MIMIKA – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah (Karantina Papua Tengah) melaksanakan pengawasan karantina terhadap lalu lintas hewan kurban yang masuk ke wilayah Kabupaten Mimika menjelang Idul Adha 1447 Hijriah. Pengawasan dilakukan sebagai upaya menjaga kesehatan hewan serta memastikan hewan kurban yang beredar aman, sehat, dan bebas dari Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK).
Kepala Karantina Papua Tengah, Anton Panji Mahendra menegaskan bahwa pengawasan karantina menjadi langkah penting dalam menjamin keamanan lalu lintas hewan kurban menjelang Idul Adha . Aktivitas pengawasan ini dilakukan di Pelabuhan Pomako terhadap hewan kurban yang berasal dari Maluku Tengah, Tual, dan Kaimana.
Menurutnya, meningkatnya mobilitas hewan kurban harus diimbangi dengan pengawasan yang ketat guna mencegah masuk dan tersebarnya penyakit hewan yang dapat mengancam kesehatan masyarakat maupun populasi ternak di Papua Tengah.
“Peran karantina sangat penting dalam memastikan hewan kurban yang masuk telah memenuhi persyaratan kesehatan dan terbebas dari penyakit berbahaya. Hal ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk melindungi sumber daya hayati hewan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menyambut hari raya Idul Adha ,” ujar Anton dalam keterangannya kepada media ini, Sabtu (23/5).
MIMIKA – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Papua Tengah (Karantina Papua Tengah) melaksanakan pengawasan karantina terhadap lalu lintas hewan kurban yang masuk ke wilayah Kabupaten Mimika menjelang Idul Adha 1447 Hijriah. Pengawasan dilakukan sebagai upaya menjaga kesehatan hewan serta memastikan hewan kurban yang beredar aman, sehat, dan bebas dari Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK).
Kepala Karantina Papua Tengah, Anton Panji Mahendra menegaskan bahwa pengawasan karantina menjadi langkah penting dalam menjamin keamanan lalu lintas hewan kurban menjelang Idul Adha . Aktivitas pengawasan ini dilakukan di Pelabuhan Pomako terhadap hewan kurban yang berasal dari Maluku Tengah, Tual, dan Kaimana.
Menurutnya, meningkatnya mobilitas hewan kurban harus diimbangi dengan pengawasan yang ketat guna mencegah masuk dan tersebarnya penyakit hewan yang dapat mengancam kesehatan masyarakat maupun populasi ternak di Papua Tengah.
“Peran karantina sangat penting dalam memastikan hewan kurban yang masuk telah memenuhi persyaratan kesehatan dan terbebas dari penyakit berbahaya. Hal ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk melindungi sumber daya hayati hewan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menyambut hari raya Idul Adha ,” ujar Anton dalam keterangannya kepada media ini, Sabtu (23/5).