DKP Sinode KINGMI Dukung Penyelesaian Damai Sengketa Tapal Batas Kapiraya

Pdt. Deserius juga mewanti-wanti warga Suku Mee dan Suku Kamoro agar tidak terprovokasi melakukan aksi kekerasan, intimidasi, maupun pengusiran yang berpotensi merusak hubungan kekerabatan di kawasan pesisir dan pegunungan Papua tersebut.

Gereja menegaskan bahwa keadilan dan perdamaian harus berjalan selaras guna melahirkan kesepakatan permanen yang dihormati kedua belah pihak.

“Keadilan dan perdamaian harus berjalan bersama, sebab perdamaian yang mengabaikan kebenaran dan hak masyarakat adat bukanlah perdamaian yang utuh; sebaliknya, perjuangan atas hak adat harus ditempuh melalui cara-cara damai, bermartabat, dan bertanggung jawab tanpa kekerasan,” tegas Pdt. Deserius.

DKP KINGMI berharap dialog adat yang diinisiasi oleh para pimpinan suku dapat menjadikan Kapiraya sebagai ruang rekonsiliasi bersama, sekaligus mengakhiri tensi perbatasan yang sempat memicu keresahan jemaat dan warga lokal. (mww/wen)

Baca Juga :  Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 Mimika Resmi Dibuka

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Pdt. Deserius juga mewanti-wanti warga Suku Mee dan Suku Kamoro agar tidak terprovokasi melakukan aksi kekerasan, intimidasi, maupun pengusiran yang berpotensi merusak hubungan kekerabatan di kawasan pesisir dan pegunungan Papua tersebut.

Gereja menegaskan bahwa keadilan dan perdamaian harus berjalan selaras guna melahirkan kesepakatan permanen yang dihormati kedua belah pihak.

“Keadilan dan perdamaian harus berjalan bersama, sebab perdamaian yang mengabaikan kebenaran dan hak masyarakat adat bukanlah perdamaian yang utuh; sebaliknya, perjuangan atas hak adat harus ditempuh melalui cara-cara damai, bermartabat, dan bertanggung jawab tanpa kekerasan,” tegas Pdt. Deserius.

DKP KINGMI berharap dialog adat yang diinisiasi oleh para pimpinan suku dapat menjadikan Kapiraya sebagai ruang rekonsiliasi bersama, sekaligus mengakhiri tensi perbatasan yang sempat memicu keresahan jemaat dan warga lokal. (mww/wen)

Baca Juga :  Sekolah Rakyat Terintegrasi 76 Mimika Resmi Dibuka

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q

Berita Terbaru

Artikel Lainnya