Saturday, January 10, 2026
25.6 C
Jayapura

Gubernur: AI Harus Jadi Alat Pemersatu!

JAYAPURA-Gubernur Papua, Matius D Fakhiri menyoroti tantangan zaman berupa perkembangan pesat kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di era Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity (VUCA). Ia menekankan pentingnya kedaulatan AI agar teknologi tersebut tidak hampa nilai, melainkan dipandu oleh prinsip ketuhanan dan kemanusiaan.

“ASN Kementerian Agama harus mampu mewarnai substansi AI dengan konten keagamaan yang otoritatif, moderat, sejuk, dan mencerahkan. AI harus menjadi alat pemersatu dan penguat kerukunan, bukan pemicu disinformasi dan perpecahan,” kata Gubernur Fakhiri, saat upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Indonesia, di halaman kantor gubernur, Sabtu (3/1).

Untuk mewujudkan visi tersebut, Gubernur Papua mendorong seluruh ASN Kementerian Agama bertransformasi menjadi pribadi yang lincah (agile), adaptif terhadap perubahan, terbuka pada inovasi teknologi, serta responsif dan berintegritas dalam melayani umat.

Baca Juga :  Ajak Semua Pihak Wujudkan Pilkada  2024

Gubernur juga menegaskan bahwa kerukunan umat beragama bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan energi kebangsaan yang mampu menyatukan perbedaan menjadi kekuatan kolaboratif untuk mendorong kemajuan bangsa.

“Republik Indonesia dibangun bukan oleh satu golongan, melainkan oleh sinergi seluruh komponen bangsa sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga kini. Karena itu,

Kementerian Agama memiliki mandat strategis untuk membina kehidupan keagamaan yang damai sekaligus membuka jalan menuju masyarakat yang adil, rukun, dan sejahtera,” ujarnya.

JAYAPURA-Gubernur Papua, Matius D Fakhiri menyoroti tantangan zaman berupa perkembangan pesat kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di era Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity (VUCA). Ia menekankan pentingnya kedaulatan AI agar teknologi tersebut tidak hampa nilai, melainkan dipandu oleh prinsip ketuhanan dan kemanusiaan.

“ASN Kementerian Agama harus mampu mewarnai substansi AI dengan konten keagamaan yang otoritatif, moderat, sejuk, dan mencerahkan. AI harus menjadi alat pemersatu dan penguat kerukunan, bukan pemicu disinformasi dan perpecahan,” kata Gubernur Fakhiri, saat upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Indonesia, di halaman kantor gubernur, Sabtu (3/1).

Untuk mewujudkan visi tersebut, Gubernur Papua mendorong seluruh ASN Kementerian Agama bertransformasi menjadi pribadi yang lincah (agile), adaptif terhadap perubahan, terbuka pada inovasi teknologi, serta responsif dan berintegritas dalam melayani umat.

Baca Juga :  Perkuat Ideologi Pancasila dan Karakter Bagi Siswa

Gubernur juga menegaskan bahwa kerukunan umat beragama bukan sekadar ketiadaan konflik, melainkan energi kebangsaan yang mampu menyatukan perbedaan menjadi kekuatan kolaboratif untuk mendorong kemajuan bangsa.

“Republik Indonesia dibangun bukan oleh satu golongan, melainkan oleh sinergi seluruh komponen bangsa sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga kini. Karena itu,

Kementerian Agama memiliki mandat strategis untuk membina kehidupan keagamaan yang damai sekaligus membuka jalan menuju masyarakat yang adil, rukun, dan sejahtera,” ujarnya.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya