Kalau memungkinkan, kata Silvester, akan melakukan pengecekan sama-sama, mana yang rusak akan diperbaiki dan yang hilang akan digantikan. Ia menekankan kabel-kabel yang ada di tiang-tiang itu sangat berbahaya dan bisa memakan korban apa bila tidak secepatnya diperbaiki.
“Itukan sakelar tidak ada, bahaya itu, tiang-tiang itukan kabel-kabelnya kelihatan, kalau dikasih nyala terus orang pegang, bisa korban orang, bahayakan,” jelasnya.
Silvester mengaku telah menghubungi Dinas PUPR Kota Jayapura untuk membahas terkait lampu tersebut. Ia pun mengungkapkan jawaban dari Dinas PUPR Kota Jayapura terkait masalah tersebut. “Tadi jawaban dari PU kota meminta untuk diinfokan juga ke Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Papua,” jelas Silvester.
Ia kemudian menyampaikan bahwa untuk permasalahan kerusakan lampu jalan di Kota Jayapura ini merupakan tangung jawab Dinas PUPR Kota. Tetapi untuk yang di Holtekamp dirinya mengaku tidak tahu pasti, siapa yang tangung jawab.
Lebih lanjut Ia menjelaskan terkait kerusakan lampu jalan yang di jalan raya Holtekamp itu tidak harus PLN yang memperbaiki. Menurut Silvester, bisa saja mereka mencari instalator yang lain, PLN hanya bertugas untuk menambah daya saja kalau diperlukan.
PLN selalu bersedia jika pemerintah kota meminta saran untuk melakukan perbaikan lampu tersebut dan selalu siap jika diperlukan untuk membantu. Silvester mengaku dalam waktu dekat akan melakukan diskusi dengan dinas PUPR kota dan BPTD. (cr-278/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOSÂ https://www.myedisi.com/cenderawasihpos