WAMENA – Badan Pusat Statistik (BPS)Jayawijaya yang membawahi 3 kabupaten pemekaran di wilayah Provinsi Papua Pegunungan memastikan jika dari presentase sensus ekonomi yang dilakukan saat ini masih belum stabil antara kabupaten, hal ini terjadi akibat beberapa kendala yang dialami selama melakukan program tersebut.
Jumlah peresentase untuk Kabupaten Jayawijaya sebesar 55,56 persen, Mamberamo Tengah 74,17 persen, Yalimo 55,65 Persen, rendahnya pendataan di Jayawijaya karena luas wilayah yang begitu besar jiba dibandigkan dengan dua kabupaten lainnya, sehingga nantinya BPS juga akan mendata ASN di Pemkab Jayawijaya, sedangkan untuk Tolikara sudah mencapai 90,72 persen.
Kepala BPS Jayawijaya Arter Ludwik Purmiasa menyatakan sensus ekonomi di Wilayah Papua Pegunungan ini banyak kendala yang dihadapi, yang paling pertama kendala geografis, edukasi masyarakat terhadap sensus ekonomi ini, agar bisa mengukur tingkat pertumbuhan ekonomi dan bagaimana perubahan stuktur, peta, berapa jumlah usaha baik kecil, menengah dan besar yang ada di beberapa wilayah seperti Jayawijaya, Yalimo, Mamberamo Tengah dan Tolikara.
“Satker BPS Jayawijaya membawahi Kabupaten Mamberamo Tengah dan Yalimo, tantangan geografis dari 3 bupaten ini sangat berat, masyarakatnya juga perlu di edukasi agar bisa memahami sensus ekonomi ini untuk memetakan usaha yang ada di 3 kabupaten ini secara khusus,”ungkapnya Kamis (27/8) di Wamena.
WAMENA – Badan Pusat Statistik (BPS)Jayawijaya yang membawahi 3 kabupaten pemekaran di wilayah Provinsi Papua Pegunungan memastikan jika dari presentase sensus ekonomi yang dilakukan saat ini masih belum stabil antara kabupaten, hal ini terjadi akibat beberapa kendala yang dialami selama melakukan program tersebut.
Jumlah peresentase untuk Kabupaten Jayawijaya sebesar 55,56 persen, Mamberamo Tengah 74,17 persen, Yalimo 55,65 Persen, rendahnya pendataan di Jayawijaya karena luas wilayah yang begitu besar jiba dibandigkan dengan dua kabupaten lainnya, sehingga nantinya BPS juga akan mendata ASN di Pemkab Jayawijaya, sedangkan untuk Tolikara sudah mencapai 90,72 persen.
Kepala BPS Jayawijaya Arter Ludwik Purmiasa menyatakan sensus ekonomi di Wilayah Papua Pegunungan ini banyak kendala yang dihadapi, yang paling pertama kendala geografis, edukasi masyarakat terhadap sensus ekonomi ini, agar bisa mengukur tingkat pertumbuhan ekonomi dan bagaimana perubahan stuktur, peta, berapa jumlah usaha baik kecil, menengah dan besar yang ada di beberapa wilayah seperti Jayawijaya, Yalimo, Mamberamo Tengah dan Tolikara.
“Satker BPS Jayawijaya membawahi Kabupaten Mamberamo Tengah dan Yalimo, tantangan geografis dari 3 bupaten ini sangat berat, masyarakatnya juga perlu di edukasi agar bisa memahami sensus ekonomi ini untuk memetakan usaha yang ada di 3 kabupaten ini secara khusus,”ungkapnya Kamis (27/8) di Wamena.