Kapolres Mimika Melayat Korban Penyanderaan KKB
MIMIKA-Kapolres Mimika AKBP Alredo A. Rumbiak mendatangi rumah duka korban penyanderaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Jalan WR Soepratman, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis, (10/9).
Kedatangan Kapolres bertujuan menyerahkan bantuan logistik serta mengimbau masyarakat agar menahan diri dan tidak terprovokasi isu antarsuku usai salah satu korban perempuan asal Distrik Jila ditemukan meninggal dunia.
“Saya pribadi bersama seluruh jajaran mengucapkan turut berduka cita atas kejadian yang menimpa adik kita ini. Kami juga mengerti perasaan Bapak dan Ibu semua,” ungkap Alredo saat membesuk keluarga korban.
Guna mencegah eskalasi konflik di tingkat tapak, Alredo menegaskan bahwa aksi penyanderaan dan pembunuhan tersebut murni tindakan kriminal dari kelompok bersenjata, bukan representasi dari suku tertentu. “Ini bukan masalah kita bicara suku-suku di sini. Ini tidak bicara suku. Pelaku ini murni orang yang memang berseberangan dengan kita,” tuturnya.
Ia meminta masyarakat tidak mengaitkan perbuatan pelaku dengan warga dari suku Nduga yang bermukim di Mimika. “Jangan bilang orang Nduga yang melakukan. Ini kelompok yang berseberangan, yang juga dengan kami TNI-Polri berseberangan, yang sedang kita cari dan buru,” tegasnya.
Kapolres Mimika Melayat Korban Penyanderaan KKB
MIMIKA-Kapolres Mimika AKBP Alredo A. Rumbiak mendatangi rumah duka korban penyanderaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Jalan WR Soepratman, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Kamis, (10/9).
Kedatangan Kapolres bertujuan menyerahkan bantuan logistik serta mengimbau masyarakat agar menahan diri dan tidak terprovokasi isu antarsuku usai salah satu korban perempuan asal Distrik Jila ditemukan meninggal dunia.
“Saya pribadi bersama seluruh jajaran mengucapkan turut berduka cita atas kejadian yang menimpa adik kita ini. Kami juga mengerti perasaan Bapak dan Ibu semua,” ungkap Alredo saat membesuk keluarga korban.
Guna mencegah eskalasi konflik di tingkat tapak, Alredo menegaskan bahwa aksi penyanderaan dan pembunuhan tersebut murni tindakan kriminal dari kelompok bersenjata, bukan representasi dari suku tertentu. “Ini bukan masalah kita bicara suku-suku di sini. Ini tidak bicara suku. Pelaku ini murni orang yang memang berseberangan dengan kita,” tuturnya.
Ia meminta masyarakat tidak mengaitkan perbuatan pelaku dengan warga dari suku Nduga yang bermukim di Mimika. “Jangan bilang orang Nduga yang melakukan. Ini kelompok yang berseberangan, yang juga dengan kami TNI-Polri berseberangan, yang sedang kita cari dan buru,” tegasnya.