Ia mengingatkan agar pemasangan tidak dilakukan tanpa perhitungan matang, karena dampaknya bisa berimbas pada tugas polisi lalu lintas di lapangan. “Jangan hanya pasang lampu, nanti dampaknya kepada kami yang berjaga di
Pagi itu, arus kendaraan di sejumlah persimpangan di Kota Sentani tampak berbeda dari biasanya. Lampu lalu lintas (traffic light) yang baru terpasang mulai mengatur laju kendaraan yang selama ini terbiasa melintas tanpa
Kondisi ini menurutnya tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengendara, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas dan potensi tindakan kriminal di sekitar area jembatan.
Fakta tersebut terungk
Akibat pencurian tersebut, ikon kebanggaan Papua khususnya Kota Jayapura itu hingga kini tampak gelap gulita pada malam hari. Rustan Saru menilai tindakan tersebut sangat merugikan masyarakat dan pemerintah daerah.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran dan keluhan dari para pengendara serta warga sekitar yang melewati jalan tersebut, khususnya pada malam hari. Berdasarkan informasi yang dihimpun Cenderawasih Pos di lokasi, Peneranga
Para pengendara roda dua maupun roda empat tampak tidak memperdulikan keberadaan lampu lalu lintas dan lebih memilih menerobos daripada menunggu lampu hijau menyala. Kondisi ini pun semakin memperburuk situasi lalu linta
Kepala Dinas PUPR Kota Jayapura, Asep Khalid, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025 pihaknya telah memasang sekitar 500 titik LPJU baru, sebagai tindak lanjut dari program prioritas Wali Kota Jayapura, “Jayapura Teran
Kepala Dinas Perhubungan Kota Jayapura, Justin Sitorus, membenarkan adanya gangguan pada lampu lalu lintas tersebut. Ia menjelaskan bahwa pemadaman terjadi akibat kendala teknis, namun seluruh kerusakan telah ditangani o
Untuk tahun depan juga menurut Asep akan dilakukan pemasangan baru tentu dengan titik yang baru juga. "Untuk tahun depan, sesuai arahan bapa Walikota kita akan pasang 1000 titik targetnya," ungkapnya.
Pantauan di lapangan ini terlihat arus lalu lintas di titik tersebut terpantau padat, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja. Tanpa pengaturan lampu lalu lintas, pengendara dari berbagai arah kerap saling berebut j
Kondisi ini membuat pembangunan infrastruktur dasar, termasuk penerangan, sulit dijangkau. Gelap gulita setiap malam menjadi bagian dari keseharian warga hingga TNI hadir membawa terang.
"Dari semua ruas jalan di Kota Jayapura, memang masih banyak yang belum maksimal penerangannya, namun pada prinsipnya semua akan kita akomodir secara bertahap termasuk di ruas jalan pantai dok 2," ujar Nofdi J Rampi saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos di ruangan kerjanya, Selasa (07/01/2015).
Kepala Dinas PUPR Kota Jayapura Nofdy Rampi di Jayapura, Rabu, mengatakan enam titik tersebut meliputi komplek Balai Pelatihan Kerja (BLK), depan SMK Negeri 3 Kota Jayapura, Jalan Hamadi, Kampung Holtekamp, Kelurahan Asano, Kelurahan Vim, Kelurahan Wahno.
Menurutnya, lampu-lampu jalan yang diperbaiki saat ini tidak saja di kawasan jalan yang menjadi kewenangan Pemkot Jayapura, tetapi juga termasuk jalan Holtekamp yang menjadi kewenangan Balai Jalan Papua.
Fitri salah satu warga Doyo Baru mengatakan, pihaknya berharap Pemerintah Kabupaten Jayapura bisa melakukan perbaikan lampu penerangan jalan umum yang sudah rusak di wilayah Sentani, karena jika malam hari gelap tentu bisa menganggu keselamatan warga yang mengendarai kendaraan atau sedang berjalan kaki.
“Rambu-rambu peringatan terkait dengan ruas jalan yang mengalami penurunan di Jembatan Youtefa sudah kami pasang di dua arah, baik itu dari arah Hamadi maupun dari arah Holtekamp,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BPJN Jayapura, Muhammad Ferdi Darwis saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos
Dia mengungkapkan kerusakan lampu jalan yang terjadi di sepanjang jalan Holtekamp itu mendapat keluhan dari masyarakat, terutama yang seringkali menggunakan jalan tersebut. Bahkan, dia juga meminta kepada pihak terkait, supaya memberi respon dari apa yang sudah disampaikan atau diminta oleh Pemerintah Kota Jayapura soal rencana untuk memperbaiki lampu jalan di sepanjang jalan tersebut.
Kasatker PJN 1 Jayapura, Jonatan Siagian mengatakan lampu jalan Holtekamp pernah berfungsi saat diresmikan pada tahun 2019 lalu. Namun seiring dengan berjalannya waktu didapati kabelnya dicuri orang yang tidak bertanggungjawab. Hal ini lantas menyebabkan lampu jalan tak befungsi hingga saat ini.
Mengenai permintaan dari Pemkot Jayapura itu sebenarnya sudah ada pertemuan-pertemuan yang dilakukan antara Pemkot Jayapura dengan pihak Balai yang difasilitasi langsung oleh ketua DPRD Kota Jayapura, Abisai Rollo. Belum diketahui alasan pihak Balai Jalan Papua, yang sama sekali belum memberikan kepastian mengenai permintaan atau permohonan dari Pemkot Jayapura itu.
"Pemasangan 300 lampu jalan dibeberapa titik jalan di Kabupaten Jayapura, baru bisa kita realisasikan pada APBD Perubahan TA 2024 dan nanti langsung ditangani DP2KP. Jadi soal berapa dananya dan dimana lokasi pemasangannya secara teknis bisa tanyakan langsung ke DP2KP,"ucapnya.
Kepala Dinas PUPR PKP Kota Jayapura, Nofdy J. Rampi kepada Cenderawasih Pos menjelaskan, pihaknya sudah pihaknya sudah terkoordinasi langsung dengan Balai Jalan Provinsi Papua terkait rencana perbaikan LPJU, bahkan sudah dua kali rapat, namun belum ada tindak lanjutnya.
Kepala dinas pekerjaan umum dan Perumahan Rakyat kota Jayapura, nofdy J. Rampi mengatakan, sebelum kunjungan presiden Republik Indonesia itu pemerintah kota Jayapura melalui pihaknya memastikan semua lampu-lampu jalan di beberapa tempat yang selama ini padam harus sudah terang.
Dia mengatakan, kondisi lampu mati di sepanjang jalan Youtefa Holtekamp itu menjadi atensi pemerintah Kota Jayapura. Apalagi dalam waktu dekat ini ada kunjungan Presiden Jokowi ke Papua dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.
Lokasi ini jika malam menjadi gelap meski memiliki instalasi lampu jalan. Tak sedikit warga yang mengeluhkan kondisi ini mengingat sudah beberapa kali terjadi kecelakaan bahkan mengorbankan jiwa.
Dikatakan, kelanjutan pengadaan dan pemanfaatannya di tahun ini masih menunggu APBD 2024. Tujuan pengadaan lampu jalan tidak lain untuk menerangi jalan raya terutama daerah-daerah yang masih gelap dan belum tersedia penerangan. Sehingga diharapkan akan membantu masyarakat atau pengguna jalan di waktu malam mendapatkan penerangan yang cukup.
Mezaac menjelaskan, abrasi Pantai Lampu Satu Merauke yang sangat masif ini selain karena alam juga karena ulah manusia. Dimana selama ini pantai Lampu Satu Merauke yang berbahan pasir pantaiu itu digali dan dijual.
Triwarno mengaku, masyarakat tidak perlu khawatir soal pemasangan LPJU. Nanti akan diutamakan terlebih dahulu di seluruh Kota Sentani, sebagai ibu Kota Kabupaten Jayapura dan sebagai pintu utama masuk ke Papua melalui Bandara Sentani.
Sementara itu untuk rencana perbaikan lampu yang ada di jembatan merah, pihaknya terlebih dahulu akan melakukan koordinasi dengan pihak Balai Pengelola Jalan Nasional. Apabila itu bisa dikerjakan oleh BPTD, maka itu akan dilakukan namun harus mendapat arahan dari pihak balai pengelola jalan nasional itu.
Karena menurutnya ada beberapa komponen-komponen listrik yang sudah tidak berfungsi lagi bahkan sudah hilang seperti Sakelar, sehingga harus diperbaiki. "Kalau mau kasih nyala sakelar-sakelar di tiang itukan sudah tidak ada, mau kasih nyala bagaimana?" ucapnya.
Beberapa pihak yang terkait dengan penerangan jalan ini, sepertinya masih saling lempar tanggung jawab dan belum ada sinergitas yang baik, antara Balai Jalan Nasional Jayapura, Pemkot Jayapura maupun dari PLN yang mensuplai kebutuhan listrik di LPJU sepanjang jalan Holtekamp ini.
Dia mengatakan secara kewenangan untuk perbaikan lampu lalu lintas jalan itu sebenarnya menjadi tanggung jawab dari Pemerintah Provinsi Papua melalui dinas terkait. Namun sampai saat ini Pemerintah Provinsi Papua belum menunjukkan upaya untuk melakukan perbaikan kerusakan pada traffic light tersebut.
Mereka mengeluhkan tidak adanya lampu penerangan jalan umum setelah Jembatan Youtefa sampai Pos Polisi Holtekamp, warga disekitar jalan tersebut pun takut akan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti tindakan kejahatan maupun kecelakaan yang masih sering terjadi sepanjang jalan tersebut.
Menurut salah satu pelintas yang ditemui Cendrawasih pos, Michael (32) pasca traffic light itu rusak, sejumlah kendaraan yang melintas di persimpangan tersebut selalu saja hampir mengalami kecelakaan. Hal itu disebabkan karena saling mendahului maupun ketidak teraturan pelintas.
Kini sebulan berlalu, belum ada tanda-tanda lampu lalulintas tersebut diperbaiki. Padahal keberadaanya sangat penting, terutama mengatur laju kendaraan pada saat jam-jam sibuk.
Meski dari instansi terkait sudah mengetahui adanya kerusakan traffic light pasca terjadi kebakaran, namun hingga kemarin belum juga diperbaiki. Padahal menurut warga setempat lampu lalulintas di persimpangan 3 waena itu sangat membantu mengurai arus lalulintas.
Beberapa pengguna jalan yang ditemui Cendrawasih pos, juga mengaku resah dengan kondisi tersebut. Pasalnya akibat kerusakan lampu lalulintas tersebut, membuat arus lalu lintas tidak teratur. Padahal di wilayah tersebut tingkat arus lalulintas sangat tinggi, sehingga sangat butuh lampu lalu lintas.
"Permintaan lampu Natal sekarang baru sudah mulai terlihat, paling-paling untuk lampu selang, dengan harga Rp 150 ribu /10 meter - Rp 300 ribu /20 meter, sementara lampu hias pohon Natal mulai harga Rp 50 ribu/8 meter - Rp 280 ribu/20 meter, "ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Senin (11/12) kemarin.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Jayapura, melalui bidang teknisnya, Melkianus menjelaskan, khusus kerusakan traffic light yang ada di persimpangan jalan otonom itu disebabkan karena limitnya DC-nya dalam posisi off, dan pihaknya sudah kembali memperbaikinya.