Salah satu fokus utama dari kegiatan pemetaan ini adalah penelusuran rekam jejak militer pada masa Perang Dunia (PD) II. Wilayah Jayapura yang dahulu dikenal sebagai Hollandia memiliki rekam sejarah panjang sebagai salah satu markas dan pangkalan aktivitas pasukan sekutu di kawasan Pasifik.
Di kawasan Teluk Youtefa hingga ke area Jembatan Merah, tim mengidentifikasi keberadaan bangkai kapal perang sisa peninggalan sekutu yang masih berada di perairan tersebut. Peninggalan fisik ini dinilai memiliki nilai historis luar biasa untuk mengungkap kembali panggung sejarah masa lalu Jayapura.
Pendataan cagar budaya ini dipastikan tidak hanya berfokus pada situs atau artefak yang berada di ruang terbuka publik. Disdikbud Kota Jayapura menegaskan komitmennya untuk melibatkan peran aktif masyarakat kampung, tokoh gereja, pengurus masjid, hingga pemilik peninggalan pribadi dalam proses inventarisasi.
Ketersediaan objek cagar budaya yang teridentifikasi dan tertata rapi diyakini bakal menjadi magnet baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin mempelajari rekam jejak sejarah Pasifik di Jayapura. Peningkatan arus kunjungan wisata ini pada akhirnya berimplikasi langsung pada perputaran ekonomi lokal dan peningkatan PAD.
“Mimpi terbesar kita adalah situs-situs bersejarah ini berkembang pesat dan bisa dimanfaatkan oleh banyak orang sebagai sarana belajar dan rekreasi. Semakin banyak objek cagar budaya yang kita tetapkan dan kemas dengan baik, akan makin banyak turis yang tertarik datang. Hal itu tentu berdampak langsung pada peningkatan income serta memberi kontribusi nyata bagi pendapatan daerah Kota Jayapura,” pungkas Grace. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Salah satu fokus utama dari kegiatan pemetaan ini adalah penelusuran rekam jejak militer pada masa Perang Dunia (PD) II. Wilayah Jayapura yang dahulu dikenal sebagai Hollandia memiliki rekam sejarah panjang sebagai salah satu markas dan pangkalan aktivitas pasukan sekutu di kawasan Pasifik.
Di kawasan Teluk Youtefa hingga ke area Jembatan Merah, tim mengidentifikasi keberadaan bangkai kapal perang sisa peninggalan sekutu yang masih berada di perairan tersebut. Peninggalan fisik ini dinilai memiliki nilai historis luar biasa untuk mengungkap kembali panggung sejarah masa lalu Jayapura.
Pendataan cagar budaya ini dipastikan tidak hanya berfokus pada situs atau artefak yang berada di ruang terbuka publik. Disdikbud Kota Jayapura menegaskan komitmennya untuk melibatkan peran aktif masyarakat kampung, tokoh gereja, pengurus masjid, hingga pemilik peninggalan pribadi dalam proses inventarisasi.
Ketersediaan objek cagar budaya yang teridentifikasi dan tertata rapi diyakini bakal menjadi magnet baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin mempelajari rekam jejak sejarah Pasifik di Jayapura. Peningkatan arus kunjungan wisata ini pada akhirnya berimplikasi langsung pada perputaran ekonomi lokal dan peningkatan PAD.
“Mimpi terbesar kita adalah situs-situs bersejarah ini berkembang pesat dan bisa dimanfaatkan oleh banyak orang sebagai sarana belajar dan rekreasi. Semakin banyak objek cagar budaya yang kita tetapkan dan kemas dengan baik, akan makin banyak turis yang tertarik datang. Hal itu tentu berdampak langsung pada peningkatan income serta memberi kontribusi nyata bagi pendapatan daerah Kota Jayapura,” pungkas Grace. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q