TNI dan Brimob Dilibatkan Dalam Pengamanan Pelayanan Publik di Jila

MIMIKA — Kepolisian Resor Mimika menekankan pentingnya sinergi lintas satuan antara kepolisian umum, Brimob, dan TNI untuk menjamin stabilitas keamanan di Distrik Jila, wilayah pegunungan Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Kolaborasi ini dinilai krusial guna memastikan penyelenggaraan pelayanan publik—termasuk sektor kesehatan—dapat berjalan tanpa ancaman gangguan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, menyatakan bahwa penanganan wilayah pedalaman dan pegunungan membutuhkan pendekatan taktis khusus yang melampaui kapasitas operasional personel polisi umum.

“Ya memang kalau bicara untuk di luar Papua… eh khususnya di pegunungan/pedalaman ya, kita juga tidak bisa kerja sendiri. Ya harus memang ada banyak kolaborasi seperti Satgas, seperti rekan-rekan TNI,” ujar Alredo saat ditemui, Selasa (1/9).

Baca Juga :  Bupati Omaleng: Saya Harap Semua OPD Harus Berhati-hati 

Ia menjelaskan, karakteristik potensi ancaman di wilayah konflik bersenjata menuntut keterlibatan satuan dengan kualifikasi khusus.

“Kepolisian untuk ke sana jaminannya: pertama, yang dihadapi ini kan KKB. Polisi umum itu tidak punya… bukan tidak bisa, tidak mumpuni untuk menangani hal seperti itu yang bersenjata api ataupun bahan peledak. Itu kapasitasnya dari Brimob. Memang secara tugas pokoknya menangani kejahatan berintensitas tinggi pengguna senjata api dan bahan peledak,” tuturnya.

Atas dasar pertimbangan tersebut, Polres Mimika terus membangun koordinasi intensif bersama jajaran Satuan Brimob dan unsur TNI dalam menempatkan serta memperkuat personel di lapangan.

MIMIKA — Kepolisian Resor Mimika menekankan pentingnya sinergi lintas satuan antara kepolisian umum, Brimob, dan TNI untuk menjamin stabilitas keamanan di Distrik Jila, wilayah pegunungan Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Kolaborasi ini dinilai krusial guna memastikan penyelenggaraan pelayanan publik—termasuk sektor kesehatan—dapat berjalan tanpa ancaman gangguan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Kapolres Mimika, AKBP Alredo Agustinus Rumbiak, menyatakan bahwa penanganan wilayah pedalaman dan pegunungan membutuhkan pendekatan taktis khusus yang melampaui kapasitas operasional personel polisi umum.

“Ya memang kalau bicara untuk di luar Papua… eh khususnya di pegunungan/pedalaman ya, kita juga tidak bisa kerja sendiri. Ya harus memang ada banyak kolaborasi seperti Satgas, seperti rekan-rekan TNI,” ujar Alredo saat ditemui, Selasa (1/9).

Baca Juga :  Pemuda yang Jatuh Dari Dermaga Pelabuhan Poumako Ditemukan Tak Bernyawa

Ia menjelaskan, karakteristik potensi ancaman di wilayah konflik bersenjata menuntut keterlibatan satuan dengan kualifikasi khusus.

“Kepolisian untuk ke sana jaminannya: pertama, yang dihadapi ini kan KKB. Polisi umum itu tidak punya… bukan tidak bisa, tidak mumpuni untuk menangani hal seperti itu yang bersenjata api ataupun bahan peledak. Itu kapasitasnya dari Brimob. Memang secara tugas pokoknya menangani kejahatan berintensitas tinggi pengguna senjata api dan bahan peledak,” tuturnya.

Atas dasar pertimbangan tersebut, Polres Mimika terus membangun koordinasi intensif bersama jajaran Satuan Brimob dan unsur TNI dalam menempatkan serta memperkuat personel di lapangan.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya