Friday, March 13, 2026
26.4 C
Jayapura

Buka Peluang Investor Asing Garap Perikanan Papua

JAYAPURA-Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Chili periode 2014-2019, Philemon Arobaya, berencana membawa investor luar negeri untuk mengembangkan sektor perikanan dan pertanian di Papua.Rencana tersebut disampaikan Philemon setelah berdiskusi dengan Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, terkait peluang investasi yang dapat dikembangkan di wilayah tersebut.

Menurut Philemon, Papua memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama di sektor perikanan dan pertanian. Namun potensi tersebut perlu dikelola secara serius agar dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Saya berbicara dengan Gubernur agar tidak hanya melihat peluang, tetapi juga meminta arahan bagaimana saya bisa membawa investor untuk membangun di Papua, khususnya di bidang perikanan dan pertanian,” kata Philemon, Selasa (10/3).

Baca Juga :  Diklaim Hak Ulayat, Jadi Kendala Penertiban Pedagang di Luar Pasar

Ia menjelaskan, dalam dua hingga tiga tahun terakhir dirinya telah menjalin komunikasi dengan sejumlah investor luar negeri untuk mengembangkan berbagai fasilitas di Papua, seperti perkebunan, pabrik pengolahan hasil pertanian, hingga pelabuhan perikanan.

“Selama dua sampai tiga tahun ini saya berupaya membawa investor dari luar negeri untuk membangun perkebunan, pabrik pertanian dan juga pelabuhan perikanan di Papua,” ujarnya.

Philemon menilai pengembangan sektor perikanan dan pertanian penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama nelayan dan petani yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan.

Menurutnya, potensi besar yang dimiliki Papua tidak boleh dibiarkan tanpa pengelolaan yang serius. “Potensi ini harus diupayakan, dikembangkan, dan diolah agar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Papua,” katanya.

Baca Juga :  Uskup Mandagi Open House, Ini Pesan PJ Gubernur PPS 

Ia mencontohkan kondisi para mama Papua yang setiap hari berjualan di pasar untuk memenuhi kebutuhan hidup. “Kita lihat mama-mama yang berjualan di pasar, mereka berjuang untuk mencukupi kebutuhan hidup. Potensi yang ada seharusnya bisa diolah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua,” ujarnya.

JAYAPURA-Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Chili periode 2014-2019, Philemon Arobaya, berencana membawa investor luar negeri untuk mengembangkan sektor perikanan dan pertanian di Papua.Rencana tersebut disampaikan Philemon setelah berdiskusi dengan Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, terkait peluang investasi yang dapat dikembangkan di wilayah tersebut.

Menurut Philemon, Papua memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama di sektor perikanan dan pertanian. Namun potensi tersebut perlu dikelola secara serius agar dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Saya berbicara dengan Gubernur agar tidak hanya melihat peluang, tetapi juga meminta arahan bagaimana saya bisa membawa investor untuk membangun di Papua, khususnya di bidang perikanan dan pertanian,” kata Philemon, Selasa (10/3).

Baca Juga :  PON Ternyata Masih Menyisakan Hutang

Ia menjelaskan, dalam dua hingga tiga tahun terakhir dirinya telah menjalin komunikasi dengan sejumlah investor luar negeri untuk mengembangkan berbagai fasilitas di Papua, seperti perkebunan, pabrik pengolahan hasil pertanian, hingga pelabuhan perikanan.

“Selama dua sampai tiga tahun ini saya berupaya membawa investor dari luar negeri untuk membangun perkebunan, pabrik pertanian dan juga pelabuhan perikanan di Papua,” ujarnya.

Philemon menilai pengembangan sektor perikanan dan pertanian penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama nelayan dan petani yang selama ini masih menghadapi berbagai keterbatasan.

Menurutnya, potensi besar yang dimiliki Papua tidak boleh dibiarkan tanpa pengelolaan yang serius. “Potensi ini harus diupayakan, dikembangkan, dan diolah agar bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Papua,” katanya.

Baca Juga :  Kasus Pelanggaran HAM Berat Paniai Segera Disidangkan

Ia mencontohkan kondisi para mama Papua yang setiap hari berjualan di pasar untuk memenuhi kebutuhan hidup. “Kita lihat mama-mama yang berjualan di pasar, mereka berjuang untuk mencukupi kebutuhan hidup. Potensi yang ada seharusnya bisa diolah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua,” ujarnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya