Monday, July 15, 2024
25.7 C
Jayapura

Kendalikan Inflasi, Gencarkan Gerakan Pangan Murah

JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua meminta pemerintah kabupaten/kota menggencarkan Gerakan Pangan Murah. Hal ini sebagai salah satu upaya mengendalikan inflasi di daerah.

  Hal itu disampaikan Asisten II Setda Papua, Setyo Wahyudi usai rapat terkait inflasi di Kantor Gubernur Papua. Selain itu, lanjut dia, inspeksi mendadak atau operasi pasar juga harus dilakukan.

  “Termasuk rapat-rapat terkait upaya pengendalian inflasi harus juga dijalankan. Hal ini berdasarkan hasil evaluasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Papua dalam rapat Senin (10/6),” kata Walilo.

  Selain itu, kata Wahyudi, pemerintah kabupaten/kota juga diwajibkan melaporkan perkembangan inflasi secara berkala ke pusat. “Ada beberapa daerah sempat menjadi atensi pusat terkait pelaporan ini, di antaranya Kabupaten Keerom dan Jayapura,” ujarnya.

Baca Juga :  Rektor IAIN: Syarat Ambil Ijazah Harus Bawa Bukti Jurnal

  Wahyudi menyatakan, secara umum inflasi di Papua cukup terkendali. Sebagaimana Inflasi Papua saat ini berada di angka 2,18. “Tentunya langkah antisipasi agar inflasi tetap terkendali perlu terus dilakukan. Seperti memantau ketersediaan bahan pokok dan TPID Papua akan melakukan hal ini,” ucapnya.

  Sebelumnya, Pj Gubernur Papua, M Ridwan Rumasukun, menyebut empat daerah di Papua menjadi atensi pusat kaitan dengan pengendalian inflasi. Daerah tersebut adalah Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Waropen dan Kabupaten Mamberamo Raya.

  “Kami harap pemerintah setempat terus meningkatkan upaya upaya sehingga inflasi semakin terkendali dengan baik,” ujarnya.

   Selain itu kata Rumasukun, ada tiga komoditas pangan yang mendapat perhatian serius pemerintah. Masing-masing daging sapi, bawang merah dan bawang putih. “Memang kalau musim hujan, bawang itu susah. Tetapi kita ada kerjasama antara daerah, kalau diperlukan kita akan intervensi dengan mendatangkan dari luar daerah,” pungkasnya. (fia/tri)

Baca Juga :  Pengawasan di Pelabuhan Laut Jayapura Diperketat

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos   

JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua meminta pemerintah kabupaten/kota menggencarkan Gerakan Pangan Murah. Hal ini sebagai salah satu upaya mengendalikan inflasi di daerah.

  Hal itu disampaikan Asisten II Setda Papua, Setyo Wahyudi usai rapat terkait inflasi di Kantor Gubernur Papua. Selain itu, lanjut dia, inspeksi mendadak atau operasi pasar juga harus dilakukan.

  “Termasuk rapat-rapat terkait upaya pengendalian inflasi harus juga dijalankan. Hal ini berdasarkan hasil evaluasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Papua dalam rapat Senin (10/6),” kata Walilo.

  Selain itu, kata Wahyudi, pemerintah kabupaten/kota juga diwajibkan melaporkan perkembangan inflasi secara berkala ke pusat. “Ada beberapa daerah sempat menjadi atensi pusat terkait pelaporan ini, di antaranya Kabupaten Keerom dan Jayapura,” ujarnya.

Baca Juga :  Makam Theys Eluay Sebagai Simbol Kematian Demokrasi

  Wahyudi menyatakan, secara umum inflasi di Papua cukup terkendali. Sebagaimana Inflasi Papua saat ini berada di angka 2,18. “Tentunya langkah antisipasi agar inflasi tetap terkendali perlu terus dilakukan. Seperti memantau ketersediaan bahan pokok dan TPID Papua akan melakukan hal ini,” ucapnya.

  Sebelumnya, Pj Gubernur Papua, M Ridwan Rumasukun, menyebut empat daerah di Papua menjadi atensi pusat kaitan dengan pengendalian inflasi. Daerah tersebut adalah Kabupaten Jayapura, Kabupaten Keerom, Kabupaten Waropen dan Kabupaten Mamberamo Raya.

  “Kami harap pemerintah setempat terus meningkatkan upaya upaya sehingga inflasi semakin terkendali dengan baik,” ujarnya.

   Selain itu kata Rumasukun, ada tiga komoditas pangan yang mendapat perhatian serius pemerintah. Masing-masing daging sapi, bawang merah dan bawang putih. “Memang kalau musim hujan, bawang itu susah. Tetapi kita ada kerjasama antara daerah, kalau diperlukan kita akan intervensi dengan mendatangkan dari luar daerah,” pungkasnya. (fia/tri)

Baca Juga :  Minim Pendaftaran ASN DOB, BKD Siapkan Langkah

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos   

Berita Terbaru

Artikel Lainnya