PKK Jayapura Dorong Pangan Lokal Jadi Sumber Gizi dan Penggerak Ekonomi Keluarga

SENTANI – Tim Penggerak PKK Kabupaten Jayapura terus mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai sumber gizi sekaligus bagian dari upaya menekan pengeluaran rumah tangga.

Hal tersebut dilakukan melalui lomba Cipta Menu Pangan Lokal, dengan menerapkan program Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) yang melibatkan kelompok PKK dari tingkat distrik hingga kampung di Kabupaten Jayapura.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jayapura, Ny. Dewi Sartika S. Wonda, mengatakan kegiatan tersebut merupakan program yang diturunkan dari pemerintah pusat hingga ke tingkat daerah dan kampung.

Menurutnya, lomba B2SA tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi menjadi sarana memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu PKK mengenai cara mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan yang bergizi dan menarik bagi keluarga.

Baca Juga :  Akhirnya MoU RPJPD Kab. Jayapura 2025-2045 Ditandatangani

“Tujuannya adalah memberikan pandangan baru terkait B2SA dan pemenuhan gizi bagi anak-anak, terutama di dalam keluarga. Kami memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu PKK dari tingkat distrik dan kampung agar bisa meneruskannya kepada masyarakat,” ujar Dewi Sartika.

Ia menilai pemanfaatan bahan pangan lokal juga dapat membantu keluarga menghemat pengeluaran. Berbagai bahan yang tersedia di sekitar masyarakat dapat diolah menjadi menu yang bernilai gizi tanpa harus selalu bergantung pada bahan pangan tertentu.

SENTANI – Tim Penggerak PKK Kabupaten Jayapura terus mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai sumber gizi sekaligus bagian dari upaya menekan pengeluaran rumah tangga.

Hal tersebut dilakukan melalui lomba Cipta Menu Pangan Lokal, dengan menerapkan program Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) yang melibatkan kelompok PKK dari tingkat distrik hingga kampung di Kabupaten Jayapura.

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jayapura, Ny. Dewi Sartika S. Wonda, mengatakan kegiatan tersebut merupakan program yang diturunkan dari pemerintah pusat hingga ke tingkat daerah dan kampung.

Menurutnya, lomba B2SA tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi menjadi sarana memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu PKK mengenai cara mengolah bahan pangan lokal menjadi makanan yang bergizi dan menarik bagi keluarga.

Baca Juga :  Sekolah Anak Hebat Papua Pamerkan Hasil Kreatifitas Karyanya

“Tujuannya adalah memberikan pandangan baru terkait B2SA dan pemenuhan gizi bagi anak-anak, terutama di dalam keluarga. Kami memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu PKK dari tingkat distrik dan kampung agar bisa meneruskannya kepada masyarakat,” ujar Dewi Sartika.

Ia menilai pemanfaatan bahan pangan lokal juga dapat membantu keluarga menghemat pengeluaran. Berbagai bahan yang tersedia di sekitar masyarakat dapat diolah menjadi menu yang bernilai gizi tanpa harus selalu bergantung pada bahan pangan tertentu.

Berita Terbaru

Artikel Lainnya