​10 Dokter Peserta Program Internship Tuntaskan Masa Bakti Satu Tahun di Mimika

Ia juga menambahkan bahwa para dokter spesialis memberikan bimbingan teknis langsung mulai dari pemeriksaan USG hingga prosedur tindakan bedah minor seperti pemasangan Water Sealed Drainage (WSD) untuk kasus trauma dada. Saat berpindah tugas ke Puskesmas Wania, Sephia menilai pelayanan di tingkat dasar melatih aspek komunikasi dan empati seorang dokter.

“Kita berlatih untuk menjadi dokter yang mandiri walaupun masih ada pendamping, tapi kan kami yang memberikan obat, kami yang mengedukasi pasien-pasien, sehingga itu merupakan bekal untuk kami sebagai dokter internship ke depannya dalam menangani pasien,” tuturnya.

​Direktur RSUD Mimika, dr. Faustina Helena Burdam, dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada para dokter pendamping serta seluruh peserta yang telah menuntaskan tugas dalam kondisi sehat.

Baca Juga :  Perda yang Diusulkan Pemerintah dan DPRP Jadi Kebutuhan Dasar Daerah

​”Harapannya adalah bahwa semua yang didapatkan di sini kelak itu bisa dipakai untuk pada saat nantinya menjadi dokter yang mandiri,” kata dr. Faustina. Ia berpesan agar para dokter membawa pengalaman baik dari Timika untuk diceritakan ke daerah luar guna membangun citra positif pelayanan kesehatan di tanah Papua.

Sementara itu, Ketua Komite Medik RSUD Mimika, dr. Sugoro, menekankan bahwa pengalaman menghadapi kelelahan kerja dan jaga malam selama masa magang merupakan bagian dari proses pembentukan mentalitas profesi medis.

“Pertama adalah, jadilah dokter yang kebijaksana dalam ilmu, rendah hati dalam keberhasilan, dan tetap manusiawi dalam setiap tindakan. Karena dunia ini tidak hanya membutuhkan dokter yang pintar, tetapi dokter yang mampu menghadirkan harapan,” pesan dr. Sugoro mengutip nasihat gurunya.

Baca Juga :  Bupati Mimika Tak Larang Perpisahan Sekolah

Ia juga menambahkan bahwa para dokter spesialis memberikan bimbingan teknis langsung mulai dari pemeriksaan USG hingga prosedur tindakan bedah minor seperti pemasangan Water Sealed Drainage (WSD) untuk kasus trauma dada. Saat berpindah tugas ke Puskesmas Wania, Sephia menilai pelayanan di tingkat dasar melatih aspek komunikasi dan empati seorang dokter.

“Kita berlatih untuk menjadi dokter yang mandiri walaupun masih ada pendamping, tapi kan kami yang memberikan obat, kami yang mengedukasi pasien-pasien, sehingga itu merupakan bekal untuk kami sebagai dokter internship ke depannya dalam menangani pasien,” tuturnya.

​Direktur RSUD Mimika, dr. Faustina Helena Burdam, dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada para dokter pendamping serta seluruh peserta yang telah menuntaskan tugas dalam kondisi sehat.

Baca Juga :  100 Personel Polres Dikerahkan Amankan Pleno Penetapan di Mimika 

​”Harapannya adalah bahwa semua yang didapatkan di sini kelak itu bisa dipakai untuk pada saat nantinya menjadi dokter yang mandiri,” kata dr. Faustina. Ia berpesan agar para dokter membawa pengalaman baik dari Timika untuk diceritakan ke daerah luar guna membangun citra positif pelayanan kesehatan di tanah Papua.

Sementara itu, Ketua Komite Medik RSUD Mimika, dr. Sugoro, menekankan bahwa pengalaman menghadapi kelelahan kerja dan jaga malam selama masa magang merupakan bagian dari proses pembentukan mentalitas profesi medis.

“Pertama adalah, jadilah dokter yang kebijaksana dalam ilmu, rendah hati dalam keberhasilan, dan tetap manusiawi dalam setiap tindakan. Karena dunia ini tidak hanya membutuhkan dokter yang pintar, tetapi dokter yang mampu menghadirkan harapan,” pesan dr. Sugoro mengutip nasihat gurunya.

Baca Juga :  Limbah Medis Berserakan Karena Kontainer Dibobol

Berita Terbaru

Artikel Lainnya