MIMIKA – Terduga pelaku pembunuhan terhadap Sudirman Letsoin hingga kini masih dalam pengejaran pihak Polres Mimika. Ketua Pemuda Loorlobai Kabupaten Mimika, Arifin Letsoin selaku paman korban mewakili keluarga besarnya menyampaikan bahwa sampai hari keenam pasca kejadian, pihaknya belum menerima informasi apapun terkait penangkapan terduga pelaku yang sudah mereka laporkan.
Arifin pun meminta agar polisi dapat segera menangkap terduga pelaku tanpa memberi ruang sedikitpun. Sebab menurutnya, jika terduga pelaku tidak segera ditangkap maka ruang untuk kabur semakin terbuka.
“Sampai Hari ini terhitung sudah 6 hari Almarhum SL meninggal Dunia, namun kami Keluarga Korban belum mendapat informasi apapun terkait penangkapan Terduga Pelaku yang sudah kami laporkan,” tulis Arifin dalam pesan Whatsapp yang diterima media ini, Senin (2/2/2026).
“Kami berharap Kepolisian Resort Mimika percepat penangkapan terduga pelaku dan lakukan semua proses dengan transparan. Karena sampai detik ini, kami keluarga korban belum mengetahui sudah berapa terduga pelaku yang di tahan dan berapa yang masih kabur. Kemudian terduga pelaku mana saja yang di tahan, kami belum tau itu. Sehingga itu memicu emosi kami semua selaku keluarga korban,” imbuhnya.
Arifin menyebutkan jika sebelumnya pihak keluarga sudah mempercayakan penuh penanganan kasus ini kepada aparat kepolisian selaku penegak hukum.
Namun, ia juga berharap agar proses penanganan kasus ini dapat dlakukan secara transparan dan dipublish di media sehingga pihak keluarga pun dapat mengetahuinya.
“Kalau kami tidak push masalah ini, berarti terduga pelaku punya keleluasaan untuk kabur. Kami hanya inginkan semua proses harus transparan,” tuturnya.
Adapun peristiwa dugaan pembunuhan yang menghilangkan nyawa mendiang Sudirman
Letsoin terjadi di Jalan Ahmad Yani, depan lorong Koperapoka, Distrik Mimika Baru, Mimika, Papua Tengah, Rabu 28 Januari 2026 dini hari.
Kejadian ini pun memicu amarah keluarga dan melakukan aksi blokade jalan tepat di lokasi sebagai bentuk tuntutan kepada aparat kepolisian untuk segera menangkap terduga pelaku. Menyikapi persoalan ini, Wakapolres Mimika, Kompol Junan Pilitomo, menegaskan bahwa pihaknya telah mengamankan satu orang saksi kunci atas peristiwa tersebut.
Kata Kompol Junan, saksi yang diamankan telah diperiksa dan diduga kuat terlibat dalam peristiwa pembunuhan itu. “Sudah diamankan satu saksi yang diduga terlibat dan itu yang masih dikembangkan terkait pelaku lain,” kata Kompol Junan saat diitemui wartawan Senin pagi.
Lanjut dikatakan, selain itu polisi juga mengamankan barang bukti berupa pakaian yang digunakan korban dan saksi saksi kunci yang sudah diamankan. Dari hasil pengembangan, Kompol Junan mengatakan bahwa saksi mengaku jika pelaku pembunuhan berjumlah lima orang. “Dari saksi kunci itu memang ada bilang lima orang dalam mobil,” ujarnya.
Wakapolres juga memastikan bahwa selama penanganan kasus ini pihaknya terus berkoordinasi dengan keluarga dan tokoh masyarakat agar situasi Kamtibmas terus terjaga. (mww/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q