Menurut Arius, dalam perdebatan tersebut terungkap bahwa kuota untuk beberapa fakultas favorit, seperti Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), diduga telah terisi oleh calon mahasiswa dari pihak-pihak yang menjalin kerja sama dengan lembaga Uncen.
Kondisi ini dinilai sangat mencederai rasa keadilan bagi calon mahasiswa lokal yang memiliki keterbatasan ekonomi. “Lembaga Uncen seolah membiarkan mahasiswa yang latar belakang ekonominya lemah dan hanya mementingkan mereka yang sudah bekerja sama dengan nilai uang besar. Padahal, banyak anak-anak yang punya mimpi besar untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, namun terkendala finansial,” tegas Arius.
Salah satu tuntutan krusial mahasiswa dalam aksi tersebut, mendesak pihak rektorat untuk segera memenuhi yakni meluluskan 100% Orang Asli Papua (OAP) yang saat ini sedang mengikuti tahapan tes seleksi masuk. Serta, memperpanjang jadwal pendaftaran mahasiswa baru di Universitas Cenderawasih.
Siep mengingatkan, jika pihak rektorat tidak memberikan respons cepat dan mengabaikan tuntutan ini, mahasiswa mengancam akan melakukan eskalasi aksi yang lebih besar dalam waktu dekat.
“Kami akan memobilisasi massa dari 9 fakultas untuk melakukan mogok pendidikan total di Uncen, jika aspirasi mahasiswa tidak segera ditindaklanjuti dan dijawab langsung oleh Rektor,” pungkas Arius. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Menurut Arius, dalam perdebatan tersebut terungkap bahwa kuota untuk beberapa fakultas favorit, seperti Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), diduga telah terisi oleh calon mahasiswa dari pihak-pihak yang menjalin kerja sama dengan lembaga Uncen.
Kondisi ini dinilai sangat mencederai rasa keadilan bagi calon mahasiswa lokal yang memiliki keterbatasan ekonomi. “Lembaga Uncen seolah membiarkan mahasiswa yang latar belakang ekonominya lemah dan hanya mementingkan mereka yang sudah bekerja sama dengan nilai uang besar. Padahal, banyak anak-anak yang punya mimpi besar untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, namun terkendala finansial,” tegas Arius.
Salah satu tuntutan krusial mahasiswa dalam aksi tersebut, mendesak pihak rektorat untuk segera memenuhi yakni meluluskan 100% Orang Asli Papua (OAP) yang saat ini sedang mengikuti tahapan tes seleksi masuk. Serta, memperpanjang jadwal pendaftaran mahasiswa baru di Universitas Cenderawasih.
Siep mengingatkan, jika pihak rektorat tidak memberikan respons cepat dan mengabaikan tuntutan ini, mahasiswa mengancam akan melakukan eskalasi aksi yang lebih besar dalam waktu dekat.
“Kami akan memobilisasi massa dari 9 fakultas untuk melakukan mogok pendidikan total di Uncen, jika aspirasi mahasiswa tidak segera ditindaklanjuti dan dijawab langsung oleh Rektor,” pungkas Arius. (jim/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q