Tahun Ini SMA Negeri 8 Masih Menumpang di SMA Negeri 4

JAYAPURA – Wakil Wali Kota Rustan Saru memastikan proses pembangunan fisik SMA Negeri 8 Jayapura masih belum dapat direalisasikan pada tahun ini karena masih menunggu dukungan pendanaan dari pemerintah pusat. Rustan menjelaskan, Pemerintah Kota Jayapura sebenarnya telah menyiapkan lahan seluas dua hektar untuk pembangunan sekolah tersebut di wilayah Entrop. Namun hingga kini, pelaksanaan pembangunan belum bisa dieksekusi karena masih ada beberapa tahapan administrasi dan pendanaan yang belum tuntas.

“Pemkot sudah siapkan lahannya sekitar dua hektar. Tetapi untuk pembangunan fisiknya memang masih menunggu dana turun dari pusat. Ada beberapa hal yang belum selesai sehingga belum bisa dilaksanakan tahun ini,” ujar Rustan ke Cepos, Senin (18/5).

Baca Juga :  Dukung Program Pemerintah, BTM Lakukan Imunisasi Balita

Ia mengatakan, Pemerintah Kota Jayapura akan kembali mendorong pembangunan SMA Negeri 8 pada tahun anggaran 2027 agar proses pembangunan fisik sekolah dapat segera dimulai. Karena pembangunan belum berjalan, maka untuk sementara waktu aktivitas belajar mengajar siswa SMA Negeri 8 masih menggunakan ruang belajar di SMA Negeri 4 Jayapura.

Menurut Rustan, kondisi tersebut kemungkinan masih akan berlangsung hingga pembangunan gedung sekolah definitif selesai dilakukan.

“Untuk sementara besar kemungkinan SMA 8 masih menggunakan ruangan di SMA 4 sambil menunggu pembangunan sekolahnya,” katanya.

Terkait penerimaan siswa baru di SMA Negeri 4, Pemkot Jayapura juga akan melakukan evaluasi kembali guna menyesuaikan kapasitas ruang belajar yang digunakan bersama oleh kedua sekolah tersebut. Pemerintah, kata Rustan, tengah mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk kemungkinan mencari ruang belajar sementara di sekolah lain apabila kapasitas di SMA Negeri 4 tidak lagi mencukupi.

Baca Juga :  Buka Palang, Rustan Terima Langsung Aspirasi Warga Kampung Holtekamp

“Kami akan lihat lagi bagaimana pengaturan penerimaan siswa baru, apakah siswa SMA 8 tetap di SMA 4 atau nantinya dipindahkan sementara ke sekolah lain yang memiliki ruang tersedia,” jelasnya.

Rustan berharap pembangunan SMA Negeri 8 dapat segera terealisasi sehingga para siswa nantinya dapat menikmati fasilitas pendidikan yang lebih memadai dan representatif.(kim)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

 

JAYAPURA – Wakil Wali Kota Rustan Saru memastikan proses pembangunan fisik SMA Negeri 8 Jayapura masih belum dapat direalisasikan pada tahun ini karena masih menunggu dukungan pendanaan dari pemerintah pusat. Rustan menjelaskan, Pemerintah Kota Jayapura sebenarnya telah menyiapkan lahan seluas dua hektar untuk pembangunan sekolah tersebut di wilayah Entrop. Namun hingga kini, pelaksanaan pembangunan belum bisa dieksekusi karena masih ada beberapa tahapan administrasi dan pendanaan yang belum tuntas.

“Pemkot sudah siapkan lahannya sekitar dua hektar. Tetapi untuk pembangunan fisiknya memang masih menunggu dana turun dari pusat. Ada beberapa hal yang belum selesai sehingga belum bisa dilaksanakan tahun ini,” ujar Rustan ke Cepos, Senin (18/5).

Baca Juga :  Dukung Program Pemerintah, BTM Lakukan Imunisasi Balita

Ia mengatakan, Pemerintah Kota Jayapura akan kembali mendorong pembangunan SMA Negeri 8 pada tahun anggaran 2027 agar proses pembangunan fisik sekolah dapat segera dimulai. Karena pembangunan belum berjalan, maka untuk sementara waktu aktivitas belajar mengajar siswa SMA Negeri 8 masih menggunakan ruang belajar di SMA Negeri 4 Jayapura.

Menurut Rustan, kondisi tersebut kemungkinan masih akan berlangsung hingga pembangunan gedung sekolah definitif selesai dilakukan.

“Untuk sementara besar kemungkinan SMA 8 masih menggunakan ruangan di SMA 4 sambil menunggu pembangunan sekolahnya,” katanya.

Terkait penerimaan siswa baru di SMA Negeri 4, Pemkot Jayapura juga akan melakukan evaluasi kembali guna menyesuaikan kapasitas ruang belajar yang digunakan bersama oleh kedua sekolah tersebut. Pemerintah, kata Rustan, tengah mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk kemungkinan mencari ruang belajar sementara di sekolah lain apabila kapasitas di SMA Negeri 4 tidak lagi mencukupi.

Baca Juga :  PPKM Level 4 Perlu Peran Aktif RT/RW

“Kami akan lihat lagi bagaimana pengaturan penerimaan siswa baru, apakah siswa SMA 8 tetap di SMA 4 atau nantinya dipindahkan sementara ke sekolah lain yang memiliki ruang tersedia,” jelasnya.

Rustan berharap pembangunan SMA Negeri 8 dapat segera terealisasi sehingga para siswa nantinya dapat menikmati fasilitas pendidikan yang lebih memadai dan representatif.(kim)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

 

Berita Terbaru

Artikel Lainnya