WAMENA – Pemkab Jayawijaya melalui satgas Konflik sosial kembali menyalurkan bantuan kepada keluarga korban dan juga para pengungsi tiga tempat berbeda, selain menyerahkan bantuan pangan, juga menyerahkan bantuan uang duka dari Bupati Jayawijaya sebesar Rp 100 juta kepada keluarga korban yang meninggal dunia.
Bupati Jayawijaya, Atenius Murip, S.H., M.H bersama rombongan Tim Satgas Konflik Sosial menyalurkan bantuan kepada keluarga korban duka dan masyarakat pengungsi di tiga titik lokasi. Tiga lokasi yang dikunjungi dalam penyaluran bantuan tersebut yakni bantuan duka di Pugima, bantuan duka di Husewa, serta bantuan bagi warga pengungsi di kapela Paulus Husewa.
“Dalam kunjungan kampung Pugima kami menyerahkan bantuan uang duka sebesar Rp100 juta kepada keluarga korban. Selain itu, pemerintah juga memberikan bantuan bahan pokok berupa 1 ton beras, 20 karton mie instan, dan 1 karton minyak goreng,”ungkapnya Kamis (21/5)
Sementara di Husewa, bantuan duka yang diberikan juga senilai Rp100 juta bagi keluarga korban. Pemerintah Kabupaten Jayawijaya turut menyerahkan bantuan logistik berupa 2 ton beras, 30 karton mie instan, serta 1 karton minyak goreng.
“Selain bantuan bagi keluarga korban meninggal dunia, pemerintah juga memberikan bantuan kepada masyarakat yang masih berada di lokasi pengungsian Husewa. Bantuan yang disalurkan terdiri dari 20 sak beras, 10 karton mie instan, dan 1 karton minyak goreng.”beber Atenius Murib.
Bupati Jayawijaya Atenius Murip mengatakan, konflik atau perang suku yang terjadi pada 15 Mei 2026 berlangsung selama satu hari dan pemerintah daerah bergerak cepat untuk mengendalikan situasi. Pada tanggal 16 Mei pemerintah daerah langsung melakukan koordinasi sehingga situasi dapat dipulihkan dan kerusuhan berhasil dihentikan sesuai imbauan pemerintah
“Pemerintah daerah terus hadir memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak, baik kepada keluarga korban meninggal dunia maupun warga yang sempat mengungsi di sejumlah lokasi.” kata Atenius Murib