JAYAPURA-Keterbatasan fasilitas dan sulitnya akses di sejumlah wilayah Papua tidak boleh menjadi penghambat peningkatan kualitas aparatur sipil negara (ASN). Justru, kondisi geografis dan keragaman budaya Papua menuntut pola pengembangan kompetensi yang lebih adaptif agar birokrasi mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), Muhammad Taufik, mengatakan Papua membutuhkan pendekatan tersendiri dalam pelatihan kepemimpinan dan pengembangan kapasitas ASN. Kebijakan yang disiapkan harus mempertimbangkan kekhasan daerah, terutama wilayah daerah otonomi baru (DOB) yang masih menghadapi keterbatasan sarana pendukung pemerintahan.
“Kita akan membuat pelatihan-pelatihan kepemimpinan yang mampu mengakomodasi kekhasan Papua, tidak hanya dari sisi materi. Yang paling penting, hasilnya harus dirasakan oleh masyarakat,” kata Taufik dalam pertemuan strategis LAN RI bersama pemerintah provinsi se-Papua di Kantor Gubernur Papua, Rabu (21/10).
Menurut Taufik, hasil koordinasi LAN RI dengan berbagai daerah menunjukkan bahwa setiap wilayah memiliki tantangan yang berbeda. Karena itu, kebijakan peningkatan kapasitas ASN di Papua perlu dirancang sesuai dengan persoalan yang dihadapi, bukan sekadar menerapkan pola pelatihan yang sama di seluruh daerah.
JAYAPURA-Keterbatasan fasilitas dan sulitnya akses di sejumlah wilayah Papua tidak boleh menjadi penghambat peningkatan kualitas aparatur sipil negara (ASN). Justru, kondisi geografis dan keragaman budaya Papua menuntut pola pengembangan kompetensi yang lebih adaptif agar birokrasi mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI), Muhammad Taufik, mengatakan Papua membutuhkan pendekatan tersendiri dalam pelatihan kepemimpinan dan pengembangan kapasitas ASN. Kebijakan yang disiapkan harus mempertimbangkan kekhasan daerah, terutama wilayah daerah otonomi baru (DOB) yang masih menghadapi keterbatasan sarana pendukung pemerintahan.
“Kita akan membuat pelatihan-pelatihan kepemimpinan yang mampu mengakomodasi kekhasan Papua, tidak hanya dari sisi materi. Yang paling penting, hasilnya harus dirasakan oleh masyarakat,” kata Taufik dalam pertemuan strategis LAN RI bersama pemerintah provinsi se-Papua di Kantor Gubernur Papua, Rabu (21/10).
Menurut Taufik, hasil koordinasi LAN RI dengan berbagai daerah menunjukkan bahwa setiap wilayah memiliki tantangan yang berbeda. Karena itu, kebijakan peningkatan kapasitas ASN di Papua perlu dirancang sesuai dengan persoalan yang dihadapi, bukan sekadar menerapkan pola pelatihan yang sama di seluruh daerah.