bahwa pembangunan tahap awal telah difokuskan di sejumlah titik strategis, salah satunya di kawasan Pantai Holtekamp, khususnya Pantai 2 Holtekamp.
Di lokasi tersebut, kata Richard, akan dibangun berbagai fasilitas penunjang wisata, seperti Gasebo, wahana flying fox, tugu pintu masuk pantai, pos jaga, beberapa unit homestay, area parkir, serta fasilitas pendukung lainnya.
“Di Pantai 2 Holtekamp saat ini sudah ada beberapa aset yang dibangun untuk menunjang kenyamanan pengunjung sekaligus menarik minat wisatawan,” ujarnya ke Cepos, Kamis (23/4).
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa konsep besar pengembangan pariwisata di bawah kepemimpinan Wali Kota Abisai Rollo dan Wakil Wali Kota Rustan Saru adalah membangun sektor wisata berbasis pemberdayaan masyarakat lokal. Pengembangan tersebut direncanakan dilakukan secara bertahap, mulai dari kawasan Pantai Skow, Hamadi, Holtekamp, beberapa kampung hingga Pasir 2 Base G, dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai pelaku utama dalam pengelolaan destinasi wisata.
“Konsepnya adalah bagaimana masyarakat lokal bisa menjadi bagian utama dari pengembangan pariwisata, sehingga manfaat ekonominya langsung dirasakan oleh warga,” jelasnya.