SENTANI – Kurangnya kontainer penampungan sampah, mengakibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Jayapura kesulitan menampung sampah dari beberapa kompleks perumahan di Sentani dan sekitarnya.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura, Salmon Telenggen, mengungkapkan keterbatasan fasilitas penampungan sampah menjadi salah satu kendala utama dalam pelayanan pengangkutan sampah di wilayah Kabupaten Jayapura.
Menurutnya, hingga saat ini masih banyak kompleks perumahan warga yang belum memiliki bak atau kontainer penampungan sampah karena jumlah fasilitas yang tersedia masih jauh dari kebutuhan.
“Kebutuhan kontainer sampah di Kabupaten Jayapura sekitar 75 unit, tetapi yang tersedia saat ini hanya sekitar 17 kontainer,” ujar Salmon.
Ia menjelaskan, dengan jumlah penduduk yang terus bertambah serta luas wilayah Kabupaten Jayapura, kekurangan fasilitas tersebut sangat mempengaruhi pelayanan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), terutama dalam pengangkutan sampah di kawasan permukiman warga.
“Belum lagi dengan tempat-tempat penitipan kontainer sampah yang kini dilarang oleh masyarakat maupun pemilik hak Ulayat, ini juga kendala,” terangnya.
Menurutnya, Pelayanan pengangkutan sampah belum bisa berjalan maksimal, khususnya di kompleks-kompleks perumahan.
SENTANI – Kurangnya kontainer penampungan sampah, mengakibatkan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kabupaten Jayapura kesulitan menampung sampah dari beberapa kompleks perumahan di Sentani dan sekitarnya.
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura, Salmon Telenggen, mengungkapkan keterbatasan fasilitas penampungan sampah menjadi salah satu kendala utama dalam pelayanan pengangkutan sampah di wilayah Kabupaten Jayapura.
Menurutnya, hingga saat ini masih banyak kompleks perumahan warga yang belum memiliki bak atau kontainer penampungan sampah karena jumlah fasilitas yang tersedia masih jauh dari kebutuhan.
“Kebutuhan kontainer sampah di Kabupaten Jayapura sekitar 75 unit, tetapi yang tersedia saat ini hanya sekitar 17 kontainer,” ujar Salmon.
Ia menjelaskan, dengan jumlah penduduk yang terus bertambah serta luas wilayah Kabupaten Jayapura, kekurangan fasilitas tersebut sangat mempengaruhi pelayanan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), terutama dalam pengangkutan sampah di kawasan permukiman warga.
“Belum lagi dengan tempat-tempat penitipan kontainer sampah yang kini dilarang oleh masyarakat maupun pemilik hak Ulayat, ini juga kendala,” terangnya.
Menurutnya, Pelayanan pengangkutan sampah belum bisa berjalan maksimal, khususnya di kompleks-kompleks perumahan.