Berbeda dengan Saeful, Alit (29) pengendara lainnya memilih untuk berkendara di atas trotoar yang berada di sebelah kiri badan jalan. ”Kalau mau selamat, mending lewat di sini saja,” sahut Alit sambil melaju kendaraannya.
Di tempat yang sama Anton (40), salah seorang warga Abepura menyampaikan, pengumpulan air yang terjadi sejak bertahun-tahun, berasal dari air limbah rumah tangga dan sebagainya. Namun saluran drainase yang mengarah ke Jalan pasar Youtefa malah dangkal dan tersumbat. “Saya harap, Pemkoy turun tangan. Apalagi jalan ini dilewati ribuan masyarakat setiap harinya, pulang pergi ke pasar Youtefa,” kata Anto. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Berbeda dengan Saeful, Alit (29) pengendara lainnya memilih untuk berkendara di atas trotoar yang berada di sebelah kiri badan jalan. ”Kalau mau selamat, mending lewat di sini saja,” sahut Alit sambil melaju kendaraannya.
Di tempat yang sama Anton (40), salah seorang warga Abepura menyampaikan, pengumpulan air yang terjadi sejak bertahun-tahun, berasal dari air limbah rumah tangga dan sebagainya. Namun saluran drainase yang mengarah ke Jalan pasar Youtefa malah dangkal dan tersumbat. “Saya harap, Pemkoy turun tangan. Apalagi jalan ini dilewati ribuan masyarakat setiap harinya, pulang pergi ke pasar Youtefa,” kata Anto. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q