Wednesday, May 29, 2024
28.7 C
Jayapura

Buntut Kericuhan, Kapolda Ganti Dua Kapolres

JAYAPURA – Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri, memimpin Upacara Serah Terima Jabatan Kapolres Jayawijaya dan Kapolres Tolikara Polda Papua di Aula Rastra Samara Polda Papua Koya Koso. Pergantian dua kapolres ini berdasarkan Surat Perintah Kepala Kepolisian Daerah Papua Nomor: Sprin/183/III/KEP./2023 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dalam jabatan dilingkungan Polda Papua.

   Adapun Pejabat yang melaksanakan serah terima yakni AKBP Heri Wibowo, dari Kasubbid Provos Polda Papua diangkat sebagai Kapolres Jayawijaya menggantikan AKBP Hesman Napitupulu yang mendapat jabatan baru sebagai Pamen Polda Papua. Lalu Kompol Ahmad Fauzan, dari Pamen Polda Papua diangkat sebagai  Pejabat sementara Kapolres Tolikara menggantikan AKBP Dicky Hermansyah Saragih.

Baca Juga :  Tidak Semua Kawasan di Muara Tami Jadi Kawasan Pemukiman

  Kapolda menyampaikan kegiatan serah terima jabatan dalam suatu organisasi adalah merupakan bagian dari mekanisme dan dinamika organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan sekaligus mengembangkan organisasi. Memberikan kesejahteraan personel berupa peningkatan promosi jabatan dan menyiapkan regenerasi sehingga organisasi tetap berjalan dan berkesinambungan.

   Hanya kata Fakhiri ada PR besar yang harus segera dijalankan oleh kapolres anyar yakni menumbuhkan kepercayaan public atas pelayanan kepolisian. Bercermin dari kejadian di Wamena beberapa waktu lalu yang akhirnya ada belasan warga sipil yang tewas termasuk kericuhan di Tolikara dikatakan menjadi tugas berat untuk  mengembalikan tingkat kepercayaan public kepada Polri.

   Polri kata Fakhiri  harus mampu melakukan tugas pokok Polri yaitu melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat serta melakukan penegakan hukum yang berkeadilan kepada seluruh masyarakat tanpa pandang bulu.

Baca Juga :  STC Langkah Pemerintah Mendukung Percepatan Pembangunan dan Investasi di Papua

“Tentunya kami juga memberi catatan. Dari kejadian yang sudah – sudah ini harus diperbaiki dan menjadi tugas baru bagi pejabat baru,” bebernya.

   Selain itu, ia juga berpesan kepada pejabat Kapolres yang baru agar melakukan imbauan-imbauan kepada masyarakat dan pendekatan terhadap masyarakat melalui pemasangan spanduk dan lainnya.  “Lakukanlah pendekatan persuasif agar kejadian seperti di Wamena terkait isu – isu hoax yang mengakibatkan kerusuhan disana agar tidak pernah terjadi lagi,” tutupnya. (ade/tri)

JAYAPURA – Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius D. Fakhiri, memimpin Upacara Serah Terima Jabatan Kapolres Jayawijaya dan Kapolres Tolikara Polda Papua di Aula Rastra Samara Polda Papua Koya Koso. Pergantian dua kapolres ini berdasarkan Surat Perintah Kepala Kepolisian Daerah Papua Nomor: Sprin/183/III/KEP./2023 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dalam jabatan dilingkungan Polda Papua.

   Adapun Pejabat yang melaksanakan serah terima yakni AKBP Heri Wibowo, dari Kasubbid Provos Polda Papua diangkat sebagai Kapolres Jayawijaya menggantikan AKBP Hesman Napitupulu yang mendapat jabatan baru sebagai Pamen Polda Papua. Lalu Kompol Ahmad Fauzan, dari Pamen Polda Papua diangkat sebagai  Pejabat sementara Kapolres Tolikara menggantikan AKBP Dicky Hermansyah Saragih.

Baca Juga :  Program RT/RW Tangguh, Lahirkan Solidaritas Tangani Covid 19 secara Bersama

  Kapolda menyampaikan kegiatan serah terima jabatan dalam suatu organisasi adalah merupakan bagian dari mekanisme dan dinamika organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan sekaligus mengembangkan organisasi. Memberikan kesejahteraan personel berupa peningkatan promosi jabatan dan menyiapkan regenerasi sehingga organisasi tetap berjalan dan berkesinambungan.

   Hanya kata Fakhiri ada PR besar yang harus segera dijalankan oleh kapolres anyar yakni menumbuhkan kepercayaan public atas pelayanan kepolisian. Bercermin dari kejadian di Wamena beberapa waktu lalu yang akhirnya ada belasan warga sipil yang tewas termasuk kericuhan di Tolikara dikatakan menjadi tugas berat untuk  mengembalikan tingkat kepercayaan public kepada Polri.

   Polri kata Fakhiri  harus mampu melakukan tugas pokok Polri yaitu melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat serta melakukan penegakan hukum yang berkeadilan kepada seluruh masyarakat tanpa pandang bulu.

Baca Juga :  Melalui TOT, Para Widyaiswara Memiliki Kemampuan Subtansi

“Tentunya kami juga memberi catatan. Dari kejadian yang sudah – sudah ini harus diperbaiki dan menjadi tugas baru bagi pejabat baru,” bebernya.

   Selain itu, ia juga berpesan kepada pejabat Kapolres yang baru agar melakukan imbauan-imbauan kepada masyarakat dan pendekatan terhadap masyarakat melalui pemasangan spanduk dan lainnya.  “Lakukanlah pendekatan persuasif agar kejadian seperti di Wamena terkait isu – isu hoax yang mengakibatkan kerusuhan disana agar tidak pernah terjadi lagi,” tutupnya. (ade/tri)

Berita Terbaru

Artikel Lainnya